SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog ini, kami membuat id card murah dan gantungan kunci pake foto murah. silahkan order yach...

Sabtu, 26 Februari 2011

teori ekonomi makro


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Dalam berbagai pola kegiatan perekonomian terhadap banyak Negara-negara di dunia ini yang menggunakan system campuran yaitu system perekonomian pasar yang disertai campur tangan pemerintah dalam mengelola kegiatan ekonomi dalam perekonomian pasar.

B.   Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang di atas penulis dapat merumuskan masalah, sebagai berikut :
1.    Apa yang mendorong sehingga terdapat banyak Negara yang menggunakan system ekonomi campuran?
2.    Mengapa mekanisme pasar adalah system yang efisien di dalam mengalokasi factor-faktor produksi dan pengembangan perekonomian?





BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pola Kegiatan Perekonomian
Secara garis besar system ekonomi (Sistem Pengantar Kegiatan Ekonomi) dapat dibedakan dalam tiga bentuk :Ekonomi pasar, ekonomi campuran dan ekonomi perencanaan pusat. Ekonomi pasar adalah perekonomian yang kegiatannya dikendalikan sepenuhnya oleh interaksi antara pembeli dan penjual di pasar.Ekonomi campuran adalah system ekonomi pasar dan disertai campur tangan pemerintah. Sedangkan system perencanaan pusat adalah system ekonomi yang kegiatannya diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

Uang, Perdagangan dan Spesialisasi
Di dalam berbagai corak kegiatan perekonomian, kegiatan ekonomi tidak lagi ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, melainkan dilakukan untuk memenuhi keinginan-keinginan yang terwujud di pasar.Kegiatan perdagangan yang bertambah efisien selanjutnya menimbulkan pula perkembangan spesialisasi dalam kegiatan memperoduksi. Bertambah pentingnya peranan perdagangan dan spesialisasi kegiatan memproduksi merupakan cirri penting dari suatu perekonomian modern.

Produksi dan perdagangan dalam perekonomian sub system
Sebelum melihat sifat-sifat utama dari kegiatan perekonomian modern secara lebih mendalam, ada baiknya apabila terlebih dahulu diprhatikan kegiatan ekonomi yang dijalankan dalam suatu masyarakat yang relative permitif.

Produksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri
Dalam perekonomian yang masih primitive, yang lebih lazim dikenal sebagai perekonomian subsistem, unit-unit produksi terutama terdiri dari keluarga petani tradisional. Petani seperti itu menggunakan cara dan alat bercocok tanam yang masih sederhana. Tingkat produktivitas kegiatan mereka relative rendah dan tingkat produksi hanya cukup kehidupan yang sederhana.

Perdagangan barter
Dalam perekonomian subsistem yang masih sangat primitive,perdagangan dilakukan secara barter, yaitu perdagangan secara pertukaran barang dengan barang. Dalam perdagangan seperti itu haruslah wujud keadaan dimana (i) seorang ingin menukar barang yang dihasilkan dengan suatu baranglain, dan (ii) seorang lain memproduksi barang yang diinginkan orang yang pertama dan bersedia menukarkan am ngan dilakukan s a pertukaran barangerhanaabarang tersebut dengan yang dihasilkan oleh orang yang pertama.

Pola perdagangan perekonomian subsistem
Pada masa sekarang ini perdagangan secara barter tidak banyak lagi dilakukan. Pada kebanyakan perkonomian subsistem. Uang telah digunakan sebagai alat perantaraan dalam tukar menukar. Dengan adanya uang ,maka langkah yang harus dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu barang menjadi lebih sederhana. Mereka hanya perlu menjual hasil produksinya di pasar dan dengan menggunakan uang yang diperoleh dari hasil penjualan tersebut orang itu sekarang dapat membeli barang yang diinginkan. Dengan demikian “kesesuaian ganda dari keinginan”bukan lagi syarat yang perlu untuk mewujudkan perdagangan.

POLA KEGIATAN EKONOMI  DALAM PEREKONOMIAN UANG
Dalam membicarakan ciri-ciri dan pola kegiatan suatu perekonomian uang akan diperhatikan dua aspek berikut:
Ciri-ciri perekonomian uang, dan peranan spesialisasi dalam memgembangkan perdagangan.

CIRI-CIRI PEREKONOMIAN UANG
Suatu perekonomian yang menggunakan uang sebagai perantaraan dalam kegiatan tukar menukar (perdagangan) dikenal sebagai perekonomian uang, perekonomiannya mempunyai sifat-sifat yang dapat digolongkan sebagai perekonomian uang. Dalam perekonomian subsistem perdagangan adalah terbatas karena produksi yang dihasilkan terutama adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri .dengan demikian, hanya sebagian kecil saja dari hasil produksi akan diperjual belikan dipasar dalam perekonomian yang lebih maju, corak kegiatan ekonomi tidak seperti itu lagi, penggunaan telah memungkinkan mereka melakukan spesialisasi, yaitu setiap orang tidak lagi menghasilkan semua barang dan jasa  yang diperlukan tetapi mengkhususkan kepada penghasilan barang atau jasa yang dapat disediakannya dengan lebih efisiensi.

SPESIALISASI DAN PERDAGANGAN
Gambar spesialisasi dan perdagangan dalam perekonomian uang
Petani
(makanan)
Tukang kayu
(alat rumah tangga )
Tukangjahit (pakaian)
 








Contoh yang sederhana tentang spesialisasi dan perdagangan dalam suatu perekonomian uang. Gambar diatas menunjukkan bahwa petani, tukang dan tukang jahit tidak perlu menghasilkan semua barang yang mereka butuhkan. Yang perlu mereka lakukan adalah melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang-barang sehingga dapat dihasilkan dengan cara yang paling efisien. Maka akan menghasilkan bahan makanan, tukang kayu menghasilkan peralatan pertanian dan peralatan rumah tangga dan tukang jahit menghasilkan pakaian, yang kedua gambar itu menunjukkan bahwa dengan adanya uang persoalan kesesuaian ganda dari keinginan tidaklah merupakan syarat untuk melakukan tukar menukar dan perdagangan.

KEBAIKAN-KEBAIKAN SPESIALISASI
Wujudnya spesialisasi yang tinggi merupakan cirri penting suatu perekonomian modern. Terdapat kaitan yang rapat antara perkembangan ekonomi dan spesialisasi dimana makin tinggi perkembangan ekonomi semakin tinggi pula tingkat spesialisasi. Selanjutnya spesialisasi akan mempercepat perkebangan ekonomi spesialisasi penting untuk perkembangan ekonomi disebabkan oleh beberapa sumbangan berikut:
1.    Mempertinggi efisiensi penggunaan factor produksi
Dalam spesialisasi seorang pekerja atau tenaga ahli akan digunakan pada kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Ia tidak perlu lagi mengerjakan semua pekerjaan yang diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Dengan cara ini factor-faktor produksi akan digunakan dengan lebih efisien


2.    Mempertinggi efisiensi memproduksi
Efisiensi memproduksi yang semakin tinggi tersebut dikenal sebagai “economies of scale” atau skala ekonomi apabila diproduksi ditingkatkan, misalnya menjadi dua kali lipat, biaya produksi tidak akan meningkat sebesar peningkatan produksi yang berlaku (dua kali lipat dalam contoh ini). Berarti biaya produksi rata-rata bertambah rendah. Disamping itu spesialisasi menyebabkan berbagai masyarakat tidak perlu lagi membeli alat-alat produksi yang sama jenisnya.
3.    Mendorong perkembangan teknologi
Spesialisasi menyebabkan pasaran berbagai barang menjadi bertambah luas. Untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Hal tersebut berarti produksi harus ditambah dengan cepat. Untuk memenuhi kebutuhan ini para pengusaha akan berusaha menggunakan teknologi produksi yang lebih baik dan lebih tinggi produktivitasnya.

PELAKU-PELAKU KEGIATAN EKONOMI
Kegiatan ekonomi dibedakan menjadi tiga golonga, yaitu rumah tangga, pengusaha dan pemerintah. Masing-maisng golongan ini menjaklankan peranan yang sangat berbeda dalam suatu pperekonomian. Berikut ini diuraikan peranan mereka dalam kegiatan  perekonomian Negara.


Rumah Tangga
Rumab tangga adalah pemilik berbagai factor produksi tersedia dalam perekonomian. Sector ini menyediakan tenaga kerja dan tenaga usahawan. Selain itu sektor ini memuiliki factor-faktor produksi yang lain, yaitu barang-barang modal, kekayaan alam dan harta tetap seperti tanah dan bangunan. Mereka akan menawarkan factor-faktor produksi ini kepada sektor perusahaan sebagai balas jasa terhadap penggunaan berbagai jenis factor produksi ini maka sector perusahaan akan membnnerikan berbagai jenis pendapatan kepada sector rumah tangga tenaga kerja, menerima gaji dan upah, memiliki allat-alat modal, menerima bunga, memiliki tanah dan harta  tetapi lain menerima sewa dan pemilik keahlian keusahawan menerima keuntungan.
Berbagai jenis pendapatan tersebut akan digunakan oleh rumah tang auntuj dua tujuan yang pertama adalah  untuk membeli berbagai barang ataupun jasa yang diperlukannya.

Perusahaan
Perusahaan-perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Seorang atau sekumpulan orang tersebut dikenal sebagai pengusaha. Mereka adalah orang yang memiliki keahlian keusahawan dan kegiatan mereka  dalam perekonomian ialah mengorganisasi factor-faktor produksi secara sedemikian rupa sehingga berbagai jenis barang dan jasa yang diperlukan rumah tangga dapat produksi dengan cara sebaik-baiknya mereka memperoduksi barang tersebut bukan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tujuan mereka yang terutama adalah memperoleh keuntungan dari usaha mereka. Dalam analisis ekonomi dimisalkan bahwa para pengusaha ingin memaksakan keuntungan. Keputusan tentang jumlah barang yang perlu diproduksi dan bagaimana cara meproduksinya selalu dipertimbangkan berdasarkan keinginan untuk mencapai untung yang maksimum tersebut.

Pemerintah
Yang dimaksud dengan pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Badan-badan seperti itu, termasuklah berbagai jenis departemen pemerintah. Badan yang mengatur penanaman modal, bank central, parlemen pemrirntah daerah, angkatan bersenjata dan sebagainya.
Badan-badan tersebut akan mengawasi kegiatan rumah tangga dan perusahaan supaya mereka melakukan kegiatan dengan cara yang wajar dan tidak merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, pemerintah juga cukup aktif dalam kegiatan ekonomi, sector ekonomi dapat dibedakan menjadi: Sektor pemerintah dan sector swasta. Untuk membiayai pengeluarannya, pemerintah mengenakan berbagai jenis pajak kepada rumah tangga dan perusahaan s ecara garis besar, pajak yang dipungut pemerintah dap[at dibedakan kepad adua golongan, yaitu oajak langsung dan pajak tak langusng. Yang dimaksud pajak langsung adalah pajak yang secara langsung dikenakan kepada orang-orang atau badan-badan yang memperoleh pendapatan atau keuntungan dalam kegiatan ekonomi. Jenis-jenis pajak  yang tergolong dalam pajak langsung adalah pajak pendappatan perseorangan dan pajak perusahaan. Pajak tak langsung adalah pajak yang dikenakan tanpa dikaitkan kepada individu atau perusahaan tertentu.

SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN
Dalam sirkulasi aliran pendapatan yang sederhana dimisalkan bahwa pemerintah tidak wujud dan tidak melakukan campur tangan dalam kegiatan perekonomian. Dengan demikian sirkulasi aliran pendapatan biasanya hanyalah menunjuikkan bentuk aliran factor produksi, pendapatan barang atau jasa dan pengeluaran, antara sector rumah tangga dan sector perusahaan.
Kegiatan ekonomi dan tidak melakukan campur tangan apapun dalam kegiatan ekonomi  maka aliran factor produksi, pendapatan, barang dan pengeluaran dalam suatu perekonomian dapat digambarkan.



Gambar sirkulasi aliran pendapatan

                            Gaji dan upah, bunga, sewa, untung
                                              Factor-faktor produksi

Perusahaan

Rumah tangga
 



                                            Barang dan jasa
                                              Pengeluaran

Dalam diagram tersebut, perekonomian dibedakan dalam dua sector: Sektor perusahaan dan sector rumah tangga. Sector rumah tangga merupakan pemilik factor-faktor produksi yang akan menawarkan sumber-sumber daya kepada para pengusaha dan para pengusaha akan menyebut tawaran tersebut karena mereka memerlukan factor-faktor produksi untuk memproduksi barang-barang dann jasa-jasa penawaran dan penggunaan factor-faktor produksi tersebut akan mewujudkan dua macam aliran, yaitu : Aliran barang dan aliran uang.

SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN DAN EKONOMI PASAR
Dalam analisis ekonomi pengertian pasar tidak terbatas kepada suatu tempat tertentu tetapi meliputi suatu daerah, Negara dan bahkan dunia internasional. Pasar untuk karet dan timah, mislanya bukanlah dimaksudkan sebagai tempat jual beli karet atau timah disuatu kampong atau wilayah tertentu tetapi meliputi interkasi diantara produsen-produsen dan para pembeli kareta atau timah  diseluruh pelosok dunia.
Pasar dimana para pembeli dan para penjual melakukan interaksi dapat dibedakan dalam dua jenis: Pasar barang dan pasar factor-faktor barang adalah tempat dimana para pembeli dan para penjual dari suatu barang atau jasa melakukan interaksi untuk menentukan                                           jumlah dan harga barang atau jasa yang dijual belikan. Sedangkan pasar factor adalah tempat dimana para pengusaha (pembeli factor-faktor produksi) mengadakan interaksi dengan pemilik-pemilik factor p[roduksi menentukan harga (pendapatan) dna jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakan dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-jsa yang diminta masyarakat.

MEKANISME PASAR SUATU PENILAIAN AWAL
Beberapa kebaikan mekanisme pasar
1.    Pasar dapat member informasi yang lebih tepat . pasar dapat memberikan infomrasi yang sangat berguna dalam hal ini, yaitu dengan memberikan keterangan tentang harga barang dan sampai dimana besarnya permintaan kepada berbagai barang,
2.    Pasar member perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha
Keadaan dalam pasar terus menerus mengalami perubahan, perlambatan, pendalatan, kemajuan teknologi dan pertambahan penduduk akan mengembangkan permintaan. Ini akan memberikan dorongan kepada pengusaha  untuk menambah produksi dan meningkatkan kegiatan ekonomi.
3.    Pasar memberikan perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Pasar yang semakin luas berarti makin banyak barang yang harus diproduksi untuk mempercepatkan pertumbuhan produksi teknologi yang lebih modern harus digunakan dan kemahiran teknik dan manajemen yang modern
4.    Pasra menggalakkan penggunaan barang dan factor produksi secara efisien
Makin besra permintaan makin tinggi harganya dan amkin langka openawarannya akan semakin  tinggi harganya, akibnat  dari harga yang diatur, secara permintaan dan kelangkaan ini maka masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan berbagai jenis barang yang tersedia.
Beberapa kelemahan mekanisme pasar
1.    Keterbatasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu.
Kebebasan dlaam melakukan kegiatan ekonomi yang tidak a da batasnya dapat merugikan golongan yang lemah. Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan  yang lemah kedudkannya menjadi bertambah kuat. Mislanya pengusaha besar mematikan pengusaha kecil.
2.    Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Mekanisme pasar yang bebas menyebabkan perekonomian s elalu mengalami kegiatan naik turun yang tidak teratur. Pad aketika tertentu ia mengalami kemakmuran yang sangat tinggi tetapi pada masa berikutnya ia mengalami kemorosotan yang sangat serius, hal seperti itu sangat merugikan masyarakat.
3.    System pasar dapat menimbulkan monopoli
Tidak selalu mekanisme pasar itu merupakan suatu system pasar perseorangan sempurna dimana harga dan jumlah   barang diperjual berikan ditentukan oleh pemrintah. Pembeli dan penawaran penjual yang banyak jumlahnya.
4.    Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan eksternalitas yang merugikan
Yang dimaksud dengan ekstenrnalitas adalah akibat smaping (buruk atau baik) yang ditimbulkan oleh kegiatan kosumen atau produksi kekotoran udara, sesak lalu lintas dikota besar dan smapah yang dibuang secara tuidak   teratur dan mencemarkan lingkungan adalah beberapa contoh dari eksternalitas yang merugikan yang selalu timbul dalam system mekanisme pasar yang sangat bebas.

KEGAGALAN PASAR DAN  CAMPUR TANGAN PEMERINTAH
Yang dimaksud dengan kegagalan pasar adalah ketidakmampuan dari suatu perekonomian pasar untuk  berfungsi secara efisien dan menimbulkan keteguhan dalam kegiatan dan pertumbuhan ekonomi.
Tujuan campur tangan pemerintah
a.    Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap terwujud  dan penindasan d apat dihindarkan
b.    Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil
c.    Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang besar dapat mempengaruhi pasar agar mereka tidak menjalankan praktek monopoli
d.    Menyediakan barang bersama yaitu barang-barang seperti jalan raya, polisi dan tentara yang penggunanannya dilakukan secara kolektif   oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat
e.    Mengawsi agar eksternalitas kegiatan yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya.

BENTUK-BENTUK CAMPUR TANGAN PEMERINTAH
1.    Membuat peraturan
Tujuan pokok dari peraturan-peraturan pemerintah adalah agar kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan. Contoh peraturan mengenai syarat-syarat kerja kepada pekerja disektor industry adalah dibuat untuk menjamin agar para pekerja diberi gaji, upah dan  tunjangan  lain yanh wajar serta tidak menindas majikannya.

2.    Menjalankan kegiatan fiskal
Kebijakan fiscal adalah strategi dalam langkah-langkah pemerintah dalam pengeluarannya dan dalam system dan cara-cara mengumpulkan pajak. Sedangkan kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah untuk mempengaruhi situasi keuangan dalam perekonomian, yaitu  mempengaruhi  tingkat bungta, operasi bank dan mengatur jumlah uang yang beredar dimasyarakat.
3.    Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung
Kegiatan yang biasa dilaksanakan oleh pemerintah oleh tujuan untuk mengurangi keuntungan perorangan dan memaksimumkan keuntungan sosial adalah kegiatan pengangkutan kereta api. Perusahaan jasa untuk menyediakan air bersih, listrik dan telepon dan perusahaan jasa pos.




                





BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasrakan uraian diatas , maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Sirkulasi aliran pendapatan  yang sederhanan dimisalkan bahwa pemerintah tidak wujud  melakukan campur tangan dalam kegiatan perekonomian
2.    Pada umumnya mekanisme pasar adalah system yang cukup efisien didalam mengalokasikan factor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian.

B.   Saran
Sebagai penutup dari makalah ini penulis menyampaikan sedikit saran adalah sebagai berikut ;
Sebagai system ekonomi campuran atau campur tangan pemerintah, pemerintah harus menjalankan fiscal dna moneter agar dapat menghadapi masalah inflasi dan pengangguran.




DAFTAR PUSTAKA

Sukirno  Sadono. Pengantar teori mikro ekonomi. Rajawali Press. Jakarta 979 – 421 – 412 – 49.



















KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang maha Esa karena hanay dengan Rahmat dan Nikmat-Nya hingga pada hari ini kita masih dapat menghirup udara s egar. Dan tak lupa pula saya kirimkan salawat dan salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan sahabatnya yang relah berkorban baik jiwa dan harta demi membela agama Islam yang kita cintai.
Sehingga penulis  dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Pola Kegiatan Perekonomian” untuk memperbaiki nilai MIT, dalam jurusan AKuntansi pada fakultas Ekonomi di Universitas Khairun Ternate.
Penulis menyadari bahwa makalah inimasih ada keetrbatasannya dalam penulisan sehingga terdapat adanya kekurangan didalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif guna kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya tidak ada  kata yang indah yang dapat penulis ungkapkan, hanya doa sebagai ungkapan rasa terima kasih dengan penuh harapan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan melimpahkan Rahmat kepada kita semua. Amin…




i
 
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .........................................................................................         i
DAFTAR ISI ........................................................................................................        ii
BAB I. PENDAHULUAN...................................................................................        1
A.   Latar Belakang ......................................................................................        1
B.   Rumusan masalah ...............................................................................        1
BAB II. PEMBAHASAN ....................................................................................        2
POLA KEGIATAN PEREKONOMIAN ......................................................        2
BAB III. PENUTUP.............................................................................................      17
A.   Kesimpulan ............................................................................................      17
B.   Saran .......................................................................................................      17
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................      18










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan anda berkomentar, tapi yang sopan dan sifatnya membangun yaa...??