<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205</id><updated>2012-02-15T23:50:43.950-08:00</updated><category term='makalah ekonomi'/><category term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><category term='TIPS'/><category term='MOTIVASI'/><category term='MAKALAH HUKUM'/><category term='MAKALAH KESEHATAN'/><category term='MAKALAH KOMPUTER'/><category term='LOWONGAN KERJA'/><category term='MAKALAH POLITIK'/><category term='PROMO'/><category term='ARTIKEL'/><category term='MAKALAH AL-ISLAM'/><category term='MAKALAH ADMINISTRASI NEGARA'/><title type='text'>CV. SYASA PRATAMA GROUP</title><subtitle type='html'>UNIT USAHA:
1. NURUL DATA PRINT
   melayani: Pengetikan, Print Data, Burning Data,    
   Pembuatan Makalah, Photo Copy &amp;amp; ATK
2. warnet &amp;quot;NURDZA Net&amp;quot;
   Melayani: Internet &amp;amp; Rental Komputer
3. Depot Air Minum Isi Ulang &amp;quot;DZAKI AIR MAS&amp;quot;
   Melayani: Pesan  Antar Gratis Air Galon &amp;amp;  
   Menjual Galon
alamat : JL. Kampus UMMU (Depan Madrasah Aliyah Sasa)Ternate - Maluku Utara</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-5981886248609618974</id><published>2011-03-23T00:12:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T00:12:30.885-07:00</updated><title type='text'>MAKALAH PERILAKU KONSUMEN DALAM ILMU EKONOMI MIKRO</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tugaskuliah.info/2010/01/makalah-perilaku-konsumen-dalam-ilmu.html?showComment=1300862518611#c4873530066578217312"&gt;MAKALAH PERILAKU KONSUMEN DALAM ILMU EKONOMI MIKRO&lt;/a&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-5981886248609618974?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.tugaskuliah.info/2010/01/makalah-perilaku-konsumen-dalam-ilmu.html?showComment=1300862518611#c4873530066578217312' title='MAKALAH PERILAKU KONSUMEN DALAM ILMU EKONOMI MIKRO'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/5981886248609618974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-perilaku-konsumen-dalam-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/5981886248609618974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/5981886248609618974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-perilaku-konsumen-dalam-ilmu.html' title='MAKALAH PERILAKU KONSUMEN DALAM ILMU EKONOMI MIKRO'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-1065969981102116327</id><published>2011-03-17T11:38:00.000-07:00</published><updated>2011-03-17T11:38:27.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>8 macam Kecerdasan Manusia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
Kecerdasan anak bukan hanya diukur dari nilai akadernik saja, Janganlah tergesa – gesa mengecap “bodoh” kepada anak karena dalam diri anak terdapat macam – macam kemampuan yang dapat digali. Kemampuan itu, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kecerdasan linguistik&lt;br /&gt;
Kemampuan dalam menggunakan bahasa untuk menceritakan suatu kejadian, membangun kepercayaan dan kedekatan, mengembangkan argumen logika,dan mengungkapkan ekspresi, seperti yang tampak pada jaksa, wartawan, reporter, salesman, atau guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kecerdasan logika – matematika&lt;br /&gt;
Kemampuan menggunakan angka – angka untuk menghitung, menggunakan, dan menerapkan konsep matematis dalarn kehidupan sehari – hari, menganalisis berbagai permasalahan secara logis, serta menelaah berbagai permasalahan secara ilmiah.&lt;br /&gt;
kamampuan ini kelak akan dibutuhkan oleh seorang akuntan, ahli statistik, insinyur, ilmuwan, dan pedagang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kecerdasan musikal&lt;br /&gt;
Kemampuan mengembangkan teknik musikal, merespons musik dan menginterpretasi bentuk dan ide musikal, serta menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif. Kemampuan yang menonjol di bidang ini akan membawa anak melangkah dalam menekuni dunia musik, dan kelak bisa menjadi konduktor, pencipta lagu, dan penyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Kecerdasan ruang atau kecerdasan spasial&lt;br /&gt;
Kemampuan mengenali arti ruang secara akurat, menginterpretasikan ide grafis serta menerjemahkan pola ruang secara tepat. Kemampuan yang menonjol di bidang ini ditemukan pada orang – orang yang berprofesi sebagai fotografer, dekorator ruang, perancang busana, arsitek, atau pembuat film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Kecerdasan kinestesis&lt;br /&gt;
Kamampuan menggunakan seluruh atau sebagian dari tubuh untuk melakukan sesuatu, membangun kedekatan serta mendukung orang lain, dan menggunakannya untuk menciptakan bentuk ekspresi baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelak seorang anak dapat mejadi pengrajin, atlet, aktor, penari, atau koreografer tari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kecerdasan2. Kecerdasan logika – matematika&lt;br /&gt;
Kemampuan untuk mengorganisasikan orang lain dan mengomunikasikan secara jelas apa yang perlu dilakukan, berempati kepada prang lain, membedakan dan menginterpretasikan berbagai jenis kornunikasi dengan prang lain, memahami hasrat, dan motivasi orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang terasah kecerdasan interpersonalnya kelak dapat menjadi seorang manajer, politisi, diplomat, guru, atau konsultan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Kecerdasan intrapersonal&lt;br /&gt;
Kemampuan menilai kekuatan, kelemahan, bakat, ketertarikan diri sendiri serta menggunakannya untuk menentukan tujuan, menyusun, dan mengembangkan konsep dan teori berdasarkan pemeriksaan ke dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan untuk rnemahami perasaan,intuisi, temperamen,dan menggunakannya untuk mengekspresikan pandangan pribadi, seperti yang tampak pada ahli filsafat, psikolog, dan penulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Kecerdasan naturalis&lt;br /&gt;
Kemampuan mengenali,mengelompokkan,dan menggambarkan berbagai macam keistimewaan yang ada di lingkungannya. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis ini kelak dapat menjadi ahli biologi atau ahli konservasi lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pustaka&lt;br /&gt;
Menu sehat dan Kreatif untuk meningkatkan kecerdasan anak, oleh Ayu Bulan Febry K. D., SKM dan dr. Zulfito Marendra, Gagas Media&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-1065969981102116327?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/1065969981102116327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/8-macam-kecerdasan-manusia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1065969981102116327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1065969981102116327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/8-macam-kecerdasan-manusia.html' title='8 macam Kecerdasan Manusia'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3287564679242655454</id><published>2011-03-15T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T07:55:22.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH AL-ISLAM'/><title type='text'>makalah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://www.fatihsyuhud.com/"&gt;http://www.fatihsyuhud.com&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-3287564679242655454?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/3287564679242655454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3287564679242655454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3287564679242655454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah.html' title='makalah'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3103719678340061639</id><published>2011-03-15T04:57:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T04:57:55.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Menulis Mampu Melatih Instuisi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://edittag.blogspot.com/"&gt;http://edittag.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-3103719678340061639?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/3103719678340061639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/menulis-mampu-melatih-instuisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3103719678340061639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3103719678340061639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/menulis-mampu-melatih-instuisi.html' title='Menulis Mampu Melatih Instuisi'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-806515476981091912</id><published>2011-03-10T06:18:00.001-08:00</published><updated>2011-03-10T06:18:55.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH HUKUM'/><title type='text'>Hukum Indonesia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari'at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum perdata Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.&lt;br /&gt;
* Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.&lt;br /&gt;
* Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda)), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.&lt;br /&gt;
* Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan hukum publik (C.S.T Kansil).Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum tata negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang negara, yaitu antara lain dasar pendirian, struktur kelembagaan, pembentukan lembaga-lembaga negara, hubungan hukum (hak dan kewajiban) antar lembaga negara, wilayah dan warga negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum tata usaha (administrasi) negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum tata saha (administrasi) negara adalah hukum yang mengatur kegiatan administrasi negara. Yaitu hukum yang mengatur tata pelaksanaan pemerintah dalam menjalankan tugasnya . hukum administarasi negara memiliki kemiripan dengan hukum tata negara.kesamaanya terletak dalam hal kebijakan pemerintah ,sedangkan dalam hal perbedaan hukum tata negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi/hukum dasar yang digunakan oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah,untuk hukum administrasi negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum acara perdata Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum acara perdata Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum perdata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum acara pidana Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum pidana. Hukum acara pidana di Indonesia diatur dalam UU nomor 8 tahun 1981.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asas dalam hukum acara pidana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asas didalam hukum acara pidana di Indonesia adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Asas perintah tertulis, yaitu segala tindakan hukum hanya dapat dilakukan berdasarkan perintah tertulis dari pejabat yang berwenang sesuai dengan UU.&lt;br /&gt;
* Asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan, jujur, dan tidak memihak, yaitu serangkaian proses peradilan pidana (dari penyidikan sampai dengan putusan hakim) dilakukan cepat, ringkas, jujur, dan adil (pasal 50 KUHAP).&lt;br /&gt;
* Asas memperoleh bantuan hukum, yaitu setiap orang punya kesempatan, bahkan wajib memperoleh bantuan hukum guna pembelaan atas dirinya (pasal 54 KUHAP).&lt;br /&gt;
* Asas terbuka, yaitu pemeriksaan tindak pidana dilakukan secara terbuka untuk umum (pasal 64 KUHAP).&lt;br /&gt;
* Asas pembuktian, yaitu tersangka/terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian (pasal 66 KUHAP), kecuali diatur lain oleh UU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum antar tata hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum antar tata hukum adalah hukum yang mengatur hubungan antara dua golongan atau lebih yang tunduk pada ketentuan hukum yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum adat di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel utama: Hukum Adat di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum adat adalah seperangkat norma dan aturan adat yang berlaku di suatu wilayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Islam di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Islam di Indonesia belum bisa ditegakkan secara menyeluruh, karena akan bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia itu sendiri. Hukum Islam berasal dari Al Quran, sedangkan hukum di Indonesia berasal dari Pancasila dan UUD 1945. Dalam hukum Islam, berzina dihukum rajam, sedangkan di Indonesia berzina hukumannya adalah penjara, jadi dalam hukum Islam tidak mengenal penjara, karena dalam penjara tidak ada penghapusan dosa sebagai ganti hukuman di akhirat. Apabila di dunia orang yang bersalah telah dihukum sesuai syariat Islam, maka di akhirat orang tersebut sudah tidak diproses lagi, karena telah diproses sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kitab-Nya, Al Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam Al Quran surat 5:44, Barangsiapa yang memutuskan sesuatu tidak dengan yang Allah turunkan, maka termasuk orang yang kafir". Demikian juga dalam ayat 45, dan 47. Jadi umat Islam harus menegakkan hukum syariat Islam secara keseluruhan, karena Allah telah memerintahkan agar ummat-Nya masuk Islam secara keseluruhan (QS 2:208).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Advokat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak berlakunya UU nomor 18 tahun 2003 tentang advokat, sebutan bagi seseorang yang berprofesi memberikan bantuan hukum secara swasta - yang semula terdiri dari berbagai sebutan, seperti advokat, pengacara, konsultan hukum, penasihat hukum - adalah advokat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Advokat dan pengacara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua istilah ini sebenarnya bermakna sama, walaupun ada beberapa pendapat yang menyatakan berbeda. Sebelum berlakunya UU nomor 18 tahun 2003, istilah untuk pembela keadilan plat hitam ini sangat beragam, mulai dari istilah pengacara, penasihat hukum, konsultan hukum, advokat dan lainnya. Pengacara sesuai dengan kata-kata secara harfiah dapat diartikan sebagai orang yang beracara, yang berarti individu, baik yang tergabung dalam suatu kantor secara bersama-sama atau secara individual yang menjalankan profesi sebagai penegak hukum plat hitam di pengadilan. Sementara advokat dapat bergerak dalam pengadilan, maupun bertindak sebagai konsultan dalam masalah hukum, baik pidana maupun perdata. Sejak diundangkannya UU nomor 18 tahun 2003, maka istilah-istilah tersebut distandarisasi menjadi advokat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu yang membedakan keduanya yaitu Advokat adalah seseorang yang memegang izin ber"acara" di Pengadilan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman serta mempunyai wilayah untuk "beracara" di seluruh wilayah Republik Indonesia sedangkan Pengacara Praktek adalah seseorang yang memegang izin praktek / beracara berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi setempat dimana wilayah beracaranya adalah "hanya" diwilayah Pengadilan Tinggi yang mengeluarkan izin praktek tersebut. Setelah UU No. 18 th 2003 berlaku maka yang berwenang untuk mengangkat seseorang menjadi Advokat adalah Organisasi Advokat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsultan hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsultan hukum atau dalam bahasa Inggris counselor at law atau legal consultant adalah orang yang berprofesi memberikan pelayanan jasa hukum dalam bentuk konsultasi, dalam sistem hukum yang berlaku di negara masing-masing. Untuk di Indonesia, sejak UU nomor 18 tahun 2003 berlaku, semua istilah mengenai konsultan hukum, pengacara, penasihat hukum dan lainnya yang berada dalam ruang lingkup pemberian jasa hukum telah distandarisasi menjadi advokat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaksa dan polisi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua institusi publik yang berperan aktif dalam menegakkan hukum publik di Indonesia adalah kejaksaan dan kepolisian. Kepolisian atau polisi berperan untuk menerima, menyelidiki, menyidik suatu tindak pidana yang terjadi dalam ruang lingkup wilayahnya. Apabila ditemukan unsur-unsur tindak pidana, baik khusus maupun umum, atau tertentu, maka pelaku (tersangka) akan diminta keterangan, dan apabila perlu akan ditahan. Dalam masa penahanan, tersangka akan diminta keterangannya mengenai tindak pidana yang diduga terjadi. Selain tersangka, maka polisi juga memeriksa saksi-saksi dan alat bukti yang berhubungan erat dengan tindak pidana yang disangkakan. Keterangan tersebut terhimpun dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang apabila dinyatakan P21 atau lengkap, akan dikirimkan ke kejaksaan untuk dipersiapkan masa persidangannya di pengadilan. Kejaksaan akan menjalankan fungsi pengecekan BAP dan analisa bukti-bukti serta saksi untuk diajukan ke pengadilan. Apabila kejaksaan berpendapat bahwa bukti atau saksi kurang mendukung, maka kejaksaan akan mengembalikan berkas tersebut ke kepolisian, untuk dilengkapi. Setelah lengkap, maka kejaksaan akan melakukan proses penuntutan perkara. Pada tahap ini, pelaku (tersangka) telah berubah statusnya menjadi terdakwa, yang akan disidang dalam pengadilan. Apabila telah dijatuhkan putusan, maka status terdakwa berubah menjadi terpidana. &lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-806515476981091912?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/806515476981091912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/hukum-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/806515476981091912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/806515476981091912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/hukum-indonesia.html' title='Hukum Indonesia'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-4283928836229023509</id><published>2011-03-09T06:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T06:16:06.251-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROMO'/><title type='text'>LPKI NURDZA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-4kVvCTv7Fhk/TXcziu86RJI/AAAAAAAAACs/Ip3CrW45A7A/s1600/LOGO+LPKI+NURDZA+TTE-FIX.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh4.googleusercontent.com/-4kVvCTv7Fhk/TXcziu86RJI/AAAAAAAAACs/Ip3CrW45A7A/s320/LOGO+LPKI+NURDZA+TTE-FIX.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
I.    LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;
Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mendukung kelanjutan pembangunan di indonesia laju pertumbuhan disegala bidang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kualitas unggul dalam arus globalisasi saat ini, kualitas sumber daya manusia tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektualnya semata, tetapi harus ditambah dengan kemampuan berkomunikasi dan penguasaan teknologi informasi.&lt;br /&gt;
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dalam era globalisasi sekarang ini keterampilan menggunakan komputer memegang peranan penting dalam pengembangan bidang industri. Terlebih lagi dalam mengantisipasi era pasar bebas yang akan dipenuhi oleh persaingan di segala bidang.&lt;br /&gt;
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang memenuhi tuntutan dinamika pembangunan di Indonesia maka dibutuhkan semua pelaku manajemen yang memiliki keahlian di bidang komputer.&lt;br /&gt;
Sedangkan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dewasa ini semakin mendesak untuk dikuasai sejak dini, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam era globalisasi sekarang ini keterampilan menggunakan bahasa inggris memegang peranan penting dalam semua aspek kehidupan. Mereka yang tidak menguasainya akan sulit memenangkan persaingan&lt;br /&gt;
Keterampilan berbahasa inggris dapat diperoleh melaui pembiasaan diri menggunakannya dalam berkomunikasi sehari-hari. Pembiasaan diri tersebut apabila tidak dimulai sejak dini akan terasa sulit untuk dapat diwujudkan. Pemerintah saat ini telah menyadari hal tersebut terbukti dengan telah memasukan pelajaran bahasa inggris kedalam kurikulum pendidikan dasar&lt;br /&gt;
Di negri tercinta kita Indonesia, Bahasa Inggris sangat penting karena untuk masuk sekolah faporitpun salah satu ujian tes masuknya adalah bahasa inggris, selain untuk tes masuk sekolah faporit, Bahasa Inggris juga digunakan untuk tes masuk ke dunia kerja bahkan Bahasa Inggris pun digunakan untuk ujian nasional&lt;br /&gt;
Pentingnya kedua hal tersebut diatas menuntut kita untuk mempelajari hal tersebut sejak dini. Oleh sebab itu LPKI-NURDZA Ternate menyediakan sarana untuk mempelajari Bahasa Inggris dan Komputer dimulai dari tingkat SD sampai karyawan (umum) karena dengan mengadakan pengenalan Bahasa dan Komputer diharapkan natinya mereka terbiasa dengan hal-hal yang diajarkan sejak dini.&lt;br /&gt;
Metode yang digunakan oleh LPKI-NURDZA Ternate untuk Bahasa Inggris adalah FAIES yaitu panyampain materi 60% menggunakan bahasa inggris dan Instruktur atau guru harus bisa menyampaikan materi dua arah atau dengan kata lain suasana kelas harus ada interaksi dari siswa dan guru dengan menggunakan Bahasa Inggris, sedangkan untuk Komputer pembukaan kelas baru dibuka setiap bulan agar pembelajaran dalam satu kelas bisa seragam dan sistematis, metode yang digunakan yaitu penyampaian materi langsung praktek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
II.    VISI DAN MISI&lt;br /&gt;
A.    Visi :&lt;br /&gt;
Terwujudnya tamatan yang menjadi tenaga kerja yang terampil di bidang computer dan Bahasa Inggris sesuai dengan tingkat kebutuhan dunia usaha dan industri untuk menghadapi era globalisasi sekarang ini.(Young The Creatife Of Training Centre). Memiliki kepribadian Islam dan memiliki orientasi interpreneurship.&lt;br /&gt;
B.    Misi : &lt;br /&gt;
Menghasilkan tamatan yang memiliki keterampilan sesuai dengan tuntutan dunia kerja serta menjadi warga masyarakat yang produktif, kreatif, profesional, dengan :&lt;br /&gt;
    Meningkatkan kinerja peserta pelatihan&lt;br /&gt;
    Meningkatkan peran serta DU/DI, dan pemerintah dalam pengembangan, pengelolaan &lt;br /&gt;
lembaga.&lt;br /&gt;
    Meningkatkan sistem pembelajaran diklat secara profesional di lembaga.&lt;br /&gt;
    Memanfaatkan sumber daya lembaga secara optimal.&lt;br /&gt;
    Mengembangkan / meningkatkan sumber daya lembaga secara terus menerus. &lt;br /&gt;
    Merekrut tenaga pengajar yang professional sesuai bidang keahliannya masing-masing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III.    TUJUAN&lt;br /&gt;
1.    Membantu pemerintah dalam mencetak SDM yang memiliki keterampilan computer dan bahasa Inggris dan memiliki kepribadian Islam yang kuat serta memiliki pola pikir interpreneurship agar mampu bersaing di era globalisasi dan pasar bebas.&lt;br /&gt;
2.    Mengurangi tingkat pengangguran, menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;
3.    Menanamkan keterampilan computer dan bahasa inggris  sejak dini&lt;br /&gt;
IV.    PROGRAM :&lt;br /&gt;
LPKI-NURDZA Ternate membukaProgram : &lt;br /&gt;
A.    APLIKASI KOMPUTER PLUS&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.    Program keahlian Orientasi Kerja (3 bulan)&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.    Administrasi Perkantoran (Word, Exel, Power Point + Kewirausahaan+ keislaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b.    Desain grafis (Corel Draw dan Photoshop + Kewirausahaan+ keislaman)&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.    Program pilihan (12 x pertemuan = 1 x 2 jam)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. MS. Office&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Corel Draw &amp;amp; photoshop&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3.    Computer Kids (Tingkat SD) (24 x pertemuan = 1 x 1 jam ) &lt;br /&gt;
B.    BAHASA INGGRIS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
V.    Sistem Penyelenggaraan&lt;br /&gt;
•    Metode pelatihan adalah teori singkat dan praktek langsung dengan komputer (satu orang satu komputer)&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengerjakan latihan atau kasus dengan dibimbing oleh instruktur.&lt;br /&gt;
•    Materi pelatihan kami kemas dalam paket yang terstruktur dan berjenjang.&lt;br /&gt;
•    Pelatihan kami selenggarakan secara terjadual dalam beberapa gelombang&lt;br /&gt;
•    Untuk setiap program pelatihan akan diberikan materi tambahan berupa kewirausahaan  dan ke Islaman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
VI.    Fasilitas&lt;br /&gt;
Paket Fasilitas Pelatihan Untuk Tiap Peserta&lt;br /&gt;
1.    Internet &lt;br /&gt;
2.    Modul &amp;amp; Handout&lt;br /&gt;
3.    Blocknote&lt;br /&gt;
4.    CD data atau latihan&lt;br /&gt;
5.    Sertifikat &amp;amp; T-shirt&lt;br /&gt;
VII. INSTRUKTUR&lt;br /&gt;
Dari&amp;nbsp; Kalangan Akademisi yang cukup berpengalaman dan memiliki kompetensi mengajar &amp;amp; mendidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendaftaran dibuka mulai sekarang sampai Akhir April 2011 &lt;br /&gt;
untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi Panitia Penerimaan Peserta :&lt;br /&gt;
LPKI- NURDZA Ternate&lt;br /&gt;
alamat : Jl. KH. Ahmad Dahlan (Jl. Kampus UMMU) Depan Madrasah Aliyah Kel. Sasa&lt;br /&gt;
HP. 081356694279 - 085298198377&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-4283928836229023509?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/4283928836229023509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/lpki-nurdza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4283928836229023509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4283928836229023509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/lpki-nurdza.html' title='LPKI NURDZA'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-4kVvCTv7Fhk/TXcziu86RJI/AAAAAAAAACs/Ip3CrW45A7A/s72-c/LOGO+LPKI+NURDZA+TTE-FIX.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8209874349223736771</id><published>2011-03-09T05:41:00.001-08:00</published><updated>2011-03-09T05:41:55.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH HUKUM'/><title type='text'>Definisi Hukum Pidana</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
a. Edmund Mezger&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aturan hukum yang mengikatkan kepada suatu perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu suatu akibat berupa pidana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya hukum pidana berpokok pada :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Artinya perbuatan yang dilakukan orang yang memungkinkan adanya penjatuhan pidana. &lt;br /&gt;
- Perbuatan yang dapat dipidana&lt;br /&gt;
- Perbuatan jahat (Verbrechen/crime) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidana adalah penderitaan yang sengaja dibebankan kepada orang yang melakukan perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu itu. Pidana dapat berupa sanksi pidana atau tindakan tata tertib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pompe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana adalah semua aturan-aturan hukum yang menetukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana itu sama halnya dengan hukum tata negara, hukum perdata dan lain-lain bagian dari hukum, biasanya diartikan sebagai suatu keseluruhan dari peraturan-peraturan yang sedikit banyak bersifat umum yang abstrahir dari keadaan-keadaan yang bersifat konkret. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Simons&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Keseluruhan larangan atau perintah yang oleh negara diancam dengan nestapa yaitu suatu pidana apabila tidak ditaati.&lt;br /&gt;
- Keseluruhan peraturan yang menetapkan syarat-syarat untuk penjatuhan pidana&lt;br /&gt;
- Keseluruhan ketentuan yang memberikan dasar untuk penjatuhan dan penerapan pidana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Van Hamel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseluruhan dasar dan aturan yang dianut oleh negara dalam kewajibannya untuk menegakkan hukum, yaitu dengan melarang apa yang bertentangan dengan hukum (onrecht) dan mengenakan suatu nestapa (penderitaan kepada yang melanggar larangan tersebut)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Moeljatno&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana adalah bagian dari keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara yang mengadakan dasar-dasar dan aturan-aturan untuk :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan, yang dilarang, dengan disertai ancaman atau sanksi yang berupa pidana  tertentu bagi barangsiapa yang melanggar larangan tersebut&lt;br /&gt;
- Menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yang telah melanggar larangan-larangan itu  dapat dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimana yang telah diancamkan&lt;br /&gt;
- Menentukan dengan cara bagaimana pengenaan pidana itu dapat dilaksanakan apabila ada orang yang disangka telah melanggar larangan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Wirjono Prodjodikoro &lt;br /&gt;
f. Wirjono Prodjodikoro &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hukum pidana adalah peraturan hukum mengenai pidana. Kata  “pidana” berarti hal yang “dipidanakan” yaitu oleh instansi yang berkuasa dilimpahkan kepada seorang oknum sebagai hal yang tidak enak dirasakannya dan juga hal yang tidak sehari-hari dilimpahkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. WLG. LEMAIRE, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana itu terdiri dari norma-norma yang berisi keharusan-keharusan dan larangan-larangan yang (oleh pembentuk UU) telah dikaitkan dengan suatu sanksi berupa hukuman yakni suatu penderitaan yang bersifat khusus. Dengan demikian dapat juga dikatakan bahwa hukum pidana itu merupakan suatu sistem norma yang menentukan terhadap tindakan-tindakan yang mana (hal melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu dimana terdapat suatu keharusan untuk melakukan sesuatu) dan dalam keadaan-keadaan bagaimana hukuman itu dapat dijatuhkan serta hukuman yang bagaimana yang dapat dijatuhkan bagi tindakan-tindakan tersebut. (pengertian ini nampaknya dalam arti hukum pidana materil). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h. WFC. HATTUM &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hukum pidana (positif) adalah suatu keseluruhan dari asas-asas dan peraturan-peraturan yang diikuti oleh negara atau suatu masyarakat hukum umum lainnya, dimana mereka itu sebagai pemelihara dari ketertiban hukum umum telah melarang dilakukannya tindakan-tindakan yang bersifat melanggar hukum dan telah mengaitkan pelanggaran terhadap peaturan-peraturannya denagan suatu penderitaan yang bersifat khusus berupa hukuman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
i. KANSIL &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum pidana adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum, perbuatan mana diancam dengan hukuman yang merupakan suatu penderitaan atau siksaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
j. ADAMI CHAZAWI,  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari garis besarnya, dengan berpijak pada kodifikasi sebagai sumber utama atau sumber pokok hukum pidana, hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik yang memuat/berisi ketentuan-ketentuan tentang :&lt;br /&gt;
•    Aturan-aturan hukum pidana dan (yang dikaitkan/berhubungan denagan) larangan melakukan perbuatan-perbuatan (aktif/positif) maupun pasif/negatif) tertentu yang diserti dengan ancaman sanksi berupa pidana (straf) bagi yang melanggar larangan itu.&lt;br /&gt;
•    Syarat-syarat tertentu (kapankah) yang harus dipenuhi/harus ada bagi si pelanggar untuk dapat dijatuhkanya sanksi pidana yang diancamkan pada larangan perbuatan yang dilanggarnya.&lt;br /&gt;
•    Tindakan dan upaya-upaya yang boleh atau harus dilakukan negara melalui alat-alat perlengkapannya (misalnya polisi, jaksa, hakim), terhadap yang disangka dan di dakwa sebagai pelanggar hukum pidana dalam rangka usaha negara menentukan, menjatuhkan dan melaksanakan sanksi pidana terhadap dirinya, serta tindakan dan upaya-upaya yang boleh dan harus dilakukan oleh tersangka/terdakwa pelanggar hukum tersebut dalam usaha melindungi dan mempertahankan hak-haknya dari tindakan negara dalam upaya negara menegakkan hukum pidana tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam arti bekerjanya, hukum pidana dapat dibedakan menjadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. hukum pidana objektif (ius poenale) yang meliputi hukum pidana materiel (peraturan tentang syarat bilamanakah, siapakah, dan bagaimanakah sesuatu itu dapat dipidana), serta hukum pidana formil (hukum acara pidana: hukum yang mengatur tentang cara hukum pidana materiel dapat dilaksanakan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. hukum pidana subjektif (ius puniendi) yaitu hukum yang memberikan&lt;br /&gt;
kekuasaan untuk menetapkan ancaman pidana, menetapkan putusan, dan&lt;br /&gt;
melaksanakan pidana yang hanya dibebankan kepada negara atau pejabat yang ditunjuk untuk itu. (Bambang Poernomo)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam redaksi yang lain Sudarto menjelaskan bahwa hukum pidana objektif (ius poenale) adalah aturan hukum yang mengikatkan kepada suatu perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu suatu akibat yag berupa pidana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan hukum pidana subjektif (ius peniendi) adalah hak dari negara atau alat-alat perlengkapannya untuk mengenakan atau mengancam pidana terhadap perbuatan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8209874349223736771?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8209874349223736771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/definisi-hukum-pidana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8209874349223736771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8209874349223736771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/definisi-hukum-pidana.html' title='Definisi Hukum Pidana'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-4159558755594033872</id><published>2011-03-08T23:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T23:53:52.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
A. Pengertian, definisi, peranan dan ruang lingkup epidemiologi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pengertian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu (Epi=pada, Demos=penduduk, logos = ilmu), dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Definisi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak definisi tentang Epidemiologi, beberapa diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. W.H. Welch&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular. Dalam perkembangannya, masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Mausner dan Kramer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Last&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Mac Mahon dan Pugh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Omran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. W.H. Frost&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Azrul Azwar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Frekuensi masalah kesehatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Penyebaran masalah kesehatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Peranan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ruang lingkup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja, tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Diantaranya masalah keluarga berencana, masalah kesehatan lingkungan, pengadaan tenaga kesehatan, pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian, subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Masalah kesehatan pada sekelompok manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia, apakah itu menyangkut masalah penyakit, keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik, maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Natural history of deseases&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riwayat alamiah suatu penyakit dapat digolongkan dalam 5 tahap :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pre Patogenesis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap ini telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk ke dalam tubuh. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit dan daya tahan tubuh penjamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tahap inkubasi (sudah masuk Patogenesis)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahap ini biit penyakit masuk ke tubuh penjamu, tetapi gejala-gejala penyakit belum nampak. Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda. Kolera 1-2 hari, yang bersifat menahun misalnya kanker paru, AIDS dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tahap penyakit dini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap ini mulai dihitung dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih ringan dan masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Bila penyakit segera diobati, mungkin bisa sembuh, tetapi jika tidak, bisa bertambah parah. Hal ini terganting daya tahan tubuh manusia itu sendiri, seperti gizi, istirahat dan perawatan yang baik di rumah (self care).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tahap penyakit lanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila penyakit penjamu bertambah parah, karena tidak diobati/tidak tertur/tidak memperhatikan anjuran-anjuran yang diberikan pada penyakit dini, maka penyakit masuk pada tahap lanjut. Penjamu terlihat tak berdaya dan tak sanggup lagi melakukan aktifitas. Tahap ini penjamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Tahap penyakit akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap akhir dibagi menjadi 5 keadaan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Sembuh sempurna (bentuk dan fungsi tubuh penjamu kembali berfungsi seperti keadaan sebelumnya/bebeas dari penyakit)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Sembuh tapi cacat ; penyakit penjamu berakhir/bebas dari penyakit, tapi kesembuhannya tak sempurna, karena terjadi cacat (fisik, mental maupun sosial) dan sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ-organ tubuh penjamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Karier : pada karier perjalanan penyakit seolah terhenti, karena gejala penyakit tak tampak lagi, tetapi dalam tubuh penjamu masih terdapat bibit penyakit, yang pada suatu saat bila daya tahan tubuh penjamu menurun akan dapat kembuh kembali. Keadaan ini tak hanya membahayakan penjamu sendiri, tapi dapat berbahaya terhadap orang lain/masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reservoir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Kronis ; pada tahap ini perjalanan penyakit tampak terhenti, tapi gejala-gejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain tidak bertambah berat maupun ringan. Keadaan ini penjamu masih tetap berada dalam keadaan sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Meninggal ; Apabila keadaan penyakit bertambah parah dan tak dapat diobati lagi, sehingga berhentinya perjalanan penyakit karena penjamu meninggal dunia. Keadaan ini bukanlah keadaan yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Upaya pencegahan dan ukuran frekuensi penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kesehatan masyarakat ada 5 (lima) tingkat pencegahan penyakit menurut Leavell and Clark. Pada point 1 dan 2 dilakukan pada masa sebelum sakit dan point 3,4,5 dilakukan pada masa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Peningkatan kesehatan (health promotion)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Penyediaan makanan sehat dan cukup (kualitas maupun kuantitas)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, misalnya penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan tinja dan limbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Misal untuk kalangan menengah ke atas di negara berkembang terhadap resiko jantung koroner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Olahraga secara teratur sesuai kemampuan individu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Kesempatan memperoleh hiburan demi perkembangan mental dan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Nasihat perkawinan dan pendidikan seks yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Memberikan immunisasi pada golongan yang rentan untuk mencegah penyakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Isolasi terhadap penderita penyakit menular, misal yang terkena flu burung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat umum maupun tempat kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, bahan-bahan racun maupun alergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Pengendalian sumber-sumber pencemaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Penegakkan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Mencari kasus sedini mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan . Misalnya pemeriksaan darah, rontgent paru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit menular (contact person) untuk diawasi agar bila penyakitnya timbul dapat segera diberikan pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Meningkatkan keteraturan pengobatan terhadap penderita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pembatasan kecacatan (dissability limitation)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh dan tak terjadi komplikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pemulihan kesehatan (rehabilitation)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beaglehole (WHO, 1993) membagi upaya pencegahan menjadi 3 bagian : primordial prevention (pencegahan awal) yaitu pada pre patogenesis, primary prevention (pencegahan pertama) yaitu health promotion dan general and specific protection , secondary prevention (pencegahan tingkat kedua) yaitu early diagnosis and prompt treatment dan tertiary prevention (pencegahan tingkat ketiga) yaitu dissability limitation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ukuran frekuensi penyakit menunjukkan kepada besarnya masalah kesehatan yang terdapat pada kelompok manusia/masyarakat. Artinya bila dikaitkan dengan masalah penyakit menunjukkan banyaknya kelompok masyarakat yang terserang penyakit. Untuk mengetahui frekuensi masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok orang/masyarakat dilakukan langkah-langkah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Menemukan masalah kesehatan, melalui cara : penderita yang datang ke puskesmas, laporan dari masyarakat yang datang ke puskesmas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Research/survei kesehatan. Misal : Survei Kesehatan Rumah Tangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Studi kasus. Misal : kasus penyakit pasca bencana tsunami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Penelitian epidemiologi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara sederhana, studi epidemiologi dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Epidemiologi deskriptif, yaitu Cross Sectional Study/studi potong lintang/studi prevalensi atau survei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Epidemiologi analitik : terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Non eksperimental :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Studi kohort / follow up / incidence / longitudinal / prospektif studi. Kohort diartiakan sebagai sekelompok orang. Tujuan studi mencari akibat (penyakitnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Studi kasus kontrol/case control study/studi retrospektif. Tujuannya mencari faktor penyebab penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Studi ekologik. Studi ini memakai sumber ekologi sebagai bahan untuk penyelidikan secara empiris faktor resiko atau karakteristik yang berada dalam keadaan konstan di masyarakat. Misalnya, polusi udara akibat sisa pembakaran BBM yang terjadi di kota-kota besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Eksperimental. Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi, kontrol, terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya. Studi eksperimen dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Clinical Trial. Contoh :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a) Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b) Pemberian Tetanus Toxoid pada ibu hamil untuk menurunkan frekuensi Tetanus Neonatorum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Community Trial. Contoh : Studi Pemberian zat flourida pada air minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Epidemiologi keperawatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau keperawatan kesehatan masyarakat, dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi dan evaluasi literatur riset epidemiologi. Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan, disajikan sebagai alat untuk memperkirakan kebutuhan masyarakat. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit, dan peningkatan kesehatan. Riset/studi epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal penyakit, pola terjadinya penyakit, dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit, sebagai informasi awal untuk CHN. Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat, mendeteksi segera dan pengobatan penyakit, serta meminimalkan kecacatan. Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari host/tuan rumah yang rentan, pengurangan kelangsungan hidup agent, penambahan resistensi host dan mengubah kejadian hubungan host, agent, dan lingkungan. Kedua, program mengurangi resiko dan screening, ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi, sebagai dasar untuk pengkajian individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Konsep Dasar Terjadinya Penyakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu penyakit timbul akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik dari agen, induk semang atau lingkungan. Bentuk ini tergambar didalam istilah yang dikenal luas dewasa ini. Yaitu penyebab majemuk (multiple causation of disease) sebagai lawan dari penyebab tunggal (single causation).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam usaha para ahli untuk mengumpulkan pengetahuan mengenai timbulnya penyakit, mereka telah membuat model-model timbulnya penyakit dan atas dasar model-model tersebut dilakukan eksperimen terkendali untuk menguji sampai dimana kebenaran dari model-model tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah 1) segitiga epidemiologi (the epidemiologic triangle) 2) jaring-jaring sebab akibat (the web of causation) dan 3) roda (the wheel).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.1 Segitiga Epidemiologi (lihat gambar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.2 Jaring-Jaring Sebab Akibat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan mengubah keseimbangan antara mereka, yang berakibat bertamba atau berkurangnya penyakit yang bersangkutan. (lihat gambar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut model ini, suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.3 Roda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat, model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Besarnya peranan dari masing-masing lingkungan bergantung pada penyakit yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh peranan lingkungan sosial lebih besar dari yang lainnya pada stress mental, peranan lingkungan fisik lebih besar dari lainnya pada sunburn, peranan lingkungan biologis lebih besar dari lainnya pada penyakit yang penularannya melalui vektor (vektor borne disease) dan peranan inti genetik lebih besar dari lainnya pada penyakit keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan model-model tersebut diatas hendaknya ditunjukkan bahwa pengetahuan yang lengkap mengenai mekanisme-mekanisme terjadinya penyakit tidaklah diperuntukkan bagi usaha-usaha pemberantasan yang efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena banyaknya interaksi-interaksi ekologis maka seringkali kita dapat mengubah penyebaran penyakit dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya tanpa intervensi langsung pada penyebab penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penyakit Menular&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan (berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain, baik secara langsung maupun melalui perantara). Penyakit menular ini ditandai dengan adanya (hadirnya) agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu penyakit dapat menular dari orang yang satu kepada yang lain ditentukan oleh 3 faktor tersebut diatas, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Agen (penyebab penyakit)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Host (induk semang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Route of transmission (jalannya penularan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila diumpamakan berkembangnya suatu tanaman, dapat diumpamakan sebagai biji (agen), tanah (host) dan iklim (route of transmission).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1 Agen-Agen Infeksi (Penyebab Infeksi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk hidup sebagai pemegang peranan penting didalam epidemiologi yang merupakan penyebab penyakit dapat dikelompokkan menjadi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Golongan virus, misalnya influenza, trachoma, cacar dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Golongan riketsia, misalnya typhus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Golongan bakteri, misalnya disentri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Golongan protozoa, misalnya malaria, filaria, schistosoma dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Golongan jamur, yakni bermacam-macam panu, kurap dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Golongan cacing, yakni bermacam-macam cacing perut seperti ascaris (cacing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gelang), cacing kremi, cacing pita, cacing tambang dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar supaya agen atau penyebab penyakit menular ini tetap hidup (survive) maka perlu persyaratan-persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Berkembang biak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Bergerak atau berpindah dari induk semang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Mencapai induk semang baru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Menginfeksi induk semang baru tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan agen penyakit ini untuk tetap hidup pada lingkungan manusia adalah suatu faktor penting didalam epidemiologi infeksi. Setiap bibit penyakit (penyebab penyakit) mempunyai habitat sendiri-sendiri sehingga ia dapat tetap hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini timbul istilah reservoar yang diartikan sebagai berikut 1) habitat dimana bibit penyakit tersebut hidup dan berkembang 2) survival dimana bibit penyakit tersebut sangat tergantung pada habitat sehingga ia dapat tetap hidup. Reservoar tersebut dapat berupa manusia, binatang atau benda-benda mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reservoar didalam Manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar didalam tubuh manusia antara lain campak (measles), cacar air (small pox), typhus (typhoid), miningitis, gonoirhoea dan syphilis. Manusia sebagai reservoar dapat menjadi kasus yang aktif dan carrier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Carrier&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Carrier adalah orang yang mempunyai bibit penyakit didalam tubuhnya tanpa menunjukkan adanya gejala penyakit tetapi orang tersebut dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Convalescant carriers adalah orang yang masih mengandung bibit penyakit setelah sembuh dari suatu penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Carriers adalah sangat penting dalam epidemiologi penyakit-penyakit polio, typhoid, meningococal meningitis dan amoebiasis. Hal ini disebabkan karena :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Jumlah (banyaknya carriers jauh lebih banyak daripada orang yang sakitnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sendiri).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Carriers maupun orang yang ditulari sama sekali tidak tahu bahwa mereka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menderita / kena penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Carriers tidak menurunkan kesehatannya karena masih dapat melakukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pekerjaan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Carriers mungkin sebagai sumber infeksi untuk jangka waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reservoar pada Binatang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada binatang pada umumnya adalah penyakit zoonosis. Zoonosis adalah penyakit pada binatang vertebrata yang dapat menular pada manusia. Penularan penyakit-penyakit pada binatang ini melalui berbagai cara, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Orang makan daging binatang yang menderita penyakit, misalnya cacing pita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Melalui gigitan binatang sebagai vektornya, misalnya pes melalui pinjal tikus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
malaria, filariasis, demam berdarah melalui gigitan nyamuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Binatang penderita penyakit langsung menggigit orang misalnya rabies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda-Benda Mati sebagai Reservoar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit-penyakit yang mempunyai reservoar pada benda-benda mati pada dasarnya adalah saprofit hidup dalam tanah. Pada umumnya bibit penyakit ini berkembang biak pada lingkungan yang cocok untuknya. Oleh karena itu bila terjadi perubahan temperatur atau kelembaban dari kondisi dimana ia dapat hidup maka ia berkembang biak dan siap infektif. Contoh clostridium tetani penyebab tetanus, C. botulinum penyebab keracunan makanan dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2 Sumber Infeksi dan Penyebaran Penyakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat melewatkan / menyebabkan penyakit pada orang. Sumber penyakit ini mencakup juga reservoar seperti telah dijelaskan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Macam-Macam Penularan (Mode of Transmission)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mode penularan adalah suatu mekanisme dimana agen / penyebab penyakit tersebut ditularkan dari orang ke orang lain atau dari reservoar kepada induk semang baru. Penularan ini melalui berbagai cara antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.1 Kontak (Contact)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontak disini dapat terjadi kontak langsung maupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi. Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung ini pada umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup berjubel. Oleh karena itu lebih cenderung terjadi di kota daripada di desa yang penduduknya masih jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.2 Inhalasi (Inhalation)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu penularan melalui udara / pernapasan. Oleh karena itu ventilasi rumah yang kurang, berjejalan (over crowding) dan tempat-tempat umum adalah faktor yang sangat penting didalam epidemiologi penyakit ini. Penyakit yang ditularkan melalui udara ini sering disebut air borne infection (penyakit yang ditularkan melalui udara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.3 Infeksi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penularan melalui tangan, makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.4 Penetrasi pada Kulit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dapat langsung oleh organisme itu sendiri. Penetrasi pada kulit misalnya cacing tambang, melalui gigitan vektor misalnya malaria atau melalui luka, misalnya tetanus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.5 Infeksi Melalui Plasenta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit pada waktu mengandung, misalnya syphilis dan toxoplasmosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 Faktor Induk Semang (Host)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadinya suatu penyakit (infeksi) pada seseorang ditentukan pula oleh faktor-faktor yang ada pada induk semang itu sendiri. Dengan perkataan lain penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung / ditentukan oleh kekebalan / resistensi orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pencegahan dan penanggulangan ini ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4.1 Eliminasi Reservoir (Sumber Penyakit)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Mengisolasi penderita (pasien), yaitu menempatkan pasien di tempat yang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk itu. Biasanya dalam waktu yang lama, misalnya karantina untuk penderita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kusta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4.2 Memutus Mata Rantai Penularan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meningkatkan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutus hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4.3 Melindungi Orang-Orang (Kelompok) yang Rentan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. Kelompok usia yang rentan ini perlu lindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi baik imunisasi aktif maupun pasif. Obat-obat profilaksis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria, meningitis dan disentri baksilus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada anak usia muda, gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. Oleh sebab itu, meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak.&lt;br /&gt;
Diposkan oleh Dauzz simolol &lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-4159558755594033872?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/4159558755594033872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/konsep-dasar-epidemiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4159558755594033872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4159558755594033872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/konsep-dasar-epidemiologi.html' title='KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-6907802926703080358</id><published>2011-03-08T23:28:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T23:28:26.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR  EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
A. Pengantar&lt;br /&gt;
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap berbagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.&lt;br /&gt;
Pengertian Epidemiologi menurut asal kata, jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu Epi yang berarti pada atau tentang, Demos yang berarti penduduk dan kata terakhir adalah Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang atau masyarakat serta determinasinya (faktor-faktor yang mempengaruhinya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Tiga Kelompok utama penyakit menular&lt;br /&gt;
1. Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian sangat tinggi&lt;br /&gt;
2. penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama&lt;br /&gt;
3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Tiga Sifat Utama Aspek Penularan Penyakit Dari Orang Ke Orang&lt;br /&gt;
1. Waktu Generasi (Generation Time)&lt;br /&gt;
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan. Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, sedangkan waktu generasi untuk waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik / terselubung.&lt;br /&gt;
2. Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)&lt;br /&gt;
Kekebalan kelompok adalah kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan/penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu didasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut.&lt;br /&gt;
Herd immunity merupakan factor utama dalam poses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penyakit tertentu.&lt;br /&gt;
Wabah terjadi karena 2 keadaan&lt;br /&gt;
a. Keadaan kekebalan populasi yakni suatu wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut / kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah lama absent dalam populasi tersebut.&lt;br /&gt;
b. Bila populasi tertutup seperti asrama, barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung masuknya sejumlah orang-orang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi tersebut.&lt;br /&gt;
3. Angka Serangan (Attack Rate)&lt;br /&gt;
Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki resiko / kerentanan terhadap penyakit tersebut.&lt;br /&gt;
Angka serangan ini bertunjuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancaman dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, system hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit Epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.&lt;br /&gt;
D. Manisfestasi Klinik Secara Umum&lt;br /&gt;
1. Spektrum penyakit menular&lt;br /&gt;
Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat / meninggal dunia.&lt;br /&gt;
Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal&lt;br /&gt;
2. Infeksi terselubung (tanpa gejala klinis)&lt;br /&gt;
Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakan secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat di diagnosa tanpa cara tertentu seperti tes tuberkolin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibody dalam tubuh dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Gambar Penyebaran Karakteristik Manistestasi Klinik&lt;br /&gt;
Dari 3 jenis penyakit menular&lt;br /&gt;
1. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung) contoh: tubekulosis, poliomyelitis, hepatitis A&lt;br /&gt;
2. Lebih banyak dengan gejala klinik jelas contoh: measles, chiceplax&lt;br /&gt;
3. Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian contoh: rabies&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. Komponen Proses Penyakit Menular&lt;br /&gt;
1. Faktor penyebab Penyakit Menular&lt;br /&gt;
Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat sektor yang memegang peranan pentingya adalah:&lt;br /&gt;
a. Faktor penyebab / agent yaitu organisme penyebab penyakit menular&lt;br /&gt;
b. Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources&lt;br /&gt;
c. Cara penularan khusus melalui mode of transmission&lt;br /&gt;
 Unsur penyebab dikelompokan dalam:&lt;br /&gt;
1. Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis dll&lt;br /&gt;
2. Kelompok cacing / helminth baik cacing darah maupun cacing perut&lt;br /&gt;
3. Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll&lt;br /&gt;
4. Fungus / jamur baik ini maupun multiseluler&lt;br /&gt;
5. Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia&lt;br /&gt;
6. Virus dengan kelompok penyebab yang paling sederhana&lt;br /&gt;
 Sumber penularan:&lt;br /&gt;
1. Penderita&lt;br /&gt;
2. Pembawa kuman&lt;br /&gt;
3. Binatang sakit&lt;br /&gt;
4. tumbuhan / benda&lt;br /&gt;
 Cara penularan:&lt;br /&gt;
1. Kontak langsung&lt;br /&gt;
2. Melalui udara&lt;br /&gt;
3. Melalui makanan / minuman&lt;br /&gt;
4. Melalui vector&lt;br /&gt;
 Keadaan penderita&lt;br /&gt;
1. Keadaan umum&lt;br /&gt;
2. Kekebalan&lt;br /&gt;
3. Status gizi&lt;br /&gt;
4. Keturunan&lt;br /&gt;
 Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke penderita melalui&lt;br /&gt;
1. Mukosa / kulit&lt;br /&gt;
2. Saluran Pencernaan&lt;br /&gt;
3. Saluran Pernapasan&lt;br /&gt;
4. Saluran Urogenitalia&lt;br /&gt;
5. Gigitan suntikan, luka&lt;br /&gt;
6. Plasenta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Interaksi penyakit dengan penderita&lt;br /&gt;
1. Infektivitas&lt;br /&gt;
Adalah kemampuan unsur penyebab / agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu&lt;br /&gt;
2. Patogenesis&lt;br /&gt;
Adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan segala klinis yang jelas&lt;br /&gt;
3. Virulensa&lt;br /&gt;
Adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang jelas terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas&lt;br /&gt;
4. Imunogenisitas&lt;br /&gt;
Adalah suatu kemampuan menghasilkan kekabalan / imunitas&lt;br /&gt;
 Mekanisme potogenesis&lt;br /&gt;
1. Inuasi jaringan secara langsung&lt;br /&gt;
2. Produk toksin&lt;br /&gt;
3. Rangsangan imunologis / reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu&lt;br /&gt;
4. Infeksi yang menetap (infeksi paten)&lt;br /&gt;
5. Merangsang kerentanan penjamu terhadap obat dalm menetralinsa toksisitas&lt;br /&gt;
6. Ketidakmampuan membentuk daya tangan&lt;br /&gt;
 Sumber penularan&lt;br /&gt;
1. Manusia sebagai reservoir&lt;br /&gt;
2. Reservoir binatang / benda lain&lt;br /&gt;
Penyakit utama dan reservoir utamanya untuk&lt;br /&gt;
- Pes tikus&lt;br /&gt;
- Rabies&lt;br /&gt;
- Leptospirosis tikus&lt;br /&gt;
- Virus encephlitides kuda&lt;br /&gt;
- Trichnosis babi dll&lt;br /&gt;
 Melihat perjalanan penyakit pada penjamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis.&lt;br /&gt;
1. Healthy carrier (inapparent)&lt;br /&gt;
2. Incubatory carrier(masa tunas)&lt;br /&gt;
3. Convalescent carrier (baru sumber klinis)&lt;br /&gt;
4. Chronis carrier (menahun)&lt;br /&gt;
 Manusia dalam kedudukannya sebagai reservoir penyalur menular di bagi dalam 3 kategori utama yaitu:&lt;br /&gt;
1. Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita&lt;br /&gt;
2. Reservoir yang dapat sebagai penderita maupun sebagai carrier&lt;br /&gt;
3. Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke penderita potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hidup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Epidemiologi untuk ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan epideminologi dalam arti modern untuk ilmu yang mempelajari: tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang / masyarakat serta determinannya (faktor-faktor yang mempelajari)&lt;br /&gt;
Contoh penyakit menular dapat tertular melalui 2 cara yaitu dengan cara kontak langsung dan lewat factor. Contoh penyakit yang melalui kontak langsung yaitu penyakit TBC. ISPA Kusta dan Campak. Sedangkan yang melalui factor yaitu penyakit Malaria, filiariasis, dan DHF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Budiarto, Eko. 2003, Pengantar Epidemiologi. Jakarta: penerbit buku kedokteran egc.&lt;br /&gt;
2. Bustan Mn. 2002. Pengantar epidemiologi. Jakarta Rineka Cipta&lt;br /&gt;
3. Nasry, Nur Dasar-Dasar Epidemiologi&lt;br /&gt;
Diposkan oleh Dauzz simolol di 03:36 &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-6907802926703080358?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/6907802926703080358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-kesehatan-tentang-epidemiologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6907802926703080358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6907802926703080358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-kesehatan-tentang-epidemiologi.html' title='MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR  EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8289527900908718194</id><published>2011-03-08T23:25:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T23:25:43.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>DIARE PADA IBU HAMIL</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.1. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare dapat disebabkan oleh banyak hal. Antara lain: bakteri, virus, jamur, cacing, susu, makanan yang sangat pedas, makanan yang sangat asam, dan sebagainya. Untuk itu seorang penderita diare haruslah mengamati tanda-tanda dari diare yang dialaminya. Misalnya apakah kotoran hanya berupa air saja atau campuran antara padat dan cair, apakah terdapat lendir atau tidak, apakah terdapat darah atau tidak, bagai-mana warnanya, dst. Kesemua tanda tersebut dapat dibedakan dan digunakan untuk memperkirakan penyebabnya. Pada prinsipnya diare merupakan su-atu bentuk pertahanan tubuh manusia untuk mengeluarkan benda-benda asing yang memasuki tubuh namun tidak di-perlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus ibu, jika diare masih berlangsung maka tampaknya faktor penyebab masih belum keluar dari da-lam tubuh seluruhnya, sehingga masih mengganggu dan tampil dalam bentuk diare. Salah satu penyebab diare pada ibu hamil adalah akibat ketidak sang-gupan usus penderita untuk mengolah susu yang diminumnya. Untuk itu maka saya sarankan ibu menghentikan susu yang diminum saat ini, dan memperhatikan apakah diare-nya sembuh atau tidak. Disamping susu, hentikan pula kesenangan makan makanan yang pedas dan asam yang sering digemari oleh ibu-ibu hamil. Jika diare-nya sembuh maka ibu dapat mengganti jenis susunya dengan merk lain. Namun jika diare masih berlangsung, maka ibu dapat membawa contoh ko-toran ke laboratorium untuk dilakukan analisa lebih lengkap. Diare yang tidak terlampau banyak dan sering, tidak akan sampai meng-ganggu keseimbangan elektrolit tubuh, sehingga tidak mengganggu kehamilan. Namun tetap saja ibu harus menangani-nya agar diarenya segera sembuh. Jangan mengobati diare ibu dengan me-minum obat secara sembarangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.2. Tujuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Membahas tentang pengaruh diare pada ibu hamil dan pencegahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak masalah usus yang seorang wanita untuk melihat ke depan untuk selama kehamilan. Diare cenderung menjadi salah satu yang paling umum ini. Diare didefinisikan sebagai longgar, berair, berbentuk bangku terjadi lebih dari tiga kali dalam satu hari. Bukan sesekali kotoran atau yang sering terbentuk lewat dari bangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa alasan mengapa diare tidak sangat umum selama kehamilan. Yang pertama adalah bahwa vitamin prenatal diambil selama kehamilan cenderung sembelit seorang wanita.Alasan kedua adalah bahwa sebagai kehamilan berlanjut, usus cenderung melambat, yang juga mengakibatkan sembelit.. Namun wanita hamil sama rentan untuk menjadi terinfeksi dengan banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan diare sebagai perempuan yang tidak hamil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   1. Diare dan Gejalanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare bukanlah penyakit, itu adalah gejala - mirip dengan cara demam adalah gejala. Tergantung pada penyebab diare, gejala lain mungkin atau mungkin tidak terjadi dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala lain yang mungkin menyertai diare antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Mual&lt;br /&gt;
    * Muntah&lt;br /&gt;
    * Kram perut ( "sakit perut")&lt;br /&gt;
    * Sakit perut (atau sakit perut)&lt;br /&gt;
    * Dehidrasi&lt;br /&gt;
    * Demam&lt;br /&gt;
    * Menggigil&lt;br /&gt;
    * Nyeri otot&lt;br /&gt;
    * Pengertian umum kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada wanita hamil, diare biasanya berlangsung di mana saja 1-10 hari, tergantung pada penyebabnya. Hal ini dapat berkisar dari ringan sampai parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   2. Penyebab kehamilan terkait diare&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kehamilan, seorang wanita pada umumnya lebih mungkin mengalami sembelit daripada diare (meskipun banyak perempuan mendapatkan diare pada awal tenaga kerja).Infeksi yang paling sering menyebabkan diare selama kehamilan biasanya tidak ada ancaman bagi bayi, namun dehidrasi yang dapat mengembangkan dengan diare dapat membahayakan bayi. Untuk mencegah dehidrasi, minum banyak cairan dan menghindari kafein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya dengan wanita yang tidak hamil, ada banyak kemungkinan penyebab diare pada ibu hamil. Mungkin penyebab yang paling umum adalah infeksi dengan virus yang menyebabkan flu perut. Secara teknis, istilah "flu perut" adalah tidak benar. Yang disebut flu perut tidak disebabkan oleh virus influenza, juga tidak menginfeksi lambung. Sebaliknya, virus flu perut menginfeksi usus kecil. Lain yang mungkin menyebabkan diare selama kehamilan meliputi bakteri (misalnya Escherichia coli), parasit (misalnya Giardia), obat-obatan, atau kondisi medis lainnya (seperti sindrom iritasi usus besar atau penyakit Crohn). Banyak wanita juga mengalami diare pada awal tenaga kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   3. Diare pada ibu hamil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa wanita mengalami diare pada akhir kehamilan. Tergantung pada penyebab diare, gejala lain mungkin atau mungkin tidak terjadi dengan hal itu. Gejala lain yang mungkin menyertai diare antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Mual dan muntah&lt;br /&gt;
    * Dehidrasi&lt;br /&gt;
    * Demam&lt;br /&gt;
    * Menggigil&lt;br /&gt;
    * Headache&lt;br /&gt;
    * Nyeri otot&lt;br /&gt;
    * diarrhea Ibu hamil merasa lelah selama diare&lt;br /&gt;
    * Kram perut atau sakit perut&lt;br /&gt;
    * Sakit perut atau sakit perut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare pada ibu hamil dapat bertahan 1-10 hari tergantung pada penyebabnya. Hal ini dapat berkisar dari ringan sampai berat jenis diare. Umumnya, wanita hamil lebih mungkin mengalami sembelit dari pada diare karena vitamin prenatal, yang mengandung zat besi yang tinggi yang sering mengikat. Diare selama kehamilan sebaiknya tidak berlangsung lama. Jika itu berlangsung selama lebih dari 2 hari, hubungi dokter segera. Kadang-kadang, diare bisa menjadi indikasi persalinan prematur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Kemungkinan penyebab diare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Beberapa jenis bakteri yang dikonsumsi melalui makanan dan air yang terkontaminasi dapat menyebabkan diare selama kehamilan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Virus seperti Rotavirus, Cyptomegalovirus dapat menyebabkan diare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Parasit: Parasit dapat memasuki boby melalui makanan dan air dan menetap di sistem pencernaan. Beberapa parasit yang menyebabkan diare pada ibu hamil termasuk Giardia lamblia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.Obat-obatan seperti obat tekanan darah, Antasida yang mengandung magnesium dan antibiotik dapat menyebabkan diare selama kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.Irritable bowel syndrome dan penyakit-penyakit usus seperti penyakit Crohn dapat menyebabkan diare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Diare selama kehamilan dapat disebabkan oleh peningkatan asupan air. Hal ini dapat disebabkan oleh makanan yang tinggi kandungan air, seperti buah-buahan (semangka), sayuran dan air dalam jumlah besar asupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.Penyebab lainnya termasuk laktosa intoleransi, flu perut dan keracunan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
         5. Akibat kalau sering diare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare yang kronis dapat mengakibatkan tubuh ibu hamil kehilangan banyak ion K (kalium), sehingga akan mengganggu kerja organ tubuh, seperti gerakan kontraksi dan relaksasi otot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, bila diare disertai peningkatan suhu tubuh, maka dehidrasi pada ibu hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur, bahkan keguguran! Itu sebabnya, diare dan muntah-muntah yang berlebihan harus segera mendapat penanganan serius. Bila perlu, akan disarankan dokter untuk beristirahat selama satu atau dua hari di rumah sakit.&lt;br /&gt;
F. Cara Mengobati dan Mencegah Diare selama Kehamilan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara terbaik untuk menghilangkan diare adalah minum banyak air dan cairan untuk mencegah dehidrasi, dapat mengambil solusi dehidrasi lisan seperti pedialyte untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama diare. Ikuti rencana diet untuk diare selama kehamilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, diare disebabkan oleh ketidak mampuan usus besar menyerap air dari tinja yang dihasilkan. Biang keladi gangguan fungsi usus besar tersebut antara lain infeksi oleh kuman penyakit, keracunan makanan, dan alergi makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan emosi yang kurang stabil akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh dapat mempengaruhi produksi asam lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan. Ujung-ujungnya, ya diare! Selain itu, diare juga bisa disebabkan adanya tekanan pada lambung dan usus akibat ukuran rahim yang semakin membesar. Beberapa penyebab lain diare yang lebih khas pada ibu hamil, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Kekurangan (defisiensi) vitamin B dan asam folat.&lt;br /&gt;
    * Terlalu banyak mengonsumsi vitamin D.&lt;br /&gt;
    * Terlalu banyak makan yang pedas-pedas, seperti asinan atau bumbu rujak sebagai teman makan buah-buahan penghilang keluhan mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare ringan merupakan masalah yang wajar pada masa kehamilan. Namun, apabila sudah mulai menyebabkan gejala dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), segeralah berobat ke dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu diingat, dehidrasi dapat mempengaruhi kekuatan tubuh, serta fungsi kerja ginjal dan organ tubuh lainnya. Bila fungsi organ tubuh Anda terganggu, maka tumbuh kembang janin di dalam rahim tentu saja ikut terkena dampaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keamanan obat diare.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat apa pun sebaiknya dihindari selama kehamilan belum mencapai usia 14 minggu. Sejumlah obat anti diare boleh gunakan saat usia kehamilan sudah lebih besar. Namun, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindakan aman pertama yang dapat dilakukan adalah meminum larutan elektrolit (bisa dibeli di apotek) sebanyak mungkin. Bila dalam bentuk serbuk, dapat mencampurnya dengan air mineral dalam kemasan botol. Tujuannya, untuk mengganti dengan segera cairan tubuh yang hilang. Sebaiknya, dalam 12-24 jam, cairan tubuh yang hilang sudah harus diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alternatif pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah cara yang cukup aman dilakukan untuk mengatasi diare ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Hentikan untuk sementara konsumsi susu dan berbagai produk olahannya.&lt;br /&gt;
    * Hentikan mengonsumsi kubis/kol, roti, pasta, apel, pear, jagung manis, gandum, kentang, serta makanan olahan.&lt;br /&gt;
    * Perbanyak minum air putih matang yang ditambah sedikit madu.&lt;br /&gt;
    * Perbanyak konsumsi asam folat dan vitamin B selama sebulan.&lt;br /&gt;
    * Hindari atau kurangi konsumsi vitamin D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencegahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Hentikan konsumsi obat pencahar yang mungkin digunakan untuk mengatasi keluhan sembelit (konstipasi).&lt;br /&gt;
    * Berusahalah untuk berdamai dengan segala perubahan yang terjadi selama masa kehamilan agar emosi Anda relatif stabil.&lt;br /&gt;
    * Hindari mengonsumsi makanan yang belum pernah Anda konsumsi, terutama bagi Anda yang berbakat alergi.&lt;br /&gt;
    * Biasakan selalu berpola hidup bersih dan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
         1. Kesimpulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diare pada ibu hamil dapat bertahan 1-10 hari tergantung pada penyebabnya. Hal ini dapat berkisar dari ringan sampai berat jenis diare. Umumnya, wanita hamil lebih mungkin mengalami sembelit dari pada diare karena vitamin prenatal, yang mengandung zat besi yang tinggi yang sering mengikat. Diare selama kehamilan sebaiknya tidak berlangsung lama. Jika itu berlangsung selama lebih dari 2 hari, hubungi dokter segera. Kadang-kadang, diare bisa menjadi indikasi persalinan prematur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
         2. Saran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat apa pun sebaiknya dihindari selama kehamilan belum mencapai usia 14 minggu. Sejumlah obat anti diare boleh gunakan saat usia kehamilan sudah lebih besar. Namun, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://dauzzsimololkumpulanmakalahfkm.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://pregnancy.emedtv.com/pregnancy/diarrhea-during-pregnancy-p3.html&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diposkan oleh Dauzz simolo&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8289527900908718194?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8289527900908718194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/diare-pada-ibu-hamil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8289527900908718194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8289527900908718194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/diare-pada-ibu-hamil.html' title='DIARE PADA IBU HAMIL'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-6223177049793121988</id><published>2011-03-08T23:13:00.005-08:00</published><updated>2011-03-08T23:13:25.120-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>ANTROPOLOGI KESEHATAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Latar Belakang&lt;br /&gt;
Pada zaman sekarang banyak sekali orang yang kekurangan gizi atau mengalami gizi buruk. Masalah ini sangat meresahkan sekali, karena asupan gizi itu penting sekali bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan gizi yang baik, manusia dapat hidup sehat karena dengan mengkonsumsi gizi yang baik dapat mencegah penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit.&lt;br /&gt;
Kekurangan gizi ini bisa diakibatkan oleh panen yang gagal, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi itu sendiri, dan bisa juga diakibatkan oleh kebiasaan-kebiasaan atau pantangan-pantangan yang dianut atau dipercaya oleh suatu masyarakat, dimana tidak boleh memakan atau mengkonsumsi suatu makanan yang justru mengandung banyak gizi.&lt;br /&gt;
Dengan adanya masalah ini memotivasi penulis untuk menyusun makalah yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA ANTROPOLOGI DENGAN GIZI”, untuk mengetahui secara lebih mendalam kebiasaan-kebiasaan suatu masyarakat dalam hal makanan. Hal ini diharapkan dapat memecahkan masalah atau setidaknya dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang masalah kekurangan gizi ini supaya kita dapat memperbaiki tentang masalah gizi ini, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan orang banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1. Apa yang dimaksud dengan antropologi ?&lt;br /&gt;
2. Apa yang dimaksud dengan gizi ?&lt;br /&gt;
3. Bagaimana hubungan antara antropologi dengan gizi ?&lt;br /&gt;
C. Tujuan Makalah&lt;br /&gt;
Makalah ini disusun dengan tujuan :&lt;br /&gt;
1. Untuk mengetahui pengertian antropologi&lt;br /&gt;
2. Untuk mengetahui pengertian gizi&lt;br /&gt;
3. Untuk mengetahui hubungan antara antropologi dengan gizi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Kegunaan Makalah&lt;br /&gt;
Dalam penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang antropologi, gizi, dan hubungan antara keduanya agar dapat menigkatkan derajat kesehatan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Prosedur Makalah&lt;br /&gt;
Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode deskriptif dan teknik kajian pustaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Tinjauan Teoritis&lt;br /&gt;
1. Pengertian Antropologi&lt;br /&gt;
Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia dan juga budayanya. Menurut Koentjaraningrat (1981 : 11) antropologi berarti “ilmu tentang manusia.” Ilmu antropologi telah berkembang dengan luas, ruang lingkup dan batas lapangan perhatiannya yang luas ini yang menyebabkan timbulnya paling sedikit 5 masalah penelitian.&lt;br /&gt;
Koentjaraningrat (1981 : 12) mengemukakan tentang 5 masalah ini : masalah sejarah asal dan perkembangan manusia secara biologi, masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya masalah sejarah asal, perkembangan dan penyebaran aneka warna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia. Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia. Masalah mengenai azas-azas dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi masa kini.&lt;br /&gt;
Dengan melihat 5 masalah di atas, sudah dapat dipastikan terdapat ilmu-ilmu yang terdapat dalam ilmu antropologi yang membahas tentang ke-5 masalah tersebut. Untuk memecahkan suatu masalah sudah dapat dipastikan dibutuhkan beberapa penelitian untuk mengetahui sumber masalah itu sendiri dan pemecahannya. Menurut Anderson (2006 : 256) ahli antropologi melaksanakan penelitian mereka dengan cara eksplorasi yang relatif tanpa struktur dan meliputi masalah-masalah yang sangat luas. Seorang ahli antropologi tidak terlalu mempersoalkan untuk memisahkan antara masalah-masalah penelitian yang kecil dan ketat yang dapat mereka kerjakan dengan disain-disain penelitian yang dari segi estetika memuaskan, dengan masalah-masalah umum yang luas, yang akan mengarahkan peneliti kepada banyak jalur penemuan.&lt;br /&gt;
Menurut Anderson (2006 : 257) pendekatan holistik antropologi terhadap interpretasi atas bentuk-bentuk sosial dan budaya serta ketergantungan pokok pada observasi partisipasi untuk mengumpulkan data dan menghasilkan hipotesis adalah hasil dari, atau berkaitan erat dengan sampel umum dari penelitian antropologi. Akan tetapi Anderson (2006 : 246) juga menyatakan antropologi tidak mencukupi diri dalam menghasilkan hipotesis-hipotesis dan topik-topik penelitian baru. Kita (ahli antropologi) didorong oleh data dan ide-ide dari berbagai bidang lain.&lt;br /&gt;
Terdapat macam-macam antropologi seperti antropologi fisik, antropologi budaya, antropologi biologi antropologi sosial, antropologi kesehatan. Ilmu antropologi memberi sumbangan bagi ilmu kesehatan. Anderson (2006 : 247) menyatakan bahwa kegunaan antropologi bagi ilmu-ilmu kesehatan terletak dalam 3 kategori utama :&lt;br /&gt;
a. Ilmu antropologi memberikan suatu cara yang jelas dalam memandang masyarakat secara keseluruhan maupun para anggota individual mereka. Ilmu antropologimenggunakan pendekatan yang menyeluruh atau bersifat sistem, dimana peneliti secara tetap menanyakan, bagaimana seluruh bagian dari sistem itu saling menyesuaikan dan bagaimana sistem itu bekerja.&lt;br /&gt;
b. Ilmu antropologi memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses-proses perubahan sosial dan buaya dan juga untuk membantu memahami keadaan dimana para warga dari “kelompok sasaran” melakukan respon terhadap kondisi yang berubah dan adanya kesempatan baru.&lt;br /&gt;
c. Ahli antropologi menawarkan kepada ilmu-ilmu kesehatan suatu metodologi penelitian yang longgar dan efektif untuk menggali serangkaian masalah teoritis dan praktis yang sangat luas, yang dihadapi dalam berbagai program kesehatan.&lt;br /&gt;
Begitu pula sebaliknya, menurut Anderson (2006 : 244) ilmu-ilmu kesehatan menawarkan kepada ilmu antropologi berbagai bidang yang khusus, yang langsung dapat dibandingkan dengan subjek-subjek tradisional seperti masyarakat rumpun dan desa-desa.&lt;br /&gt;
Antropologi kesehatan merupakan bagian dari ilmu antropologi yang sangat penting sekali, karena di dalam antropologi kesehatan diterangkan dengan jelas kaitan antara manusia, budaya, dan kesehatan sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;
Anderson (2006 : 3) menyatakan bahwa antropologi kesehatan adalah disiplin biobudaya yang memberi perhatian kepada aspek-aspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi ntara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit.&lt;br /&gt;
Antropologi kesehatan ini tidak serta merta muncul dengan sendirinya, akan tetapi antropologi kesehatan ini mempunyai akar. Anderson (2006 : 4) menyatakan antropologi kesehatan kontemporer mempunyai 4 sumber :&lt;br /&gt;
a. Perhatian ahli antropologi fisik terhadap topik-topik seperti evolusi, adaptasi, anatomi, komparatif, tipe-tipe ras genetika, dan serologi.&lt;br /&gt;
b. Perhatian etnografi tradisional terhadap pengobatan primitif, termasuk ilmu sihir dan magis.&lt;br /&gt;
c. Gerakan “kebudayaan dan kepribadian” pada akhir 1930-an dan 1940-an yang merupakan kerjasama antara ahli-ahli psikiatri dan antropologi.&lt;br /&gt;
d. Gerakan kesehatan masyarakat internasional setelah perang dunia II.&lt;br /&gt;
Untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan tidaklah mudah, dibutuhkan pegalaman, naluri dalam menyikapi masalah, seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 244), beliau menyatakan : untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan, seseorang memerukan dasar latihan antropologi ang baik, pengalaman penelitian, naluri terhadap masalah, simpati terhadap orang lain, dan tentunya dapat memasuki dunia kesehatan dan masyarakat kesehatan yang bersedia menerma kehadiran para ahli antropologi itu. Untuk menjadi ahli antropologi kesehatan, selain yang sudah disebutkan, seorang ahli antropologi kesehatan haruslah sabar dan teliti karena seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 246) beliau menyatakan : Para ahli antropologi harus menjadi generalis, mencatat, dan menginterpretasikan data tentang geografi, kebudayaan material, kehidupan ekonomi, organisasi sosial, religi, kesenian, foklor, rekreasi, bahasa – segala sesuatu yang dilakukan manusia atau diingat pernah dilakukan mereka. Akan tetapi semua ini tidaklah cukup seorang ahli antropologi harus bisa mengetahui, memahami, dan juga menerangkan mengapa suatu sikap atau tingkah laku di suatu masyarakat bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pengertian Gizi&lt;br /&gt;
Ilmu gizi merupakan salah satu ilmu terapan yang berkaitan dengan berbagai ilmu dasar seperti ilmu kimia, biokimia, biologi, fisiologi, pathologi, ilmu pangan, dan lain-lain. Lahirnya ilmu gizi diawali dengan penemuan tentang hal yang berkaitan dengan penggunaan energi makanan meliputi proses pernapasan, oksidasi, dan kalorimetri.&lt;br /&gt;
Gizi merupakan zat yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Dan untuk mengetahui tentang gizi ini kita harus lebih mendalam mempelajari tentang gizi. Almatsier (2004 : 3) menyatakan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab Ghidza, yang berarti “makanan”. Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia.&lt;br /&gt;
Selain pendapat Almatsier, banyak juga yang berpendapat tentang ilmu gizi yang dibahas dalam buku FKM UI (2007 : 4).&lt;br /&gt;
a. Guthrie (1983), beliau menyatakan prinsip-prinsip gizi dasar adalah ilmu yang mempelajari makanan, zat gizi, proses pencernan, metabolisme dan penyerapan dalam tubuh, fungsi serta akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi bagi tubuh.&lt;br /&gt;
b. Sediaoetama (1987), beliau menyatakan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal makanan yang dikaitkan dengan kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;
c. National Academy of Science (1994), ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari zat-zat dari pangan yang bermanfaat bagi kesehatan dan proses yang terjadi pada pangan sejak dikonsumsi, dicerna, diserap sampai dimanfaatkan tubuh, serta dampaknya terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup manusia serta faktor yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;
Dengan melihat pengertian ilmu gizi di atas, sudah dapat dipastikan gizi merupakan zat gizi atau makanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Menurut Almatsier (2004 : 3) zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses jaringan. Dengan demikian, apabila kita memilih makanan sehari-hari kita harus memilih dengan baik karena makanan yang baik dapat memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Jadi apabila kita memilih makanan, kita harus memilih makanan yang mengandung zat gizi yang berfungsi seperti yang dikatakan Anderson (2006 : 8). Beliau menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;
a. Memberi energi : zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.&lt;br /&gt;
b. Pertumbuhan dan pemelihara jaringan tubuh : protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak.&lt;br /&gt;
c. Mengatur proses tubuh : protein, mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai pangkal organisme yang bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui betapa pentingnya gizi bagi kesehatan atau fungsi tubuh kita, maka kita harus senantiasa menjaga agar jangan sampai kita ini kekurangan ataupun kelebihan gizi, karena akan berbahaya. Menurut Almatsier (2004 : 9) bahwa gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer dan sekunder. Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan atau kualitas yang disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan, kurang baiknya distribusi pangan, kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan makan yang salah, dan sebagainya. Faktor sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hubungan antara Antropologi dengan Gizi&lt;br /&gt;
Dari empat bilyun manusia di dunia, ratusan juta orang menderita gizi buruk dan kekurangan gizi. Angka yang tepat tidak ada, tidak ada sensus mengenai kelaparan dan perbedaan antara gizi cukup dan gizi kurang merupakan jalur yang lebar, bukan suatu garis yang jelas. Apapun tolok ukur kita, kelaparan (dan sering mati kelaparan) merupakan hambatan yang paling besar bagi perbaikan kesehatan di sebagian terbesar negara-negara di dunia. Kekurangan gizi menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, menyebabkan banyak penyakit kronis, dan menyebabkan orang tidak mungkin melakukan kerja keras. Kekurangan gizi ini selain dari ketidakmampuan negara-negra non industri untuk menghasilkan cukup makanan untuk memenuhi kebutuhan penduduk mereka yang berkembang, juga muncul karena kepercayaan-kepercayaan keliru yang terdapat di mana-mana, mengenai hubungan antara makanan dan kesehatan, dan juga tergantung pada kepercayaan-kepercayaan, pantangan-pantangan dan upacara-upacara, yang mencegah orang memanfaatkan sebaik-baiknya makanan yang tersedia bagi mereka. Anderson (2006 : 311) menyatakan karena pengakuan bahwa masalah gizi di seluruh dunia didasarkan atas bentuk-bentuk budaya maupun karena kurang berhasilnya pertanian, maka semua organisasi pengembangan internasional maupun nasional yang utama menaruh perhatian tidak semata-mata pada pertambahan produksi makanan, melainkan juga pada kebiasaan makanan tradisional yang berubah, untuk mencapa keuntungan maksimal dari gizi yang diperoleh dari makanan yang tersedia.&lt;br /&gt;
Karena kebiasaan makan hanya dapat dimengerti dalam konteks budaya yang menyeluruh, maka program-program pendidikan gizi yang efektif yang mungin menuju kepada perbaikan kebiasaan makan harus didasarkan atas pengertian tentang makanan sebagai suatu pranata sosial yang memenuhi banyak fungsi. Studi mengenai makanan dalam konteks budayanya yang menunjuk kepada masalah-masalah yang praktis ini, jelas merupakan suatu peranan para ahli antropologi yang sejak pertama dalam penelitian lapangannya telah mengumpulkan keterangan tentang praktek-praktek makan dan kepercayaan tentang makanan dari penduduk yang mereka observasi.&lt;br /&gt;
Dalam buku karya Anderson (2006 : 312), Norge Jerome menyatakan bahwa “Antropologi Gizi” meliputi disiplin ilmu tentang gizi dan antropologi. Bidang itu memperhatikan gejala-gejala antropologi yang mengganggu status gizi dari manusia. Dengan demikian, evolusi manusia, sejarah dan kebudayaan, dan adaptasinya kepada variabel gizi yang berubah-ubah dalam kondisi lingkungan yang beraneka ragam menggambarkan bahan-bahan yang merupakan titik perhatian dalam antropologi gizi. Menurut Anderson (2006 : 312) ada dua aspek penting dari antropologi gizi :&lt;br /&gt;
a. Sifat sosial, budaya, dan psikologis dari makanan (yaitu peranan-peranan sosial budaya dari makanan yang berbeda dengan peranan-peranan gizinya).&lt;br /&gt;
b. Cara-cara dimana dimensi-dimensi sosial budaya dan psikologi dari makanan berkaitan dengan masalah gizi yang cukup, terutama dalam masyarakat-masyarakat tradisional.&lt;br /&gt;
Menurut Anderson (2006 : 313) menyatakan bahwa para ahli antropologi memandang kebiasaan makan sebagai suatu kompleks kegiatan masak-memasak, masalah kesukaran dan ketidaksukaran, kearifan rakyat, kepercayaan-kepercayaan, pantangan-pantangan, dan takhayul-takhayul yang berkaitan dengan produksi, persiapan, dan konsumsi makanan. Pendeknya, sebagai suatu kategori budaya yang penting, ahli-ahli antropologi melihat makanan mempengaruhi dan berkaitan dengan banyak kategori budaya lainnya.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui betapa kuatnya kepercayaan-kepercayaan kita atau suatu masyarakat mengenai apa yang dianggap makanan dan apa yang dianggap bukan makanan, sehingga terbukti sangat sukar untuk meyakinkan orang untuk menyesuaikan makanan tradisional mereka demi kepentingan gizi yang baik. Karena pantangan agama, takhayul, kepercayaan tentang kesehatan, dan suatu peristiwa yang kebetulan dalam sejarah ada bahan-bahan yang bergizi baik yang tidak boleh dimakan, mereka diklasifikasikan sebagai “bukan makanan”. Dengan kata lain, penting untuk membedakan antara nutrimen dengan makanan. Anderson (2006 : 313) menyatakan bahwa nutrimen adalah suatu konsep biokimia, suatu zat yang mampu untuk memelihara dan menjaga kesehatan organisme yang menelannya. Makanan adalah suatu konsep budaya, suaty pernyataan yang sesungguhnya mengatakan “zat ini sesuai bagi kebutuhan gizi kita.”&lt;br /&gt;
Dalam kebudayaan bukan hanya makanan saja yang dibatasi atau diatur, akan tetapi konsep tentang makanan, kapan dimakannya, terdiri dri apa dan etiket makan. Di antara masyarakat yang cukup makanan, kebudayaan mereka mendikte, kapan mereka merasa lapar dan apa, serta berapa banyak mereka harus makan agar memuaskan rasa lapar. Jadi dengan demikian, nafsu makan lapar adalah suatu gejala yang berhubungan namun berbeda. Anderson (2006 : 315) menyatakan nafsu makan, dan apa yang diperlukan untuk memuaskan adalah suatu konsep budaya yang dapat sangat berbeda antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya. Sebaliknya, lapar menggambarkan suatu kekurangan gizi yang dasar dan merupakan suatu konsep fisiologis.&lt;br /&gt;
Makanan selain penting bagi kelangsungan hidup kita, juga penting bagi pergaulan sosial. Anderson (2006 : 317) menyatakan tentang simbolik dari makanan :&lt;br /&gt;
a. Makanan sebagai ungkapan ikatan sosial&lt;br /&gt;
Barangkali di setiap masyarakat, menawarkan makanan (dan kadang-kadang minuman) adalah menawarkan kasih sayang, perhatian, dan persahabatan. Menerima makanan yang ditawarkan adalah mengakui dan menerima perasaan yang diungkapkan dan untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
b. Makanan sebagai ungkapan dari kesetiakawanan kelompok&lt;br /&gt;
Makanan sering dihargai sebagai lambang-lambang identitas suatu bangsa atau nasional. Namun tidak semua makanan mempunyai nilai lambang seperti ini, makanan yang mempunyai dampak yang besar adalah makanan yang berasal atau dianggap berasal dari kelompok itu sendiri dan bkan yang biasanya dimakan di banyak negara yang berlainan atau juga dimakan oleh banyak suku bangsa.&lt;br /&gt;
c. Makanan dan stres&lt;br /&gt;
Makanan memberi rasa ketenteraman dalam keadaan-keadaan yang menyebabkan stres. Burgess dan Dean menyatakan bahwa sikap-sikap terhadap makanan sering mencerminkan persepsi tentang bahaya maupun perasaan stres. Menurut mereka, suatu cara untuk mengatasi stres ini dari dalam, sehubungan dengan ancaman terhadap jiwa atau terhadap keamanan emosional adalah melebih-lebihkan bahaya dari luar, cara lainnya adalah mempersalahkan ancaman dari dalam akibat pengaruh-pengaruh luar.&lt;br /&gt;
d. Simbolisme makanan dalam bahasa&lt;br /&gt;
Pada tingkatan yang berbeda, bahasa mencerminkan hubungan-hubungan psikologis yang sangat dalam di antara makanan, persepsi kepribadian, dan keadaan emosional. Dalam bahasa Inggris, yang pada ukuran tertentu mungkin tidak tertandingi oleh bahasa lain, kata-kata sifat dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kualitas-kualitas makanan digunakan juga untuk menggambarkan kualitas-kualitas manusia.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui betapa rumit masalah yang berhubungan dengan gizi ini ataupun makanan karena berkaitan dengan kebudayaan masyarakat yang berbeda-beda, maka salah satu cara adalah dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang apa yang sering belum dipelajari oleh masyarakat rumpun maupun masyarakat pedesaan adalah hubungan antara makanan dan kesehatan serta antara makanan yang baik dengan kehamilan, juga kebutuhan-kebutuhan akan makanan khusus bagi anak setelah penyapihan. Anderson (2006 : 323) menyatakan bahwa dalam perencanaan kesehatan, masalahnya tidak terbatas pada pencarian cara-cara untuk menyelesaikan lebih banyak bahan makanan, melainkan harus pula dicarikan cara-cara untuk memastikan bahwa bahan-bahan makanan yang tersedia digunakan secara efektif.&lt;br /&gt;
Kesenjangan yang besar dalam pemahaman tentang bagaimana makanan itu digunakan dengan sebaik-baiknya. Barangkali yang terpenting dari kesenjangan itu adalah kegagalan yang berulangkali terjadi untuk mengenal hubungan yang pasti antara makanan dan kesehatan. Susunan makanan yang cukup cenderung ditafsirkan dalam rangka kuantitas, bukan kualitasnya mengenai makanan yang pokok, yang cukup, bukan pula dari keseimbangannya dalam hal berbagai makanan. Kesenjangan besar yang kedua dalam kearifan makanan tradisional pada masyarakat rumpun dan masyarakat petani adalah seringnya kegagalan mereka untuk mengenali bahwa anak-anak mempunyai kebutuhan-kebutuhan gizi khusus, baik sebelum maupun sesudah penyapihan.&lt;br /&gt;
Penemuan Burgess dan Dean tentang masalah gizi karena perubahan budaya dalam buku karya Anderson (2006 : 325) menggambarkan aturan yang umum. Meskipun terdapat suatu kecenderungan umum bahwa makanan menjadi lebih baik dengan bertambahnya penghasilan. Kebalikannya, makanan juga bisa lebih buruk terutama dalam perubahan dari ekonomi sub sistem menjadi ekonomi uang. Dan Marchione yang berpendapat tentang masalah gizi karena perubahan budaya. Beliau menemukan masalah kekurangan gizi pada rumah tangga-rumah tangga di desa yang lebih miskin, yang hidupnya berorientasi pada pertanian setengah sub sistem, menurun secara menyolok terutama di atara anak-anak. Bahwa suatu peningkatan dalam pertanian sub sistem sebagian besar atau seluruhnya menjelaskan perbaikan ini, hal itu dibuktikan oleh angka-angka kekurangan gizi di perkotaan, yang tetap konstan karena perubahan yang berarti dalam hal pola penyediaan makanan.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui keterkaitan atau hubungan antara gizi atau makanan dengan antropologi atau kebudayaan, bagi kita yang menaruh perhatian pada usaha memperbaiki tingkatan gizi dari masyarakat yang menderita kurang gizi, jelaslah bahwa analisis klinis dari kekurangan gizi baru merupakan langkah awal. Kemajuan akan sedikit sekali tercapai, kecuali apabila petugas penyuluhan juga memahami fungsi-fungsi sosial dari makanan, arti simbolik, dan kepercayaan yang terkait dengannya. Pengetahuan mengenai kepercayaan lokal tersebut dapat dipakai dalam perencanaan perbaikan gizi. Dalam buku Anderson (2006 : 330) Cassel telah menunjukkan netapa pengidentifikasian makanan-makanan sehat dalam makanan kuno orang Zulu dapat membangkitkan perhatian mereka terhadap makanan dan dengan motivasi nasionalistik bersedia menerima banyak perubahan-perubahan demi peningkatan gizi mereka.&lt;br /&gt;
Kemiskinan dan kekurangan akan gizi yang memadai pada tingkatan tertentu membatasi kemungkinan untuk memperbaiki gizi jutaan penduduk yang menderita kurang pangan. Sebaliknya, sungguh mengecewakan untuk melihat bahwa betapa seringnya praktek-praktek budaya menimbulkan kekurangan kebutuhan dasar. Kesadaran akan praktek-praktek demikian dan pengetahuan tentang “hambatan-hambatan” yang harus diatasi untuk dapat merubah mereka adalah sangat penting untuk membantu masyarakat memaksimalkan sumber-sumber pangan yang tersedia bagi mereka. Di sinilah antropologi memberikan sumbangan besar kepada ilmu gizi dalam lapangan penelitian dan pengajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pembahasan&lt;br /&gt;
Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia dan budayanya, dan di dalam antropologi juga diterangkan tentang antropologi kesehatan yang menerangkan tentang hubungan manusia, budaya, dan kesehatan. Di dalam antropologi kesehatan ini diterangkan dengan lebih jelas tentang tingkah laku manusia yang mempengaruhi kesehatannya dikarenakan budayanya. Gizi merupakan zat yang terdapat di dalam makanan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Dengan mengkonsumsi gizi seseorang dapat tumbuh dengan baik karena zat gizi ini dapat memberikan zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sehingga tubuh dapat terpelihara dengan baik.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui tentang antropologi dan gizi, maka sedikit banyak kita dapat melihat hubungan antara antropologi dengan gizi. Hubungan antropologi dengan gizi ini sangat kuat sekali atau sangart erat. Seseorang atau suatu kelompok masyarakat mengalami gizi buruk atau kekurangan gizi bukann hanya karena masalah ekonomi, akan tetapi bisa juga diakibatkan oleh kepercayaan atau budaya seseorang. Banyak sekali terdapat suatu kelompok masyarakat yang mengalami gizi buruk dikarenakan mereka percaya kepada kepercayaan atau kebudayaan mereka. Mereka mengalami gizi buruk karena mereka tidak mau memakan makanan yang seharusnya mereka makan yang jelas mengandung banyak gizi dikarenakan mereka mempercayai bahwa makanan tersebut tidak boleh dimakan ataupun kebudayaan mereka melarang mereka untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Hal ini tentu saja sangat mengecewakan karena banyak sekali kelompok masyarakat yang kekurangan gizi karena tidak bisa mendapatkannya karena masalah ekonomi. Akan tetapi ada suatu kelompok masyarakat yang mampu untuk mendapatkan makanan tersebut namun mereka tidak mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Hal ini menyebabkan banyaknya suatu kelompok masyarakat yang kekurangan gizi, padahal dalam kelompok masyarakat itu terdapat cukup banyak makanan yang mengandung gizi.&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hubungan antara antropologi dengan gizi, maka kita sebagai penyuluh kesehatan penting sekali bagi kita untuk mempelajari antropologi atau kebudayaan penduduk setempat yang akan diberi penyuluhan. Dengan mempelajari antropologi akan memudahkan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena kalaun kita sebelum memberikan penyuluhan kita mempelajari kepercayaan-kepercayaan atau kebudayaan penduduk setempat akan memudahkan kita untuk memberikan penyuluhan karena kita sudah mengetahui seluk beluk masyarakat tersebut. Dengan ilmu antropologi kita akan mengetahui bagaimana menangani masalah kesehatan atau kekurangan gizi suatu masyarakat. Dengan ilmu ini kita dapat meyakinkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan ini dan betapa pentingnya makanan yang mengandung gizi untuk tubuh kita, ataupun kita bisa memberikan alternatif lain yaitu dengan cara kita memberikan&lt;br /&gt;
penyuluhan dengan cara menyarankan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gizi yang tidak bertentangan dengan kebudayaan mereka. Agar apa yang kita usahakan tidak sia-sia karena tidak mungkin atau kecil sekali kemungkinan kita dapat memperbaiki gizi syatu daerahkalau apa yang kita sarankan itu bertentangan dengan kebudayaan mereka. Akan sulit sekali kita merubah perilaku seseorang yang diakibatkan oleh budaya, hal itu akan memakan atau membutuhkan proses yang lama dan panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
SIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Simpulan&lt;br /&gt;
1. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia dengan budayanya, atau juga berarti ilmu tentang manusia. Dalam antropologi diterangkan bagaimana hubungan manusia dengan budayanya dan apa pengaruhnya. Cakupan ilmu antropologi itu luas sekali, salah satunya antropologi kesehatan yang menerangkan tentang manusia, budaya, dan kesehatan sehingga kita dapat mengetahui kaitan antara budaya suatu masyarakat dengan kesehatan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;
2. Gizi merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Ilmu gizi sendiri adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal. Gizi itu sangat penting sekali bagi kelangsungan hidup kita. Apabila gizi kita terpenuhi, maka kita akan terhindar dari berbagai penyakit karena kita mempunyai tubuh yang sehat.&lt;br /&gt;
3. Hubungan antara antropologi dengan gizi itu sangat erat sekali, karena banyak sekali orang yang kekurangan gizi yang bukan diakibatkan oleh masalah ekonomi, akan tetapi diakibatkan oleh kepercayaan atau kebudayaan mereka yang melarang memakan makanan yang sebenarnya mengandung banyak gizi. Hal ini menimbulkan sesuatu yang sangat mengecewakan. Di satu sisi terdapat masyarakat yang kekurangan gizi karena mereka tidak bisa mendapatkannya karena masalah ekonomi, di sisi lain terdapat masyarakat yang kekurangan gizi akibat kebudayaan mereka tidak mengizinkan atau melarang mereka memakan makanan tersebut yang seharusnya dipergunakan dengan sebaik-baiknya karena makanan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Saran&lt;br /&gt;
Setelah membaca makalah ini, penulis berharap pembaca lebih mendapatkan pengetahuan tentang hubungan antara antropologi dengan gizi, sehingga pembaca dapat mengetahui tentang pentingnya gizi dan pengaruh antropologi terhadap gizi suatu masyarakat, sehingga pembaca mendapatka pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan derajat kesehatan. Akhirnya, semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Almatsier, Sunita. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anderson, Foster. (2006). Antropologi Kesehatan. Jakarta : UI Press.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FKM UI. (2007). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;
Diposkan oleh Dauzz simolol &lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-6223177049793121988?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/6223177049793121988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/antropologi-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6223177049793121988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6223177049793121988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/antropologi-kesehatan.html' title='ANTROPOLOGI KESEHATAN'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-2360754651096788984</id><published>2011-03-08T22:49:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T22:49:25.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ditulis oleh: Anne Ahira&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tetapi, marah pada orang yang tepat,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dengan kadar yang sesuai, pada waktu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;yang tepat, demi tujuan yang benar, dan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mampu menguasai emosi, seringkali orang&lt;br /&gt;
menganggap remeh pada masalah ini.&lt;br /&gt;
Padahal, kecerdasan otak saja tidak&lt;br /&gt;
cukup menghantarkan seseorang mencapai&lt;br /&gt;
kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Justru, pengendalian emosi yang baik&lt;br /&gt;
menjadi faktor penting penentu&lt;br /&gt;
kesuksesan hidup seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran&lt;br /&gt;
mental dari seseorang yang cerdas dalam&lt;br /&gt;
menganalisa, merencanakan dan&lt;br /&gt;
menyelesaikan masalah, mulai dari yang&lt;br /&gt;
ringan hingga kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa&lt;br /&gt;
memahami, mengenal, dan memilih&lt;br /&gt;
kualitas mereka sebagai insan manusia.&lt;br /&gt;
Orang yang memiliki kecerdasan emosi&lt;br /&gt;
bisa memahami orang lain dengan baik&lt;br /&gt;
dan membuat keputusan dengan bijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait&lt;br /&gt;
erat dengan bagaimana seseorang dapat&lt;br /&gt;
mengaplikasikan apa yang ia pelajari&lt;br /&gt;
tentang kebahagiaan, mencintai dan&lt;br /&gt;
berinteraksi dengan sesamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan&lt;br /&gt;
bertanggung jawab dalam segala hal yang&lt;br /&gt;
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti&lt;br /&gt;
tingginya kecerdasan emosi yang&lt;br /&gt;
dimilikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecerdasan emosi lebih terfokus pada&lt;br /&gt;
pencapaian kesuksesan hidup yang&lt;br /&gt;
"tidak tampak".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan bisa tercapai ketika&lt;br /&gt;
seseorang bisa membuat kesepakatan&lt;br /&gt;
dengan melibatkan emosi, perasaan dan&lt;br /&gt;
interaksi dengan sesamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbukti, pencapaian kesuksesan secara&lt;br /&gt;
materi tidak menjamin kepuasan hati&lt;br /&gt;
seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang&lt;br /&gt;
juga dikenal dengan sebutan "EQ"),&lt;br /&gt;
dikenalkan melalui pasar dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang&lt;br /&gt;
untuk mengatasi dan menggunakan emosi&lt;br /&gt;
secara tepat dalam setiap bentuk&lt;br /&gt;
interaksi lebih dibutuhkan daripada&lt;br /&gt;
kecerdasan otak (IQ) seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, mari kita lihat, bagaimana&lt;br /&gt;
emosi bisa mengubah segala keterbatasan&lt;br /&gt;
menjadi hal yang luar biasa....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang miliuner kaya di Amerika&lt;br /&gt;
Serikat, Donald Trump, adalah contoh&lt;br /&gt;
apik dalam hal ini. Di tahun 1980&lt;br /&gt;
hingga 1990, Trump dikenal sebagai&lt;br /&gt;
pengusaha real estate yang cukup&lt;br /&gt;
sukses, dengan kekayaan pribadi yang&lt;br /&gt;
diperkirakan sebesar satu miliar US&lt;br /&gt;
dollar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua buku berhasil ditulis pada puncak&lt;br /&gt;
karirnya, yaitu "The Art of The Deal&lt;br /&gt;
dan Surviving at the Top". Namun jalan&lt;br /&gt;
yang dilalui Trump tidak selalu&lt;br /&gt;
mulus...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sobat ingat... depresi yang melanda dunia&lt;br /&gt;
di akhir tahun 1990? Pada saat itu&lt;br /&gt;
harga saham properti pun ikut anjlok&lt;br /&gt;
dengan drastis. Hingga dalam waktu&lt;br /&gt;
semalam, kehidupan Trump menjadi sangat&lt;br /&gt;
berkebalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trump yang sangat tergantung pada&lt;br /&gt;
bisnis propertinya ini harus menanggung&lt;br /&gt;
hutang sebesar 900 juta US Dollar!&lt;br /&gt;
Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi&lt;br /&gt;
kebangkrutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa temannya yang mengalami nasib&lt;br /&gt;
serupa berpikir bahwa inilah akhir&lt;br /&gt;
kehidupan mereka, hingga benar-benar&lt;br /&gt;
mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh&lt;br /&gt;
diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini kecerdasan emosi Trump&lt;br /&gt;
benar-benar diuji. Bagaimana tidak,&lt;br /&gt;
ketika ia mengharap simpati dari mantan&lt;br /&gt;
istrinya, ia justru diminta memberikan&lt;br /&gt;
semua harta yang tersisa sebagai ganti&lt;br /&gt;
rugi perceraian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang dianggap sebagai teman&lt;br /&gt;
dekatnya pun pergi meninggalkannya&lt;br /&gt;
begitu saja. Alasan yang sangat&lt;br /&gt;
mendukung bagi Trump untuk putus asa&lt;br /&gt;
dan menyerah pada hidup. Namun itu&lt;br /&gt;
tidak dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trump justru memandang bahwa ini&lt;br /&gt;
kesempatan untuk bekerja dan mengubah&lt;br /&gt;
keadaan. Meski secara finansial ia&lt;br /&gt;
telah kehilangan segalanya, namun ada&lt;br /&gt;
"intangible asset" yang tetap&lt;br /&gt;
dimilikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Trump memiliki pengalaman dan&lt;br /&gt;
pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh&lt;br /&gt;
lebih berharga dari semua hartanya yang&lt;br /&gt;
pernah ada!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi selanjutnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fantastis, enam bulan kemudian Trump&lt;br /&gt;
sudah berhasil membuat kesepakatan&lt;br /&gt;
terbesar dalam sejarah bisnisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahun berikutnya, Trump mampu&lt;br /&gt;
mendapat keuntungan sebesar US$3&lt;br /&gt;
Milliar. Ia pun berhasil menulis&lt;br /&gt;
kembali buku terbarunya yang diberi&lt;br /&gt;
judul "The Art of The Comeback".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bukunya ini Trump bercerita&lt;br /&gt;
bagaimana kebangkrutan yang menimpanya&lt;br /&gt;
justru menjadikannya lebih bijaksana,&lt;br /&gt;
kuat dan fokus daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ia berpikir, jika saja musibah&lt;br /&gt;
itu tidak terjadi, maka ia tidak akan&lt;br /&gt;
pernah tahu teman sejatinya dan tidak&lt;br /&gt;
akan menjadikannya lebih kaya dari yang&lt;br /&gt;
sebelumnya. Luar biasa bukan? :-)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecerdasan Emosi memberikan seseorang&lt;br /&gt;
keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,&lt;br /&gt;
juga mendatangkan kekuatan pada&lt;br /&gt;
seseorang untuk berani menghadapi&lt;br /&gt;
ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sama halnya seperti kecerdasan&lt;br /&gt;
otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir&lt;br /&gt;
pada setiap org &amp;amp; bisa dikembangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut beberapa tips bagaimana cara&lt;br /&gt;
mengasah kecerdasan emosi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Selalu hidup dengan keberanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru&lt;br /&gt;
akan memberikan beragam pengalaman dan&lt;br /&gt;
membuka pikiran dengan berbagai&lt;br /&gt;
kemungkinan lain dalam hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Selalu bertanggung jawab dalam&lt;br /&gt;
segala hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini akan menjadi jalan untuk bisa&lt;br /&gt;
mendapatkan kepercayaan orang lain dan&lt;br /&gt;
mengendalikan kita untuk tidak mudah&lt;br /&gt;
menyerah. "being accountable is being&lt;br /&gt;
dependable"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Berani keluar dari zona nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba keluar dari zona nyaman akan&lt;br /&gt;
membuat kita bisa mengeksplorasi banyak&lt;br /&gt;
hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mengenali rasa takut dan mencoba&lt;br /&gt;
untuk menghadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melakukan hal ini akan membangun rasa&lt;br /&gt;
percaya diri dan dapat menjadi jaminan&lt;br /&gt;
bahwa segala sesuatu pasti ada&lt;br /&gt;
solusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Bersikap rendah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau mengakui kesalahan dalam hidup&lt;br /&gt;
justru dapat meningkatkan harga diri&lt;br /&gt;
kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, kuasailah kecerdasan emosi Sobat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mengendalikan emosi merupakan&lt;br /&gt;
salah satu faktor penting yang bisa&lt;br /&gt;
mengendalikan Sobat menuju sukses dan&lt;br /&gt;
juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai ketemu minggu depan! :-)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*********** Resource Box ****************&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar Bisnis bersama Anne Ahira:&lt;br /&gt;
Download 5 Video Training pertama&lt;br /&gt;
Gratis di member area!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunjungi: http://www.AsianBrain.com  klik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
****************************************&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-------------------------------------------&lt;br /&gt;
PT. Asian Brain Internet Marketing Center&lt;br /&gt;
Jl. Bojong Sereh No. 668 Bandung 40376&lt;br /&gt;
Jawa Barat - INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tlp. (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999&lt;br /&gt;
Fax (022) 5947-999&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-2360754651096788984?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/2360754651096788984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2360754651096788984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2360754651096788984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/kuasai-kecerdasan-emosi-anda.html' title='Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-362989120478602559</id><published>2011-03-08T22:32:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T22:32:09.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN (Limbah)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latar Belakang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mulailah timbuh tumpukan limbah atau pun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu karya tulis ini akan dilengkapi dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan mengenai masalah limbah. Oleh karena itu, kami telah susun karya tulis ini dengan rinci. Dengan maksud supaya makalah tentang Dampak Limbah serta Penanggulangannya ini dapat dijadikan masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah ataupun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada makalah ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah ataupun sampah dan akhirnya kita dapat bersama mengurangi dampak dari adanya limbah ataupun sampah. Karena sampah sebenarnya ada juga yang masih dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapt dijadiak pupuk atau limbah plastic dengan cara mendaur ulang serta limbah lain yang bias dimanfaatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.Pengertian Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.penanganan limbah ini tentunya tidak hanya sekedar mengolahnya/ mendaur ulangnya langsung tanpa memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya klarena dari setiap limbah yang ada mempunyai cirri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.Karakteristik limbah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik yang berbeda. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berukuran mikro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karekteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah/ volumenya. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bias terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dinamis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berdampak luas (penyebarannya)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata tellanjang. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berdampak jangka panjang (antar generasi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga didukung oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap lingkungan diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Volume Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin besar pula terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Kandungan Bahan Pencemar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandunngan yang terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh manusia serta mahluk hidup sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Frekuensi Pembuangan Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat sekarang ini pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industry yang berdiri. Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuanganlimbah menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.Sumber dan Jenis Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Sumber Utama imbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber limbah terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØAktivitas manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh manusia menggunkan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bias dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Berikut adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c)Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØAktivitas alam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selaindari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang biasanya bersifat lokal.berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)Pembusukan bahan organik alami&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)Adanya aktifitas gunung berapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c)Banjir, longsor serta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d)Aktivitas alam yang lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan, manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan. Walaupun dilain pihak limbah terus meningkat terutamadiakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh beberapa factor sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØPerkembangan industri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan, transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang terurai atau ramah lingkungan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØModernisasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti bidang industry. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØPertambahan penduduk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan akan barang. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi berdampak terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)Penimbunan sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin hari kita melihat banyaknya sampah yang menumpuk karena pembuangannya yang sembarangan dan mungkin juga karena kurang mampunya tempat pembuangan sampah untuk menampung sampah atau yang biasa disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung sampah sehingga sampah menumpuk di suatu tempat yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan sekitar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Jenis Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermacam-macam limbah mungkin akan kita temui di sekitar kita. Pernahkah anda melihat sampah plastic, kaleng,pecahan kaca, kotoran hewan dan lain sebagainya. Dari sekian banyaknya limbah ini dapat dikelompokan berdasar sumber dari limbah ini berasal seperti penjelasan di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØGarbage yaitu sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Misal limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, restoran dan hotel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØRubbish yaitu bahan atau limbah yang tidak mudah membusuk yang terdiri dari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan kertas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·bahan yang tidak mudah terbakar seperti klaeng dan kaca&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØAshes yaitu sejenis abu hasil dari proses pembakaran seperti pembakaran kayu, batubara maupun abu dari hasil industry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØDead animal yaitu segala jenis bangkai yang membusuk seperti bangkai kuda, sapi, kucing tikus dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØStreet sweeping yaitu segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan karena perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ØIndustrial waste yaitu benda-benda padat sisa dari industry yang tidak tepakai atau dibuang. Missal industry kaleng dengan potongan kaleng-kaleng yang tidak terolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.Contoh Dari Pencemaran Limbah dan Upaya Pengolahannya.&lt;br /&gt;
·Dampak Negatif Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Pemanfaatannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawasan wisata alam merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyenangi nuansa alami. Selain itu kawasan wisata alam adalah sarana tempat terjadinya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin, setiap kawasan wisata alam harus menjaga keunikan, kelestarian, dan keindahannya. Semakin banyak kunjungan wisatawan, maka aktivitas dikawasan tersebut akan meningkat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan, akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Namun yang harus diingat adalah bahwa limbah atau sampah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dapat mengancam kawasan wisata alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah apabila dibiarkan tidak dikelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian kawasan wisata alam. Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai potensial, seperti penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas dan estetika lingkungan, dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat juga mempengaruhi penerimaan devisa negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komposisi Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik, sebesar 60 – 70%, dan sampah anorganik sebesar ± 30%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ancaman Bagi Kawasan Wisata Alam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Gangguan Kesehatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
· Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
· Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Menurunnya kualitas lingkungan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Menurunnya estetika lingkungan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Terhambatnya pembangunan negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pemanfaatan Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1). Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan). Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gb.1. Proses Pemilahan Sampah     Gb.2. Proses Pembuatan Kompos&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2). Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Tempat Pembuangan Sampah Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pengelolaan sampah yang baik, sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam, mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS, serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan sampah yang dilakukan di kawasan wisata alam, akan memberikan banyak manfaat, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Menjaga keindahan, kebersihan dan estetika lingkungan kawasan sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Tidak memerlukan TPS yang luas, sehingga pengelola wisata dapat mengoptimalkan penggunaan pemanfaatan kawasan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Mengurangi biaya angkut sampah ke TPS;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·B. Limbah Plastik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi/filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto dkk (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (lebih kurang 200°C).&lt;br /&gt;
·Penanganan dan Pengolahan Limbah Rumah Sakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair, padat dan gas.Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana termaktub dalam Undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang Pokok-pokok Kesehatan, bahwa setiap warga berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan yang berupa pencegahan dan pemberantasan penyakit, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihan kesehatan, penerangan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat (Siregar, 2001).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya perbaikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, yaitu pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, penyuluhan kesehatan serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, perlindungan terhadap bahaya pencemaran lingkungan juga perlu diberi perhatian khusus (Said dan Ineza, 2002).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah sakit merupakan sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan dan dapat dimanfaatkan pula sebagai lembaga pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit berupa kegiatan penyembuhan penderita dan pemulihan keadaan cacat badan serta jiwa (Said dan Ineza, 2002).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair, padat dan gas. Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit. Unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumah sakit (termasuk pengelolaan limbahnya), yaitu (Giyatmi. 2003) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pemrakarsa atau penanggung jawab rumah sakit.&lt;br /&gt;
* Pengguna jasa pelayanan rumah sakit.&lt;br /&gt;
* Para ahli, pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran.&lt;br /&gt;
* Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana dan fasilitas yang diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya pengelolaan limbah rumah sakit telah dilaksanakan dengan menyiapkan perangkat lunaknya yang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-kebijakan yang mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan di lingkungan rumah sakit. Di samping itu secara bertahap dan berkesinambungan Departemen Kesehatan mengupayakan instalasi pengelolaan limbah rumah sakit. Sehingga sampai saat ini sebagian rumah sakit pemerintah telah dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan limbah, meskipun perlu untuk disempurnakan. Namun harus disadari bahwa pengelolaan limbah rumah sakit masih perlu ditingkatkan lagi (Barlin, 1995).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peranan Rumah Sakit Dalam Pengelolaan Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan rawat jalan, rawat nginap, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik dan non medik yang dalam melakukan proses kegiatan hasilnya dapat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mempengaruhi lingkungan sosial, budaya dan dalam menyelenggarakan upaya dimaksud dapat mempergunakan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar terhadap lingkungan (Agustiani dkk, 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah yang dihasilkan rumah sakit dapat membahayakan kesehatan masyarakat, yaitu limbah berupa virus dan kuman yang berasal dan Laboratorium Virologi dan Mikrobiologi yang sampai saat ini belum ada alat penangkalnya sehingga sulit untuk dideteksi. Limbah cair dan Iimbah padat yang berasal dan rumah sakit dapat berfungsi sebagai media penyebaran gangguan atau penyakit bagi para petugas, penderita maupun masyarakat. Gangguan tersebut dapat berupa pencemaran udara, pencemaran air, tanah, pencemaran makanan dan minunian. Pencemaran tersebut merupakan agen agen kesehatan lingkungan yang dapat mempunyai dampak besar terhadap manusia (Agustiani dkk, 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Kesehatan menyebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu Pemerintah menyelenggarakan usaha-usaha dalam lapangan pencegahan dan pemberantasan penyakitpencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihan kesehatan, penerangan dan pendidikan kesehatan pada rakyat dan lain sebagainya (Karmana dkk, 2003). Usaha peningkatan dan pemeliharaan kesehatan harus dilakukan secara terus menerus, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan, maka usaha pencegahan dan penanggulangan pencemaran diharapkan mengalami kemajuan. Adapun cara-cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran limbah rumah sakit antara lain adalah melalui (Karmana dkk, 2003) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Proses pengelolaan limbah padat rumah sakit.&lt;br /&gt;
* Proses mencegah pencemaran makanan di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sarana pengolahan/pembuangan limbah cair rumah sakit pada dasarnya berfungsi menerima limbah cair yang berasal dari berbagai alat sanitair, menyalurkan melalui instalasi saluran pembuangan dalam gedung selanjutnya melalui instalasi saluran pembuangan di luar gedung menuju instalasi pengolahan buangan cair. Dari instalasi limbah, cairan yang sudah diolah mengalir saluran pembuangan ke perembesan tanah atau ke saluran pembuangan kota (Sabayang dkk, 1996). Limbah padat yang berasal dari bangsal-bangsal, dapur, kamar operasi dan lain sebagainya baik yang medis maupun non medis perlu dikelola sebaik-baiknya sehingga kesehatan petugas, penderita dan masyarakat di sekitar rumah sakit dapat terhindar dari kemungkinan-kemungkinan dampak pencemaran limbah rumah sakit tersebut (Sabayang dkk, 1996).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potensi Pencemaran Limbah Rumah Sakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam profil kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan, 1997 diungkapkan seluruh RS di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121.996 tempat tidur. Hasil kajian terhadap 100 RS di Jawa dan Bali menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3,2 Kg per tempat tidur per hari. Sedangkan produksi limbah cair sebesar 416,8 liter per tempat tidur per hari. Analisis lebih jauh menunjukkan, produksi sampah (limbah padat) berupa limbah domestik sebesar 76,8 persen dan berupa limbah infektius sebesar 23,2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi sampah (limbah padat) RS sebesar 376.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari. Dari gambaran tersebut dapat dibayangkan betapa besar potensi RS untuk mencemari lingkungan dan kemungkinannya menimbulkan kecelakaan serta penularan penyakit (Sebayang dkk, 1996). Rumah sakit menghasilkan limbah dalam jumlah besar, beberapa diantaranya membahyakan kesehatan di lingkungannya. Di negara maju, jumlah limbah diperkirakan 0,5 – 0,6 kilogram per tempat tidur rumah sakit per hari (Sebayang dkk, 1996).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah melayangkan teguran kepada 23 rumah sakit (RS) yang tidak mengindahkan surat peringatan mengenai keharusan memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Berdasarkan data dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jaktim yang diterima Pembaruan, dari 26 rumah sakit yang ada di Jaktim, hanya tiga rumah sakit saja yang memiliki IPAL dan bekerja dengan baik. Selebihnya, ada yang belum memiliki IPAL dan beberapa rumah sakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IPAL-nya dalam kondisi rusak berat (Sebayang dkk, 1996).Data tersebut juga menyebutkan, hanya sembilan rumah sakit saja yang memiliki incinerator. Alat tersebut, digunakan untuk membakar limbah padat berupa limbah sisa-sisa organ tubuh manusia yang tidak boleh dibuang begitu saja. Menurut Kepala BPLHD Jaktim, Surya Darma, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran yang mengharuskan pihak rumah sakit melaporkan pengelolaan limbahnya setiap tiga bulan sekali. Sayangnya, sejak dilayangkannya surat edaran akhir September 2005 lalu, hanya tiga rumah sakit saja yang memberikan laporan. Menurut Surya, limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis. Padahal, limbah medis memerlukan pengelolaan khusus yang berbeda dengan limbah nonmedis. Yang termasuk limbah medis adalah limbah infeksius, limbah radiologi, limbah sitotoksis, dan limbah laboratorium. Pasalnya, tangki pembuangan seperti itu di Indonesia sebagian besar tidak memenuhi syarat sebagai tempat pembuangan limbah. Ironisnya, malah sebagian besar limbah rumah sakit dibuang ke tangki pembuangan seperti itu (Sebayang dkk, 1996).Sementara itu, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Sudin Kesmas Jaktim menduga, buruknya pengelolaan limbah rumah sakit karena pengelolaan limbah belum menjadi syarat akreditasi rumah sakit. Sedangkan peraturan proses pembungkusan limbah padat yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada 1992 pun sebagian besar tidak dijalankan dengan benar. Padahal setiap rumah sakit, selain harus memiliki IPAL, juga harus memiliki surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL) dan surat izin pengolahan limbah cair. Sementara limbah organ-organ manusia harus di bakar di incinerator. Persoalannya, harga incinerator itu cukup mahal sehingga tidak semua rumah sakit bisa memilikinya (Sebayang dkk, 1996).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal yang patut jadi pemikiran bagi pengelola rumah sakit, dan jadi penyebab tingginya tingkat penurunan kualitas lingkungan dari kegiatan rumah sakit antara lain disebabkan, kurangnya kepedulian manajemen terhadap pengelolaan lingkungan karena tidak memahami masalah teknis yang dapat diperoleh dari kegiatan pencegahan pencemaran, kurangnya komitmen pendanaan bagi upaya pengendalian pencemaran karena menganggap bahwa pengelolaan rumah sakit untuk menghasilkan uang bukan membuang uang mengurusi pencemaran, kurang memahami apa yang disebut produk usaha dan masih banyak lagi kekurangan lainnya (Sebayang dkk, 1996). Untuk itu, upaya-upaya yang harus dilakukan rumah sakit adalah, mulai dan membiasakan untuk mengidentifikasi dan memilah jenis limbah berdasarkan teknik pengelolaan (Limbah B3, infeksius, dapat digunapakai atau guna ulang). Meningkatkan pengelolaan dan pengawasan serta pengendalian terhadap pembelian dan penggunaan, pembuangan bahan kimia baik B3 maupun non B3. Memantau aliran obat mencakup pembelian dan persediaan serta meningkatkan pengetahuan karyawan terhadap pengelolaan lingkungan melalui pelatihan dengan materi pengolahan bahan, pencegahan pencemaran, pemeliharaan peralatan serta tindak gawat darurat (Sebayang dkk, 1996).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis Limbah Rumah Sakit Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Serta Lingkungan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah rumah Sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Mengingat dampak yang mungkin timbul, maka diperlukan upaya pengelolaan yang baik meliputi pengelolaan sumber daya manusia, alat dan sarana, keuangan dan tatalaksana pengorganisasian yang ditetapkan dengan tujuan memperoleh kondisi rumah sakit yang memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan (Said, 1999). Limbah rumah Sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme bergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang. Limbah cair rumah sakit dapat mengandung bahan organik dan anorganik yang umumnya diukur dan parameter BOD, COD, TSS, dan lain-lain. Sedangkan limbah padat rumah sakit terdiri atas sampah mudah membusuk, sampah mudah terbakar, dan lain-lain. Limbah- limbah tersebut kemungkinan besar mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang menyebabkan penyakit infeksi dan dapat tersebar ke lingkungan rumah sakit yang disebabkan oleh teknik pelayanan kesehatan yang kurang memadal, kesalahan penanganan bahan-bahan terkontaminasi dan peralatan, serta penyediaan dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pemeliharaan sarana sanitasi yang masib buruk (Said, 1999).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuangan limbah yang berjumlah cukup besar ini paling baik jika dilakukan dengan memilah-milah limbah ke dalam pelbagai kategori. Untuk masing-masing jenis kategori diterapkan cara pembuangan limbah yang berbeda. Prinsip umum pembuangan limbah rumah sakit adalah sejauh mungkin menghindari resiko kontaminsai dan trauma (injury). jenis-jenis limbah rumah sakit meliputi bagian berikut ini (Shahib dan Djustiana, 1998) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Limbah Klinik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin, pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman dan populasi umum dan staff rumah sakit. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. contoh limbah jenis tersebut ialah perban atau pembungkus yang kotor, cairan badan, anggota badan yang diamputasi, jarum-jarum dan semprit bekas, kantung urin dan produk darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Limbah Patologi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diotoklaf sebelum keluar dari unit patologi. Limbah tersebut harus diberi label biohazard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Limbah Bukan Klinik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan. Meskipun tidak menimbulkan resiko sakit, limbah tersebut cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan mambuangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Limbah Dapur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah ini mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. Berbagai serangga seperti kecoa, kutu dan hewan mengerat seperti tikus merupakan gangguan bagi staff maupun pasien di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Limbah Radioaktif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun limbah ini tidak menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit, pembuangannya secara aman perlu diatur dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencegahan Pengolahan Limbah Pada Pelayanan Kesehatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengolahan limbah pada dasarnya merupakan upaya mengurangi volume, konsentrasi atau bahaya limbah, setelah proses produksi atau kegiatan, melalui proses fisika, kimia atau hayati. Dalam pelaksanaan pengelolaan limbah, upaya pertama yang harus dilakukan adalah upaya preventif yaitu mengurangi volume bahaya limbah yang dikeluarkan ke lingkungan yang meliputi upaya mengunangi limbah pada sumbernya, serta upaya pemanfaatan limbah (Shahib, 1999). Program minimisasi limbah di Indonesia baru mulai digalakkan, bagi rumah sakit masih merupakan hal baru, yang tujuannya untuk mengurangi jumlah limbah dan pengolahan limbah yang masih mempunyainilai ekonomi (Shahib, 1999).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai upaya telah dipergunakan untuk mengungkapkan pilihan teknologi mana yang terbaik untuk pengolahan limbah, khususnya limbah berbahaya antara lain reduksi limbah (waste reduction), minimisasi limbah (waste minimization), pemberantasan limbah (waste abatement), pencegahan pencemaran (waste prevention) dan reduksi pada sumbemya (source reduction) (Hananto, 1999).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reduksi limbah pada sumbernya merupakan upaya yang harus dilaksanakan pertama kali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
karena upaya ini bersifat preventif yaitu mencegah atau mengurangi terjadinya limbah yang keluar dan proses produksi. Reduksi limbah pada sumbernya adalah upaya mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang akan keluar ke lingkungan secara preventif langsung pada sumber pencemar, hal ini banyak memberikan keuntungan yakni meningkatkan efisiensi kegiatan serta mengurangi biaya pengolahan limbah dan pelaksanaannya relatif murah (Hananto, 1999). Berbagai cara yang digunakan untuk reduksi limbah pada sumbernya adalah (Arthono, 2000) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. House Keeping yang baik, usaha ini dilakukan oleh rumah sakit dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan mencegah terjadinya ceceran, tumpahan atau kebocoran bahan serta menangani limbah yang terjadi dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
2. Segregasi aliran limbah, yakni memisahkan berbagai jenis aliran limbah menurut jenis komponen, konsentrasi atau keadaanya, sehingga dapat mempermudah, mengurangi volume, atau mengurangi biaya pengolahan limbah.&lt;br /&gt;
3. Pelaksanaan preventive maintenance, yakni pemeliharaan/penggantian alat atau bagian alat menurut waktu yang telah dijadwalkan.&lt;br /&gt;
4. Pengelolaan bahan (material inventory), adalah suatu upaya agar persediaan bahan selalu cukup untuk menjamin kelancaran proses kegiatan, tetapi tidak berlebihan sehiugga tidak menimbulkan gangguan lingkungan, sedangkan penyimpanan agar tetap rapi dan terkontrol.&lt;br /&gt;
5. Pengaturan kondisi proses dan operasi yang baik: sesuai dengan petunjuk pengoperasian/penggunaan alat dapat meningkatkan efisiensi.&lt;br /&gt;
6. Penggunaan teknologi bersih yakni pemilikan teknologi proses kegiatan yang kurang potensi untuk mengeluarkan limbah B3 dengan efisiensi yang cukup tinggi, sebaiknya dilakukan pada saat pengembangan rumah sakit baru atau penggantian sebagian unitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebijakan kodifikasi penggunaan warna untuk memilah-milah limbah di seluruh rumah sakit harus memiliki warna yang sesuai, sehingga limbah dapat dipisah-pisahkan di tempat sumbernya, perlu memperhatikan hal-hal berikut (Haryanto, 2001) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bangsal harus memiliki dua macam tempat limbah dengan dua warna, satu untuk limbah klinik dan yang lain untuk bukan klinik.&lt;br /&gt;
2. Semua limbah dari kamar operasi dianggap sebagai limbah klinik.&lt;br /&gt;
3. Limbah dari kantor, biasanya berupa alat-alat tulis, dianggap sebagai limbah klinik.&lt;br /&gt;
4. Semua limbah yang keluar dari unit patologi harus dianggap sebagai limbah klinik dan perlu dinyatakan aman sebelum dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan kodifikasi dengan warna yang menyangkut hal-hal berikut (Sundana, 2000) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pemisahan limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Limbah harus dipisahkan dari sumbernya&lt;br /&gt;
* Semua limbahberesiko tinggi hendaknya diberi label jelas&lt;br /&gt;
* Perlu digunakan kantung plastik dengan warna-warna yang berbeda, yang menunjukkan ke mana plastik harus diangkut untuk insinerasi atau dibuang. Di beberapa negara, kantung plastik cukup mahal sehingga sebagai ganti dapat digunakan kantung kertas yang tahan bocor (dibuat secara lokal sehingga dapat diperoleh dengan mudah). Kantung kertas ini dapat ditempeli dengan strip berwarna, kemudian ditempatkan di tong dengan kode warna dibangsal dan unit-unit lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penyimpanan limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kantung-kantung dengan warna harus dibuang jika telah berisi 2/3 bagian. Kemudian diikat bagian atasnya dan diberi label yang jelas&lt;br /&gt;
* Kantung harus diangkut dengan memegang lehernya, sehingga kalau dibawa mengayun menjauhi badan, dan diletakkan di tempat-tempat tertentu untuk dikumpulkan&lt;br /&gt;
* Petugas pengumpul limbah harus memastikan kantung-kantung dengan warna yang samatelah dijadikan satu dan dikirim ke tempat yang sesuai&lt;br /&gt;
* Kantung harus disimpan di kotak-kotak yang kedap terhadap kutu dan hewan perusak sebelum diangkut ke tempat pembuangannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Penanganan limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kantung-kantung dengan kode warna hanya boleh diangkut bila telah ditutup&lt;br /&gt;
* Kantung dipegang pada lehernya&lt;br /&gt;
* Petugas harus mengenakan pakaian pelindung, misalnya dengan memakai sarung tangan yang kuat dan pakaian terusan (overal), pada waktu mengangkut kantong tersebut&lt;br /&gt;
* Jika terjadi kontaminasi diluar kantung diperlukan kantung baru yang bersih untuk membungkus kantung baru yang kotor tersebut seisinya (double bagging)&lt;br /&gt;
* Petugas diharuskan melapor jika menemukan benda-benda tajam yang dapat mencederainya di dalma kantung yang salah&lt;br /&gt;
* Tidak ada seorang pun yang boleh memasukkan tangannya kedalam kantung limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pengangkutan limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kantung limbah dikumpulkan dan seklaigus dipisahkan menurut kode warnanya. Limbah bagian bukan klinik misalnya dibawa ke kompaktor, limbah bagian klinik dibawa ke insinerator. Pengankutan dengan kendaran khusus (mungkin ada kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum) kendaraan yang digunakan untuk mengankut limbah tersebut sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan tiap hari, kalau perlu (misalnya bila ada kebocoran kantung limbah) dibersihkan dengan menggunakan larutan klorin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pembuangan limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dimanfaatkan dengan kompaktor, limbah bukan klinik dapat dibuang ditempat penimbunan sampah (land-fill site), limbah klinik harus dibakar (insinerasi), jika tidak mungkin harus ditimbun dengan kapur dan ditanam limbah dapur sebaiknya dibuang pada hari yang sama sehingga tidak sampai membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian mengenai limbah gas, upaya pengelolaannya lebih sederhana dibanding dengan limbah cair, pengelolaan limbah gas tidak dapat terlepas dari upaya penyehatan ruangan dan bangunan khususnya dalam memelihara kualitas udara ruangan (indoor) yang antara lain disyaratkan agar (Agustiani dkk, 2000) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tidak berbau (terutania oleh gas H2S dan Anioniak);&lt;br /&gt;
* Kadar debu tidak melampaui 150 Ug/m3 dalam pengukuran rata-rata selama 24 jam.&lt;br /&gt;
* Angka kuman. Ruang operasi : kurang dan 350 kalori/m3 udara dan bebas kuman padao gen (khususnya alpha streptococus haemoliticus) dan spora gas gangrer. Ruang perawatan dan isolasi : kurang dan 700 kalorilm3 udara dan bebas kuman patogen. Kadar gas dan bahan berbahaya dalam udara tidak melebihi konsentrasi maksimum yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah sakit yang besar mungkin mampu membeli insinerator sendiri. insinerator berukuran kecil atau menengah dapat membakar pada suhu 1300 – 1500o C atau lebih tinggi dan mungkin dapat mendaur ulang sampai 60% panas yang dihasilkan untuk kebutuhan energi rumah sakit. Suatu rumah sakit dapat pula memperoleh penghasilan tambahan dengan melayani insinerasi limbah rumah sakityang berasal dari rumah sakitlain. Insinerator modern yang baik tentu saja memiliki beberapa keuntungan antara lain kemampuannya menampung limbah klinik maupun bukan klinik, termasuk benda tajam dan produk farmasi yang tidak terpakai (Rostiyanti dan Sulaiman, 2001).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia, limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Langkah-langkah pengapuran (liming) tersebut meliputi yang berikut (Djoko, 2001) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Menggali lubang, dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.&lt;br /&gt;
* Tebarkan limbah klinik didasar lubang sampai setinggi 75 cm.&lt;br /&gt;
* Tambahkan lapisan kapur.&lt;br /&gt;
* Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditambahkan sampai ketinggian 0,5 meter dibawah permukaan tanah.&lt;br /&gt;
* Akhirnya lubang tersebut harus dituutup dengan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozonisasi Pengolahan Limbah Medis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah cair yang dihasilkan dari sebuah rumah sakitumumnya banyak mengandung bakteri, virus, senyawa kimia, dan obat-obatan yang dapat membahayakan bagi kesehatan masyarakat sekitar rumah sakittersebut. Dari sekian banyak sumber limbah di rumah sakit, limbah dari laboratorium paling perlu diwaspadai. Bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses uji laboratorium tidak bisa diurai hanya dengan aerasi atau activated sludge. Bahan-bahan itu mengandung logam berat dan inveksikus, sehingga harus disterilisasi atau dinormalkan sebelum “dilempar” menjadi limbah tak berbahaya. Untuk foto rontgen misalnya, ada cairan tertentu yang mengandung radioaktif yang cukup berbahaya. Setelah bahan ini digunakan. limbahnya dibuang (Suparmin dkk, 2002).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknologi Pengolahan Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknologi pengolahan limbah medis yang sekarang jamak dioperasikan hanya berkisar antara masalah tangki septik dan insinerator. Keduanya sekarang terbukti memiliki nilai negatif besar. Tangki septik banyak dipersoalkan lantaran rembesan air dari tangki yang dikhawatirkan dapat mencemari tanah. Terkadang ada beberapa rumah sakit yang membuang hasil akhir dari tangki septik tersebut langsung ke sungai-sungai, sehingga dapat dipastikan sungai tersebut mulai mengandung zat medis (Suparmin dkk, 2002).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan insinerator, yang menerapkan teknik pembakaran pada sampah medis, juga bukan berarti tanpa cacat. Badan Perlindungan Lingkungan AS menemukan teknik insenerasi merupakan sumber utama zat dioksin yang sangat beracun. Penelitian terakhir menunjukkan zat dioksin inilah yang menjadi pemicu tumbuhnya kanker pada tubuh (Suparmin dkk, 2002). Yang sangat menarik dari permasalahan ini adalah ditemukannya teknologi pengolahan limbah dengan metode ozonisasi. Salah satu metode sterilisasi limbah cair rumah sakit yang direkomendasikan United States Environmental Protection Agency (USEPA) pada tahun 1999. Teknologi ini sebenarnya dapat juga diterapkan untuk mengelola limbah pabrik tekstil, cat, kulit, dan lain-lain (Christiani, 2002).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozonisasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses ozonisasi telah dikenal lebih dari seratus tahun yang lalu. Proses ozonisasi atau proses dengan menggunakan ozon pertama kali diperkenalkan Nies dari Prancis sebagai metode sterilisasi pada air minum pada tahun 1906. Penggunaan proses ozonisasi kemudian berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun terdapat kurang lebih 300 lokasi pengolahan air minum menggunakan ozonisasi untuk proses sterilisasinya di Amerika (Berlanga, 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewasa ini, metode ozonisasi mulai banyak dipergunakan untuk sterilisasi bahan makanan, pencucian peralatan kedokteran, hingga sterilisasi udara pada ruangan kerja di perkantoran. Luasnya penggunaan ozon ini tidak terlepas dari sifat ozon yang dikenal memiliki sifat radikal (mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya) serta memiliki oksidasi potential 2.07 V. Selain itu, ozon telah dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan plasma seperti corona discharge (Berlanga, 1998). Melalui proses oksidasinya pula ozon mampu membunuh berbagai macam mikroorganisma seperti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, Hepatitis A Virus serta berbagai mikroorganisma patogen lainnya (Crites, 1998). Melalui proses oksidasi langsung ozon akan merusak dinding bagian luar sel mikroorganisma (cell lysis) sekaligus membunuhnya. Juga melalui proses oksidasi oleh radikal bebas seperti hydrogen peroxy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(HO2) dan hydroxyl radical (OH) yang terbentuk ketika ozon terurai dalam air. Seiring dengan perkembangan teknologi, dewasa ini ozon mulai banyak diaplikasikan dalam mengolah limbah cair domestik dan industri (Akers, 1993).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozonisasi Limbah cair rumah sakit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah cair yang berasal dari berbagai kegiatan laboratorium, dapur, laundry, toilet, dan lain sebagainya dikumpulkan pada sebuah kolam equalisasi lalu dipompakan ke tangki reaktor untuk dicampurkan dengan gas ozon. Gas ozon yang masuk dalam tangki reaktor bereaksi mengoksidasi senyawa organik dan membunuh bakteri patogen pada limbah cair (Harper, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah cair yang sudah teroksidasi kemudian dialirkan ke tangki koagulasi untuk dicampurkan koagulan. Lantas proses sedimentasi pada tangki berikutnya. Pada proses ini, polutan mikro, logam berat dan lain-lain sisa hasil proses oksidasi dalam tangki reaktor dapat diendapkan (Harper, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya dilakukan proses penyaringan pada tangki filtrasi. Pada tangki ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat pollutan yang terlewatkan pada proses koagulasi. Zat-zat polutan akan dihilangkan permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif ini sudah jenuh, atau tidak mampu lagi menyerap maka proses penyerapan akan berhenti, dan pada saat ini karbon aktif harus diganti dengan karbon aktif baru atau didaur ulang dengan cara dicuci. Air yang keluar dari filter karbon aktif untuk selanjutnya dapat dibuang dengan aman ke sungai (Harper, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozon akan larut dalam air untuk menghasilkan hidroksil radikal (-OH), sebuah radikal bebas yang memiliki potential oksidasi yang sangat tinggi (2.8 V), jauh melebihi ozon (1.7 V) dan chlorine (1.36 V). Hidroksil radikal adalah bahan oksidator yang dapat mengoksidasi berbagai senyawa organik (fenol, pestisida, atrazine, TNT, dan sebagainya). Sebagai contoh, fenol yang teroksidasi oleh hidroksil radikalakan berubah menjadi hydroquinone, resorcinol, cathecol untuk kemudian teroksidasi kembali menjadi asam oxalic dan asam formic, senyawa organik asam yang lebih kecil yang mudah teroksidasi dengan kandungan oksigen yang di sekitarnya. Sebagai hasil akhir dari proses oksidasi hanya akan didapatkan karbon dioksida dan air (Harper, 1986). Hidroksil radikal berkekuatan untuk mengoksidasi senyawa organik juga dapat dipergunakan dalam proses sterilisasi berbagai jenis mikroorganisma, menghilangkan bau, dan menghilangkan warna pada limbah cair. Dengan demikian akan dapat mengoksidasi senyawa organik serta membunuh bakteri patogen, yang banyak terkandung dalam limbah cair rumah sakit (Wilson, 1986). Pada saringan karbon aktif akan terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan diserap oleh permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif ini sudah jenuh, proses penyerapan akan berhenti. Maka, karbon aktif harus diganti baru atau didaur ulang dengan cara dicuci (Wilson, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam aplikasi sistem ozonisasi sering dikombinasikan dengan lampu ultraviolet atau hidrogen peroksida.Dengan melakukan kombinasi ini akan didapatkan dengan mudah hidroksil radikal dalam air yang sangat dibutuhkan dalam proses oksidasi senyawa organik. Teknologi oksidasi ini tidak hanya dapat menguraikan senyawa kimia beracun yang berada dalam air, tapi juga sekaligus menghilangkannya sehingga limbah padat (sludge) dapat diminimalisasi hingga mendekati 100%. Dengan pemanfaatan sistem ozonisasi ini dapat pihak rumah sakittidak hanya dapat mengolah limbahnya tapi juga akan dapat menggunakan kembali air limbah yang telah terproses (daur ulang). Teknologi ini, selain efisiensi waktu juga cukup ekonomis, karena tidak memerlukan tempat instalasi yang luas (Wilson, 1986).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga mungkin dampak negatif. Dampak negatif itu berupa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan limbah rumah sakityang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit darin pasien ke pekerja, dari pasien ke pasien dari pekerja ke pasien maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. Oleh sebab itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di lingkungan rumah sakit dana sekitarnya, perlu penerapan kebijakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakitsebagai salah astu indikator penting yang perlu diperhatikan. Rumah sakit sebagai institusi yang sosioekonomis karena tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tidak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang dihasilkan (Wilson, 1986)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakteristik limbah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berukuran mikro&lt;br /&gt;
2. Dinamis&lt;br /&gt;
3. Berdampak luas (penyebarannya)&lt;br /&gt;
4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengolahan limbah merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengolahan limbah disaat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume limbah di lingkungan sekitar. Dengan pengolahan limbah diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar oleh limbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agustiani E, Slamet A, Winarni D (1998). Penambahan PAC pada proses lumpur aktif untuk pengolahan air limbah rumah sakit: laporan penelitian. Surabaya: Fakultas Teknik IndustriInstitut Teknologi Sepuluh Nopember&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agustiani E, Slamet A, Rahayu DW (2000). Penambahan powdered activated carbon (PAC) pada proses lumpur aktif untuk pengolahan air limbah rumah sakit. Majalah IPTEK: jurnal ilmu pengetahuan alam dan teknologi : 11 (1): 30-8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akers (1993). Paperboard hospital waste container. United States Patent : 5,240,176 Arthono A (2000). Perencanaan pengolahan limbah cair untuk rumah sakit dengan metode lumpur aktif. Media ISTA : 3 (2) 2000: 15-8 Barlin (1995). Analisis dan evaluasi hukum tentang pencemaran akibat limbah rumah sakit Jakarta :Badan Pembinaan Hukum Nasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlanga B (1998). Process, formula and installation for the treatment and sterilization of biological, solid, liquid, ferrous metallic, non-ferrous metallic, toxic and dangerous hospitalwaste material. United States Patent : 5,820,541&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Christiani (2002). Pemanfaatan substrat padat untuk imobilisasi sel lumpur aktif pada pengolahan limbah cair rumah sakit. Buletin Keslingmas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Djoko S (2001). Pengelolaan limbah rumah sakit. Sipil Soepra : jurnal sipil 3(8): 91-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Giyatmi (2003). Efektivitas pengolahan limbah cair rumah sakitDokter Sardjito Yogyakarta terhadap pencemaran radioaktif. Yogyakarta : Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hananto WM (1999). Mikroorganisme patogen limbah cair rumah sakitdan dampak kesehatan yang ditimbulkannya. Bul Keslingmas : 18 (70) 1999: 37-44&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harper (1986). Hospital waste disposal system. United States Patent : 4,619,409&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haryanto (2001). Analisis senyawa-senyawa kimia limbah cair rumah sakit Kodya Jambi. Percikan : 31 (Mei): 54-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karmana O, Nurzaman M, Sanusi S (2003). Pengaruh limbah padat rumah sakit hasil insinerasi dan pupuk NPK bagi pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp) var. Gitihijau : laporan penelitian. Bandung : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Padjadjaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rostiyanti SF, Sulaiman F (2001). Studi pemeliharaan bangunan pengolahan air limbah dan incinerator pada rumah sakit di Jakarta. Jurnal Kajian Teknologi : 3 (2): 113-23&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Said NI (1999). Teknologi pengolahan air limbah rumah sakitdengan sistem “biofilter anaerob-aerob”. Seminar Teknologi Pengelolaan Limbah II: prosiding, Jakarta, 16-7 Feb 1999.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Said dan Ineza (2002). Uji performance pengolahan air limbah rumah sakit dengan proses biofilter tercelup. Jakarta : Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabayang P, Muljadi, Budi P (1996). Konstruksi dan evaluasi insinerator untuk limbah padat rumah sakit. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan Bandung : Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan Shahib MN (1999) Penerapan teknik “Polymerase chain Reaction” (PCR) untuk memonitor pencemaran lingkungan oleh senyawa merkuri (Hg) pada limbahcair rumah sakit. Kongres Himpunan Toksikologi Indonesia: prosiding, Jakarta, 22-23 Feb 1999 Shahib MN, Djustiana N (1998). Profil DNA plasmid E. coli yang diisolasi dari limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cair rumah sakit. Majalah Kedokteran Bandung : 30 (1) 1998: 328-41&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siregar TM (2001). Pengaruh penambahan inokulum pada pengolahan limbah cair rumah sakit: studi kasus pengolahan limbah cair RSUD Pasar Rebo, Jakarta menggunakan M-bio pada reaktor fixed-film aerobic. Jakarta : Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sundana EJ (2000). Hospital waste minimization in Indonesia case studi: Muhammadiyah Bandung General Hospital (RSMB). Jurnal Itenas : 4 (1): 43-9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suparmin, Tri C, Budiono Z (2002). Studi evaluasi pengolahan air limbah rumah sakit diPropinsi Jateng tahun 2002. Buletin Keslingmas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilson (1986). Hospital waste disposal system. United States Patent : 4,618,103&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/info_5_1_0604/isi_4.htm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.klinikmedis.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=7:pencegahan-penanganan-pengolahan-limbah-rumah-sakit&amp;amp;catid=1:latest-news&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-362989120478602559?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/362989120478602559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-kesehatan-lingkungan-limbah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/362989120478602559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/362989120478602559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-kesehatan-lingkungan-limbah.html' title='MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN (Limbah)'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-69658792027288905</id><published>2011-03-07T20:04:00.001-08:00</published><updated>2011-03-07T20:04:16.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH AL-ISLAM'/><title type='text'>pendidikan agama Islam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://makalah-artikel.blogspot.com   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-69658792027288905?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/69658792027288905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pendidikan-agama-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/69658792027288905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/69658792027288905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pendidikan-agama-islam.html' title='pendidikan agama Islam'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3191867385489698535</id><published>2011-03-07T07:35:00.001-08:00</published><updated>2011-03-07T07:35:51.558-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Definisi Pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT &lt;br /&gt;
Dalam perspektif teoritik, pendidikan seringkali diartikan dan dimaknai orang secara beragam,  bergantung pada sudut pandang masing-masing dan teori yang dipegangnya. Terjadinya perbedaan penafsiran pendidikan dalam konteks akademik merupakan sesuatu yang lumrah, bahkan dapat semakin memperkaya khazanah berfikir manusia dan bermanfaat untuk pengembangan teori itu sendiri.&lt;br /&gt;
Tetapi untuk kepentingan kebijakan nasional, seyogyanya pendidikan dapat dirumuskan secara jelas dan mudah  dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan pendidikan, sehingga setiap orang dapat mengimplementasikan secara tepat dan benar dalam setiap praktik pendidikan.&lt;br /&gt;
Untuk mengatahui  definisi pendidikan  dalam perspektif kebijakan, kita telah memiliki rumusan formal dan   operasional, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, yakni:&lt;br /&gt;
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;
Berdasarkan definisi di atas, saya menemukan 3 (tiga) pokok pikiran  utama yang terkandung di dalamnya, yaitu: (1) usaha sadar dan terencana; (2) mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya; dan (3) memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Di bawah ini akan dipaparkan secara singkat ketiga pokok pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
1. Usaha sadar dan terencana.&lt;br /&gt;
Pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana menunjukkan bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang disengaja dan dipikirkan secara matang (proses kerja intelektual).  Oleh karena itu, di setiap level manapun,  kegiatan pendidikan harus  disadari dan direncanakan, baik dalam tataran  nasional (makroskopik),  regional/provinsi dan kabupaten kota (messoskopik), institusional/sekolah (mikroskopik) maupun  operasional (proses pembelajaran  oleh guru).&lt;br /&gt;
Berkenaan dengan pembelajaran (pendidikan dalam arti terbatas),  pada dasarnya setiap kegiatan  pembelajaran pun harus direncanakan terlebih dahulu sebagaimana diisyaratkan dalam Permendiknas RI  No. 41 Tahun 2007.  Menurut Permediknas ini bahwa  perencanaan proses pembelajaran meliputi penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.&lt;br /&gt;
2. Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya&lt;br /&gt;
Pada pokok pikiran yang kedua ini saya melihat adanya pengerucutan istilah pendidikan menjadi pembelajaran.  Jika dilihat secara sepintas mungkin seolah-olah pendidikan lebih dimaknai dalam setting pendidikan formal semata (persekolahan).  Terlepas dari benar-tidaknya pengerucutan makna ini, pada pokok pikiran kedua ini, saya menangkap pesan bahwa pendidikan yang dikehendaki adalah pendidikan yang bercorak pengembangan (developmental) dan humanis, yaitu berusaha mengembangkan segenap potensi didik, bukan bercorak pembentukan yang bergaya behavioristik.  Selain itu, saya juga  melihat  ada dua kegiatan (operasi) utama dalam pendidikan: (a) mewujudkan  suasana  belajar, dan (b) mewujudkan  proses pembelajaran.&lt;br /&gt;
a. Mewujudkan  suasana  belajar&lt;br /&gt;
Berbicara tentang  mewujudkan suasana pembelajaran, tidak dapat dilepaskan dari upaya menciptakan lingkungan belajar,  diantaranya  mencakup: (a)  lingkungan fisik, seperti: bangunan sekolah, ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang BK, taman sekolah dan lingkungan fisik lainnya; dan (b) lingkungan sosio-psikologis (iklim dan budaya belajar/akademik), seperti: komitmen, kerja sama, ekspektasi prestasi, kreativitas, toleransi, kenyamanan, kebahagiaan dan aspek-aspek sosio–emosional lainnya, lainnya yang memungkinkan peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar.&lt;br /&gt;
Baik lingkungan  fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, keduanya didesan agar peserta didik dapat secara aktif  mengembangkan segenap potensinya. Dalam konteks pembelajaran yang dilakukan guru, di sini tampak jelas bahwa keterampilan guru  dalam mengelola kelas (classroom management) menjadi amat penting. Dan di sini pula, tampak bahwa peran guru lebih diutamakan sebagai fasilitator  belajar siswa .&lt;br /&gt;
b. Mewujudkan  proses pembelajaran&lt;br /&gt;
Upaya mewujudkan suasana pembelajaran lebih ditekankan untuk menciptakan kondisi dan  pra kondisi  agar siswa belajar, sedangkan proses pembelajaran lebih mengutamakan pada upaya bagaimana  mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau kompetensi siswa. Dalam konteks pembelajaran yang dilakukan guru, maka guru dituntut  untuk dapat mengelola pembelajaran (learning management), yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian  pembelajaran (lihat  Permendiknas RI  No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses). Di sini, guru lebih berperan sebagai agen pembelajaran (Lihat penjelasan PP 19 tahun 2005), tetapi dalam hal ini saya lebih suka menggunakan istilah manajer pembelajaran, dimana guru bertindak  sebagai seorang planner, organizer dan evaluator pembelajaran)&lt;br /&gt;
Sama seperti dalam mewujudkan suasana pembelajaran,  proses pembelajaran pun seyogyanya  didesain agar peserta didik dapat secara aktif  mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya, dengan mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) dalam bingkai model dan strategi  pembelajaran aktif (active learning), ditopang oleh peran guru sebagai fasilitator  belajar.&lt;br /&gt;
3. Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;
Pokok pikiran yang ketiga ini, selain merupakan bagian dari definisi pendidikan sekaligus  menggambarkan  pula  tujuan pendidikan nasional kita , yang  menurut hemat saya sudah  demikian lengkap. Di sana tertera tujuan yang berdimensi ke-Tuhan-an, pribadi, dan sosial. Artinya, pendidikan yang dikehendaki bukanlah pendidikan sekuler, bukan pendidikan individualistik, dan bukan pula pendidikan sosialistik, tetapi pendidikan yang mencari keseimbangan  diantara ketiga dimensi tersebut.&lt;br /&gt;
Jika belakangan ini gencar disosialisasikan pendidikan karakter, dengan melihat pokok pikiran yang ketiga  dari definisi pendidikan  ini  maka sesungguhnya pendidikan karakter sudah implisit dalam pendidikan, jadi bukanlah sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;
Selanjutnya  tujuan-tujuan  tersebut dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan pendidikan  di bawahnya (tujuan level messo dan mikro) dan dioperasionalkan melalui tujuan  pembelajaran yang  dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Ketercapaian tujuan – tujuan  pada tataran operasional  memiliki arti yang strategis  bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;
Berdasarkan  uraian di atas,  kita melihat bahwa dalam definisi pendidikan yang  tertuang  dalam UU No. 20 Tahun 2003, tampaknya  tidak hanya sekedar menggambarkan apa pendidikan itu,  tetapi memiliki makna dan implikasi yang luas tentang  siapa sesunguhnya pendidik itu, siapa  peserta didik (siswa) itu, bagaimana seharusnya mendidik, dan apa yang ingin dicapai oleh pendidikan.&lt;br /&gt;
===============&lt;br /&gt;
Begitulah pemahaman sederhana saya tentang apa itu pendidikan, dalam perspektif kebijakan. Saya berharap kiranya Anda dapat melengkapi dan menyempurnakan pemahaman saya  ini, melalui forum komentar yang tersedia di bawah.&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat  dan terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-3191867385489698535?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/3191867385489698535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/definisi-pendidikan-menurut-uu-no-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3191867385489698535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3191867385489698535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/definisi-pendidikan-menurut-uu-no-20.html' title='Definisi Pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-7357974008478138718</id><published>2011-03-07T07:33:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T07:33:01.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KESEHATAN'/><title type='text'>Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;SUSUNAN UDARA BERSIH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polusi udara adalah penyusunan kualitas udara sampai pada yang mengganggu kehidupan karena masuknya polutan kedalam udara. Polusi udara terjadi jika ada penambahan komponen udara atau bahan kimia yang kehadirannya membahayakan organisme.Pada dasarnya penyebab polusi udara serupa dengan penyebab polusi air. Pencemaran udara adalah jika udara dicampuri dengan zat atau radiasi yang berpengaruh jelek terhadap organisme hidup. Jumlah pengotoran ini cukup banyak sehingga tidak dapat diabsorpsi atau dihilangkan dalam waktu relatif singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PEMBAGIAN POLUSI UDARA&lt;br /&gt;
Menurut tempatnya polusi udara terbagi 2 yaitu :&lt;br /&gt;
1. Polusi Udara Luar Ruangan&lt;br /&gt;
2. Polusi Udara Dalam Ruangan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. DAMPAK POLUSI UDARA LUAR RUANGAN TERHADAP KESEHATAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Particulate Matter (PM)&lt;br /&gt;
Penelitian epidemiologis pada manusia dan model pada hewan menunjukan PM10 (termasuk di dalamnya partikulat yang berasal dari diesel/DEP) memiliki potensi besar merusak jaringan tubuh. Data epidemiologis menunjukan peningkatan kematian serta eksaserbasi/serangan yang membutuhkan perawatan rumah sakit tidak hanya pada penderita penyakit paru (asma, penyakit paru obstruktif kronis, pneumonia), namun juga pada pasien dengan penyakit kardiovaskular/jantung dan diabetes. Anak-anak dan orang tua sangat rentan terhadap pengaruh partikulat/polutan ini, sehingga pada daerah dengan kepadatan lalu lintas/polusi udara yang tinggi biasanya morbiditas penyakit pernapasan (pada anak dan lanjut usia) dan penyakit jantung/kardiovaskular (pada lansia) meningkat signifikan. Penelitian lanjutan pada hewan menunjukan bahwa PM dapat memicu inflamasi paru dan sistemik serta menimbulkan kerusakan pada endotel pembuluh darah (vascular endothelial dysfunction) yang memicu proses atheroskelosis dan infark miokard/serangan jantung koroner. Pajanan lebih besar dalam jangka panjang juga dapat memicu terbentuknya kanker (paru ataupun leukemia) dan kematian pada janin. Penelitian terbaru dengan follow up hampir 11 tahun menunjukan bahwa pajanan polutan (termasuk PM10) juga dapat mengurangi fungsi paru bahkan pada populasi normal di mana belum terjadi gejala pernapasan yang mengganggu aktivitas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Belerang dioksida (SO2) &lt;br /&gt;
Gas jernih tak berwarna ini merupakan bagian dari pencemaran udara, kadarnya sampai 18%. Gas ini baunya menyengat dan amat membahayakan manusia. Jumlah SO2 karena oksidasi H2S adalah 80% , sisanya 20% lagi adalah hasil ulah manusia, yakni akibat bahan bakar yang mengandung Belerang (S), kilang minyak dan letusan gunung berapi. Dari 20% S02 ini yang 16% adalah akibat pembakaran zat-zat yang mengandung belerang seperti minyak bumi dan batubara. Inilah yang membayakan kesehatan di kota-kota yang dapat melumpuhkan dan merusak pernafasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
S02 jika beraksi dengan kabut berisi uap air akan membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam yang terbentuk di awan akan turun ke tanah dan menimbulkan akan malapetaka bagi tanaman,hewan, dan manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Karbonmonokdisa (CO)&lt;br /&gt;
Karbonmonoksida dibuat manusia karena pembakaran bensin tidak sempurna dalam kendaraan. Pembakaraan di perindustrian, pembangkit listrik, pemanas rumah. pembakaran di pertanian, dan sebagainya gas ini tidak berwarna atau berbau, tetapi amat berbahaya. Kadar 10 bpj CO dalam udara dapat menyebabkan manusia sakit, pengaruh CO serupa dengan pengaruh kekurangan oksigen. Hemoglobin yang biasa membawa oksigen dari udara rupanya lebih tertarik kepada CO. Akan terbentuklah senyawa CO dengan hemoglobin dengan ikatan kimia yang lebih kuat dari ikatan dengan oksigen. Molekul karboksihemoglobin ini sangat berbahaya dan untuk beberapa jam tidak dapat lagi mengikat oksigen yang diperlukan tubuh. Menghisap gas CO yang keluar dari knalpot mobil di ruang garasi tertutup telah banyak menyebabkan kematian. Di udara, karbonmonoksida CO terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat konsentrasi gas CO berkisar antara 10-15 ppm. Karbon monoksida (CO) apabila terhirup ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah (hemoglobin) :&lt;br /&gt;
Hemoglobin + CO ———&amp;gt; COHb (Karboksihemoglobin)&lt;br /&gt;
Ikatan karbon monoksida dengan darah (karboksihemoglobin) lebih stabil daripada ikatan oksigen dengan darah (oksihemoglobin). Keadaan ini menyebabkan darah menjadi lebih mudah menangkap gas CO dan menyebabkan fungsi vital darah sebagai pengangkut oksigen terganggu.&lt;br /&gt;
Dalam keadaan normal konsentrasi CO di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0%, dan rata-rata sekitar 0,5%. Disamping itu kadar CO dalam darah dapat seimbang selama kadar CO di atmosfer tidak meningkat dan kecepatan pernafasan tetap konstan.&lt;br /&gt;
Keracunan gas karbon monoksida dapat ditandai dari keadaan ringan, berupa pusing, rasa tidak enak pada mata, sakit kepala, dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat berupa detak jantung meningkat, rasa tertekan di dada, kesukaran bernafas, kelemahan otot-otot, gangguan pada sistem kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Nitrogen oksida (NO, N2O, NO2)&lt;br /&gt;
Peran Nitrogen amat penting dalam siklus unsur untuk keseimbangan alam. Sekitar 78% udara terdiri dari nitrogen dan 20% volume adalah oksigen. Nitrogen oksida merupakan pencemar. Sekitar 10% pencemar udara setiap tahun adalah nitrogen oksida. Ada delapan kemungkinan hasil reaksi apabila nitrogen bereaksi dengan oksigen, yang jumlahnya cukup banyak ialah NO,N20,dan NO2. Yang menyebabkan pencemaran udara hanyalah NO dan NO2 &lt;br /&gt;
N20 jumlahnya paling banyak di antara ketiga oksida tersebut. Gas ini tidak berwarna, tidak bereaksi dengan ozon, oksigen, dan hidrokarbon yang ada di udara. Konsentrasi N20 berasal dari sumber alam. NO yang ada dalam udara belum lama diketahui. NO banyak terbentuk dari pembakaran dalam mesin. Zat ini kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut oleh oksigen atau ozon, lambat atau cepat, akan menghasilkan NO2. NO2 merupakan gas beracun, berwarna coklat-merah, berbau seperti asam nitrat. Pembentukan nitrogen oksida terjadi pada pembakaran batubara, minyak bumi, gas alam, dan industri kimia seperti pabrik asam nitrat, asam sulfat, dan sebagainya. NO dan NO2 dapat merusak bagi manusia dan lingkungannya. NO mempunyai kemampuan membatasi kadar oksigen dalam darah, seperti halnya dengan CO. Jika NO2 bertemu dengan uap air di udara atau dalam tubuh manusia akan terbentuk segera HNO3 yang amat merusak tubuh, karena itulah NO2 akan terasa pedih jika mengenai mata, hidung, saluran nafas, dan jantung. Konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Hidrokarbon&lt;br /&gt;
Senyawa ini hanya mengandung unsur hidrogen dan karbon. Pencemar udara berupa hidrokarbon dihasilkan proses di perindustrian penguapan pelarut organik, dan pembakaran sampah. Hidrokarbon berperan dalam asap kabut (asbut) foto kimia dan penyebab kanker. Senyawa benzopirena adalah senyawa hidrokarbon yang terdapat dalam tembakau. Asap rokok mengandung mengandung benzopirena yang menyebabkan kanker jantung. Penduduk kota menghisap benzopirena setiap hari sekitar yang terkandung dalam 7 batang rokok. Benzopirena yang terdapat di udara kebanyakan disebabkan pembakaran batubara. Sekitar 10% keluar dari knalpot kenderaan, sedikit dari ter atau aspal jalan.Dalam udara terdapat sedikitnya lima, senyawa hidrokarbon lain yang dapat menyebabkan kanker jantung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Ozon (O3)&lt;br /&gt;
Ozon adalah gas berwarna biru bening, berbau tajam dan terdapat di udara lapisan atas. Pada ketinggian 25 km di atas bumi mencapai maksimum. Ozon diperoleh karena loncatan listrik di udara. Sebagian besar ozon dibentuk di udara pada ketinggian jauh dari bumi karena aksi sinar ultraviolet kepada oksigen. Daerah atmosfer ini disebut lapisan ozon yang merupakan pelindung makhluk hidup di muka bumi. Lapisan ini mengabsorpsi hampir semua sinar ultraviolet dari matahari. Jika sedikit energi ultraviolet ini sampai ke bumi dan mengenai kulit kita, maka kita akanterasa terbakar dan dapat menjadi kanker kulit. Kalau kita langsung melihat matahari maka mata kita kan buta.Karena terhalang lapisan ozon inilah maka makhluk hidup di muka bumi ini aman.Jika kita mengemisikan nitrogen oksida (NO dan NO2) ke udara, maka produksi ozon ikan banyak terjadi dilapisan bawah dari udara. Ozon sebagai pengoksid yang kuat bereaksi dengan berbagai zat dan beracun bagi makhluk hidup. Jika konsentrasinya kecil akan menyebabkan sakit pada dada, batuk, dan radang pada mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Chloro-fluoro-carbon (CFC)&lt;br /&gt;
Mulanya ozon pada bagian atas lapisan udara sangat besar manfaatnya bagi makhluk hidup di permukaan bumi, seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun terjadinya penipisan lapisan ozon di stratosfer (10 hingga 15 km di atas permukaan bumi ) mengakibatkan sinar ultraviolet masuk ke bumi dalam jumlah yang mengancam kehidupan di bumi. Menurut para ahli, penipisan ini karena pemakaian berlebiban dan berlanjut senyawa chloro-fluoro-carbon (CFC), yang banyak digunakan sebagai :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- bahan pendingin pada mesin penyejuk ruangan (AC) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- bahan pengembang pada pembuatan karet &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- bahan pembersih pada industri elektronik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- bahan penyemprot pada parfum, minyak rambut, dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyelidikan bahkan membuktikan CFC juga menyumbang 15% terjadinya efek rumah kaca disamping gas karbon dioksida (CO2) metana (CH4) dan nitrogenokdida (NO dan NO2). Efek rumah kaca yang membuat naiknya suhu atmosfer (pemanasan Global) menyebabkan cairnya es di kutub hingga mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Karenanya, tanpa upaya penyelamatan, diperkirakan dengan naiknya suhu bumi maka beberapa kota di tepi pantai di dunia akan tergenang. Pemanasan global tak hanya berdampak serius pada lingkungan manusia di bumi namun juga terhadap kesehatan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan tahunan di Genewa mengatakan bahwa berbagai penyakit infeksi yang timbul diidentifikasi terkait dengan perubahan lingkungan hidup yang drastis. Kerusakan hutan, perluasan kota, pembukaan lahan untuk pertanian, pertambangan, serta kerusakan ekosistem di kawasan pesisir memicu munculnya patogen lama maupun baru. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama di wilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Dampak lain yang terasa adalah nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim..&lt;br /&gt;
WHO juga menyebutkan ancaman lain dari meningkatnya suhu rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Suhu udara yang semakin hangat juga membawa penyakit alergi. Kenaikan permukaan air laut akan mengakibatkan banjir dan erosi, terutama di kawasan pesisir, dan mencemari sumber-sumber air bersih sehingga menurunkan kualitas air. Akibatnya adalah wabah kolera dan malaria di negara miskin.. Mencairnya puncak es Himalaya, luasnya daerah gurun pasir dan wilayah pesisir pantai yang tercemar merupakan sarana penularan penyakit, hal ini juga menyebabkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. Banyak penyakit yang ditimbulkan oleh perubahan iklim akibat pemanasan global, diantaranya penyakit lama timbul kembali, misalnya penyakit Malaria yang wilayah penyebarannya makin meluas, mengingat nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas, maka dengan bertambahnya nyamuk, maka kontak dengan manusia juga bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Timbal (Pb)&lt;br /&gt;
Di atmosfer di kota -kota aerosol timbal merupakan pencemar yang telah dikenal. Pencemar ini dihasilkan oleh pembakaran batubara, pabrik-pabrik, penyemprotan pestisida, pembakaran sampah, dan pembakaran bensin. Untuk memperoleh bensin dengan oktan tinggi, mak bensin diberi senyawa timbal tetra etil dan timbal tetra metil. Timbal dan senyawanya mempengaruhi sistem pusat syaraf. Ciri-ciri kerana timbal ialah pusing kehilangan selera, sakit kepala, anemia, sukar tidur, lemah dan keguguran. Keracunan timbal yang akut adalah pingsan dan mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Hujan Asam&lt;br /&gt;
Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Khlorin&lt;br /&gt;
Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.&lt;br /&gt;
Karena banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industri dalam dosis berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin dalam kadar tinggi di udara.&lt;br /&gt;
Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Partikel Debu&lt;br /&gt;
Partikulat debu melayang (Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil, Dampak partikel debu terhadap kesehatan dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi. Selain dapat berpengaruh negatif terhadap  Kesehatan, partikel debu juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan juga Mengadakan berbagai reaksi kimia di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. DAMPAK POLUSI UDARA DALAM RUANGAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rata-rata kita menghabiskan 80% waktu kita di dalam ruangan. Kondisi lingkungan di dalam ruangan seringkali diperparah dengan zat-zat penyebab polusi seperti asap rokok, debu, jamur dan sepura, tungau, bahan-bahan kimia dari mesin photocopy dan bahan-bahan bangunan (perekat, cat) dan juga asap dari masakan. Kontak yang terus-menerus dengan zat-zat ini bias menyebabkan kanker, penyakit-penyakit pernafasan seperti asma, radang selaput lendir hidung, infeksi kulit dan kemunduran system kekebalan tubuh.Secara umum efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan terjadinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Iritasi pada saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan silia menjadi lambat, bahkan dapat terhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Peningkatan produksi lendir akibat iritasi oleh bahan pencemar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Produksi lendir dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pembengkakan saluran pernafasan dan merangsang pertumbuhan sel, sehingga saluran pernafasan menjadi menyempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Lepasnya silia dan lapisan sel selaput lender&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat dari hal tersebut di atas, akan menyebabkan terjadinya kesulitan bernafas sehingga benda &lt;br /&gt;
asing termasuk bakteri/mikroorganisme lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan. Polusi udara dalam ruangan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Asap Masakan (dari dapur dan restoran) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian menemukan bahwa menghirup asap pada saat memasak sama dengan perolok pasif menghirup 6 batang rokok. Meskipun proporsi wanita perokok di Cina sangat sedikit, tingkat kematian wanita karena penyakit paru-paru sangat tinggi. Para pakar kesehatan mensinyalir adanya hubungan yang kuat dengan terhirupnya asap masakan dan minyak goreng pada saat memasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Bakteri dan Jamur &lt;br /&gt;
Ditemukan hidup di Penyejuk Ruangan: Gedung Perkantoran, Rumah Sakit, Rumah Tinggal, dsb. Sangat penting membersihkan filter system penyejuk ruangan secara teratur, baik penyejuk yang tersentralisasi maupun unit-unit yang berdiri sendiri. Kotoran-kotoran di unit-unit penyejuk ruangan akan menyebabkan tumbuhnya Mikro Organisme yang akan mencemari ruangan melalui saluran-saluran AC pada saat penyejuk dinyalakan. Banyak kasus asma saat ini yang berhubungan erat dengan alergi terhadap Mikro Organisme ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pencemaran Udara karena bahan-bahan kimia (Rumah dan Perkantoran) &lt;br /&gt;
Wewangian dan bau dari produk Rumah tangga seperti insektisida, detergent, pengharum ruangan, obat nyamuk, bahan-bahan penata rambut, perekat, cairan koreksi, kalsium karbonat, dll seringkali tidak sehat, bahkan bisa-bisa dapat menyebabkan kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Daur Ulang Karbondioksida yang terakumulasi (Perkantoran dan tempat tidur) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karbondioksida yang terhirup terus menerus di ruang kantor yang tertutup atau tidak cukup berventilasi bias menyebabkan keletihan yang berlebihan dan berkurangnya konsentrasi para pekerja kantoran. Demikian juga dengan keletihan setelah perjalanan jauh di dalam mobil adalah dikarenakan buruknya sirkulasi udara di mana oksigen tidak mencukupi untuk menggantikan karbondioksida. Dapat menimbulkan sesak nafas, pingsan dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit lain akibat Polusi Udara :&lt;br /&gt;
1. Astma&lt;br /&gt;
Sekarang ini diperkirakan jamur dapat menyebabkan astma yang parah pada orang dewasa. Anak anak di U.S yang menderita astma menjadi dua kali lipat dibandingkan duapuluh tahun yang lalu. Para ilmuan tidak mengetahui mengapa astma dalam masa kanak-kanak semakin meningkat, tetapi kualitas udara di luar dan di dalam ruangan berperan penting, misalnya kontak langsung dengan kotoran tungau, debu, kecoa, pestisida, asap rokok, ozon dan abu memiliki efek merusak kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Chronic obstructive pulmonary disease&lt;br /&gt;
Jangan merokok! Selain itu masih banyak bahan yang menimbulkan iritasi, seperti asap dari bahan kimia dan debu. Telah terbukti pada wanita yang tidak merokok tetapi cenderung menggunakan bahan bakar padat, mengidap penyakit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Penyakit cardiovasular dan kematian &lt;br /&gt;
Kedekatan yang lama dengan polusi udara bisa menyebabkan kanker dan kerusakan pada sistem kekebalan, syaraf, reproduksi, dan pernapasan. Dalam kasus ekstrim, dapat menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;
4. Kanker paru- paru&lt;br /&gt;
Asap rokok masih disebut sebagai penyebab utama kanker paru paru, WHO menyatakan bahwa banyak penelitian di Cina menghubungkan kanker paru paru dengan pemakaian arang untuk memasak dan memanaskan makanan. Kedekatan dengen Radon adalah penyebab kanker yang lain.&lt;br /&gt;
5. Bronkitis&lt;br /&gt;
Radang atau iritasi rongga pernapasan yang menuju ke paru-paru seringkali disebabkan infeksi karena virus. Juga dapat berkembang setelah kedekatan dengan bahan kimia dan polusi udara.&lt;br /&gt;
Iritasi Mata, Hidung dan Tnggorokan, sesak napas, serta biang keringat Bisa disebabkan oleh ‘Sick buildings Syndrome’atau “Building Associated Illnesses.&lt;br /&gt;
6. Allergic Rhinitis&lt;br /&gt;
Dapat disebabkan karena keturunan, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risikonya antara lain asap, polusi udara, infeksi dan kedekatan dengan penyebab alergi yang berarti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Adverse pregnancy outcome &lt;br /&gt;
Berhubungan dengan asap dari penggunaan bahan bakar padat dan asap rokok. Infeksi yang disebabkan virus, Flu dan ancaman baru SARS Pada 2003. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-7357974008478138718?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/7357974008478138718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/dampak-polusi-udara-terhadap-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/7357974008478138718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/7357974008478138718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/dampak-polusi-udara-terhadap-kesehatan.html' title='Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8351107264115435786</id><published>2011-03-06T08:58:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:58:01.894-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH KOMPUTER'/><title type='text'>sejarah perkembangan komputer</title><content type='html'>Terciptanya komputer diawali dengan perkembangan alat hitung, amka dalam meninjau perkembangan komputer kita tak lepas dari perkembangan alat hitung. Alat hitung tertua yang sekarang masih digunakan adalah abacus (di Indonesia dikenal dengan nama sempoa) alat ini berasal dari Timur Tengah dikena di Eropa pada Marcopolo.&lt;br /&gt;
Pada tahun 1642 seorang pemuda berumur 16 tahun bernama Blaise Pascal membuat sebuah mesin jumlah (Mechanical Adding Mavhine) yang digunakan pada kantor ayahnya di Rouen Perancis pada tahun 19673, seorang Phyosopy jerman bernama Leibniz. Membuat mesin hitung yang dapat menambah dan mengalikan. Pada Tahun 1975 seorang Peranvis bernama Joseph Mario Jacuard, merancang sebuah metode penggunaan lubang-lubang pada kartu untuk mengotrol benar-benar pada penenum tekstil.&lt;br /&gt;
Pada tahun 1833, Charles Babbage menggunakan konsep yang mendekati stored program pada komputer modren dan mesinnya disebut Analytical Engine. Pada tahun 1854, George boole menerapkan operasi matematika logic (aljabar logic), penemuan ini merupakan seumbangan besar dalam perkembangan menuju abad komputer. Pada tahun 1880, Dr. Herman Hollerith dari United States Census Bureau menemukan metode dengan menggunaka punch card untuk merekam data dalam mesin sensusnya. Hal ini membawa ollerth kearah suksesnya pada tahun 2886 ia mendirikan Tabulasi Machane Campany dikemukakan hari Tabulating Machine Compay berembang menjadi internasinal Bussiness Machine Corporation. (I.B.M).&lt;br /&gt;
Pada tahun 1908 James Power dari Census Bareau merencanakan mesin untuk memproses dengan menggunakan punch car dan mesin ini digunakan pada tahun 1910 pada tahun 1911 ia membentuk Power Accounting Machine Compay yang kemudian hari menjadi Remington Rand Company dan sekarang menjadi Univac Division of  Sperry and Corporation.&lt;br /&gt;
Pada tahun 1930 M Jhon V. Atanasiffy menciptakan meisn hitung yang berkerja secara elektronik, tetapi pemutusan dan penyambungan arus listrik masih dilakukan secara mekanis pada tahun 1944 Howard Aiken membuat komputer yang dapat melakukan operasi artimatika dan logika secara otomatis, komputer nya disebut dengan nama Mark I. Mark I segera diganti dengan munculnya komputer elektronik yang otomatis bernama Eniac. Komputer ini dirancang oleh J. Prosper Ecklert dan Jhon W.Mauchly.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.  Generasi Komputer&lt;br /&gt;
Hingga saat ini perkembangan komputer dapat dikatakan telah mengalami 6 generasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
-         Pra generasi (sebeum tahun 1946)&lt;br /&gt;
-         Generasi I (tahu 1946-1959)&lt;br /&gt;
-         Generasi II (tahun 1959-1965)&lt;br /&gt;
-         Generasi III (tahun 1965-1970)&lt;br /&gt;
-         Generasi IV (sejak 1970)&lt;br /&gt;
-         Generasi V (sekarang dalam tahap perkembangan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.  Komputer Generasi Pertama ( 1946-1959)&lt;br /&gt;
Ciri-ciri komputer generasi kedua :&lt;br /&gt;
1.      Komponen utama  yang digunakan adalah transistor sirkuitnya&lt;br /&gt;
2.      Program yang dibuat dengan bahas tingkat (High Level Language), seperti : Fortran, Cobol, Alkgol (The Algorithnic Language)&lt;br /&gt;
3.      Kapasitas memory utamanya sudah cukup besar&lt;br /&gt;
4.      Ukuran fisik komputer lebih kecil&lt;br /&gt;
5.      Proses operasi sudah cepat dapat memproses jutaan operasi perdetik&lt;br /&gt;
6.      Membutuhkan lebih sedikit daya listrik&lt;br /&gt;
7.      Orientasinya tidak hanya pada aplikasi bisnis tetapi juga pada aplikasi teknik. Contoh komputernya : Univac III, Burroughs 200, IBM 7070, Honeywell 400, Honeywell 800.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.  Komputer Generasi Ketiga (1965-1970)&lt;br /&gt;
Ciri-ciri komputer generasi ketiga :&lt;br /&gt;
1.      Komponen yang digunakan adalah IC (Integrated Circuit)&lt;br /&gt;
2.      Prosesnya lebih cepat, kecepatan hamper 10.000 kali dari komputer generasi pertama&lt;br /&gt;
3.      Kapasitas memori komputer lebih besar dapat menyimpan ratusan ribu karakter.&lt;br /&gt;
4.      Penggunaan listrik lebih hemat&lt;br /&gt;
5.      Memungkinkan untuk melakukan multiprocessing dan multi programing. Multi processing yaitu dapat memproses sejumlah data dari sumber-sumber yang berbeda pada waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;
6.      Kemampuan melakukan komputer data dari satu komputer dengan komputer lainnya, misalnya lewat alat komunikasi telepon. Contohnya : IBM S/360, NOVA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Komputer Generasi Keempat (Sejak 1970)&lt;br /&gt;
Sejak dari generasi ketiga orang sulit membayangkan komputer generasi selanjutnya, karena telah banyak seklai perkembangan-perkembangan yang telah terjadi yang sebelumnya belum pikirkan, tetapi sejak tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer generasi keempat.&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah penggunaan Large Scale Intergation (SLI) atau juga dengan nama Bipolar Large Scale Intergation. SLI merupakan pemedatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah chip istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan persegi empat yang memuatan rangkaian-rangkaian terpadu (Intergrated Circuits). LSI kemudian dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration).&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan miriprocessor dan semi condutor yang berbentuk chip untuk memori komputer (Internal Komputer), sedangkan generasi komputer sebenarnya masih menggunakan magnetic  core storage. Contoh komputer generasi keempat yang pertama :&lt;br /&gt;
-         Tahun 1970, IBM 370 telah menggunakan LSI yang merupakan komputer generasi keempat yang pertama.&lt;br /&gt;
-         Tahun 1977 perusahaan detepoint corporation  mengumumkan Arcnet yang merupakan komputer lokal Area Network (LAN), LAN adalah jaringan komputer yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang dihubungkan dengan kabel dalam satu areal lokal.&lt;br /&gt;
-         Tahun 1977 merupakan perkembangan yang sangat penting dalam dunia komputer mikro sejak saat ini mempunyai bentuk fisik yang kecil dengan harga murah yang dapat dijadikan oleh masyarakat, sehingga disebut dengan komputer personal.&lt;br /&gt;
-         Tahun 1981 Xerox Corpotion memperkenalkan komputer di atas meja (desk-top komputer) yang dapat menampilkan beberapa bentuk dilayar sekaligus dalam bentuk jendela (window) dan mengunakan alat mous yang pertama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Komputer Generasi Kelima&lt;br /&gt;
Komputer generasi kelima sedang dalam perkembangan komputer yang digunakan adalah VLSI (Very Large Scale Intergration) disamping VLSI juga sedang dilakukan pengembangan terhadap Josephson Junction yang memungkinkan bias menggantikan chip. Josephson mempunyai kemampuan memproses milyard oprasi per detik jepang adalah Negara yang mempelopori perkembangan generasi kelima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum pengertian komputer adalah seperangkat alat eletronik yang mengolah data-data menjadi informasi bantuan instuksi yang dimegerti oleh komputer yang disebut bahasa program. Komputer begitu penting terutama dalam menunjang kegiatan bisnis.&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan komputer dalam memecahkan suatu masalah, maka akan merasakan manfaat yang besar dalam hal : efisien waktu, biaya dan tenaga, kecermatan dan ketelitian perhitungan, ketetapan suatu analisa jumlah data yang dapat diolah besar dapat memecahkan masalah-masalah yang rumit yang tidak dilakukan tanpa menggunakan komputer. Hasil komputer dapat disajikan lebih baik dan menarik.&lt;br /&gt;
Komputer bermacam-macam jenis dan ukurannya, tetapi berdasarkan lemampuannya (kecepatan, kapasitas memory dan ukurannya), komputer dapat dikelompokkan, berdasarkan jenis datanya, berdasarkan kemampuannya, berdasarkan segi kehunaannya.&lt;br /&gt;
Sejarah perkembangan komputer dapat dikatakan telah mengalami 6 generasi yaitu Pra generasi (sebelum tahun 1946), Generasi I (tahun 1946-1959), Generasi II (tahun 1959-1965), Generasi III (tahun 1965-1970), Generasi IV (sejak tahun 1970), Generasi V (sekarang dalam tahap perkembangan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Davis, Gordon B. Intoduktion to computer. Third edition Kogafusha McGrow Wiil : Internasional Studen Edition. 1981.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunadi, Stion FX. Belajar Sendiri Wordtar Professional Release 5. 5 Cetakan Ke-I Jakarta : PT. Eleex Media Kompotindo Kelompok Gramedia. 1989.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chandra K. Lan. PC-DOS Versi 3.3 Jakarta : PT. Elex Media Kompotindo Kelompok Gramedia. 1988.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunawan, Donny dan Iwan Irawan. Wordstar 5.5. Jakarta : PT. Eleex media Kompotindo Kelompok Gramedia. 1990.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lous development Corporation. Lotus 1-2-3 Release 2 Manual Reference. USA : Lotus Development Corp. 1987.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Micropro Internation Corporation. Wordstar Propessional Release 4  California : Micropro Internasional. 1987.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sutantyo, Wirnardi. Secepat dan Semudah Lotus 1-2-3 Versi 2.2. Jakarta : PT. Eleex Media Kompitindo Kelompok Gramedia. 1990.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sutantyo Winardi, dan Markus Ribijanto Kusuma. Pemproproraman Dbase III Plus. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. 1987.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8351107264115435786?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8351107264115435786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/sejarah-perkembangan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8351107264115435786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8351107264115435786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/sejarah-perkembangan-komputer.html' title='sejarah perkembangan komputer'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8073155999072384599</id><published>2011-03-06T08:46:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:46:30.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH AL-ISLAM'/><title type='text'>Rukun dan Syarat Perkawinan / pernikahan</title><content type='html'>Dalam buku hukum islam Indonesia karangan Drs. Ahmad Rofiq, M.A yang sidurnya dalam buku Hukum Perkawinan Islam karangan Khilil Rahman sebutkan syarat-syarat perkawinan  mengikuti rukun-rukunya, diantaranya :&lt;br /&gt;
1.    Calon Suami, syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;
a.    Beragama islam&lt;br /&gt;
b.    Laki-laki&lt;br /&gt;
c.    Jelas orangnya&lt;br /&gt;
d.   Dapat memberikan persetujuan&lt;br /&gt;
e.    Tidak terdapat halangan perkawinan&lt;br /&gt;
2.    Calin Istri, syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;
a.     Beragama islam&lt;br /&gt;
b.    Perempuan&lt;br /&gt;
c.     Jelasn orangnya&lt;br /&gt;
d.    Dapat dimintai persetujuannya&lt;br /&gt;
e.     Tidak terdapat halangan perkawinan&lt;br /&gt;
3.    Wali Nikah, syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;
a.     Laki-laki&lt;br /&gt;
b.    Dewasa&lt;br /&gt;
c.     Mempunyai hak perwalian&lt;br /&gt;
d.    Tidak terdapat halangan perwaliannya&lt;br /&gt;
4.    Saksi Nikah, syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;
a.     Minimal dua orang laki-laki&lt;br /&gt;
b.    Hadir dalam ijab qabul&lt;br /&gt;
c.     Dapat mengerti maksud&lt;br /&gt;
d.    Islam&lt;br /&gt;
e.     Dewasa&lt;br /&gt;
5.    Ijab dan Qabul, syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;
a.     Adanya pernyataan mengawinkan dari wali&lt;br /&gt;
b.    Adanya pernyataan penerimaan dari calon mempelai pria&lt;br /&gt;
c.     Memakai kata-kata nikah, tarwij atau terjemahannya&lt;br /&gt;
d.    Antara ijab dan qabul bersambungan&lt;br /&gt;
e.     Antara ijab dan qabul jelas maksudnya&lt;br /&gt;
f.     Orang yang berkait dengan ijab qabul tidak sedang dalam ihram, haji/ umrah&lt;br /&gt;
g.    Majelid ijab dan qabul itu harus dihadiri minimum empat orag yaitu : calon mempelai pria atau wakilnya, wali dari mempelai pria atau wakilnya, dan dua orang saksi. &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8073155999072384599?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8073155999072384599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/rukun-dan-syarat-perkawinan-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8073155999072384599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8073155999072384599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/rukun-dan-syarat-perkawinan-pernikahan.html' title='Rukun dan Syarat Perkawinan / pernikahan'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-4285965481510320991</id><published>2011-03-06T08:43:00.001-08:00</published><updated>2011-03-06T08:43:45.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH ADMINISTRASI NEGARA'/><title type='text'>ILMU ADMINISTRASI</title><content type='html'>A.    Pengertian Administrasi&lt;br /&gt;
Administrasi didefenisikan oleh banyak para ahli, karena memang istilah administrasi mempunyai berbagai macam pengertian di Indonesia saja. The Liang Gie telah berhasil mengumpulkan lebih dari mepat puluh lima defenisi administrasi kemudian ia mengelompokkan kedalam tiga kategori defenisi administrasi, yakni :&lt;br /&gt;
a.       Administrasi dalam pengertian proses atau kegiatan&lt;br /&gt;
Menurut Sondang P. Siangan Administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dibentukan.&lt;br /&gt;
b.      Administrasi dalam pengertian tata usaha&lt;br /&gt;
Menurut munawardi Reksohadiprowiro “dalam arti sempi” administrasi berarti tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapid an sistematis serta penentuan fakta-fakta serta tertulis dengan tujuan memperoleh pandangan yang menyeluruh serta hubungan timbale balik antara satu fakta dengan fakta lainnya.&lt;br /&gt;
c.       Administrasi dalam pengertian pemerintah&lt;br /&gt;
Menurut Wijana, administrasi adalah “Rangkaian semua organ-organ Negara rendah dan tinggi yang bertugas menjalankan pemerintahan pelakanaan dan kepolisian&lt;br /&gt;
Pengertian administrasi juga di defenisika oleh para ahli dan negeri diantaranya :&lt;br /&gt;
1.      Leonard D. White (1958) Administrasi adalah suatu proses yang umum dalam semua usaha-usaha suatu kelompok baik dalam usaha umum atau pribadi.&lt;br /&gt;
2.      Wiliaw H. Newman (1963) Administrasi adalah pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha-usaha suatu kelompok individu kearah pencapaian tujuan bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.     Unsur-Unsur Administrasi&lt;br /&gt;
Kegiatan yang bersifat kerja sama mencakup bidang yang sangat luas dimana saja kerja sama selalu melekat pada kegiatan manusia menurut The Liang Gie yang disebut administrasi adalah ; “Segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu”. Dari defenisi The Liang Gie tersebut kita mendapat tiga unsur administrasi yang terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   1. Kegiatan melibatkan dua orang atau lebih&lt;br /&gt;
   2. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama&lt;br /&gt;
   3. Ada tujuan tertentu yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga unsur tersebut berkaitan erat satu sama lain dan terpadu. Jika salah satunya tidak ada maka kegiatan tersebut tidak dapat disebut sebagai administrasi.&lt;br /&gt;
C.    Hubungan Antar Makna dan Defenisi Administrasi&lt;br /&gt;
Sekalipun dengan susunan kata-kata yang berlainan namun semua defenisi tersebut diatas mempunyai inti yang sama yaitu memandang administrasi sebagai suatu jenis kegiatan, aktivitas pekerjaan perbuatan, tindakan ataupun usaha. Tetapi kegiatan yang dilakukan tidak hanya satu macam melainkan merupakan suatu rangkaian kegiatan.&lt;br /&gt;
Jadi, sesungguhnya administrasi dapat dipandang sebagai suatu rangkaian, tetapi juga dapat dipandang sebagai proses pemikiran. Begitu luasnya bidang yang dicakup oleh istilah administrasi, sehingga Robert prestus sampai-sampai mengungkapkan bahwa-bahwa cakupan ilmu-ilmu sosial lainnya karena kerja sama dalam setiap aspek kehidupan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.    Cabang-Cabang Ilmu Administrasi&lt;br /&gt;
Secara umum ilmu administrasi dibagi dalam dua cabang besar yakni : adminitrasi Negara dan administrasi niaga perbedaan antara dua cabang ilmu ini terletak pada fokus pembahasan atau objek studi.&lt;br /&gt;
The Liang Gie menyebutkan delapan cabang ke ilmuan berasal dari rumpun ilmu administrasi cabang-cabang yang dimaksud adalah :&lt;br /&gt;
1.      Ilmu Organisasi&lt;br /&gt;
2.      Ilmu Manajemen&lt;br /&gt;
3.      Ilmu Tata Hubungan&lt;br /&gt;
4.      Ilmu Administrasi Kepegawaian&lt;br /&gt;
5.      Ilmu Administrasi Keuangan&lt;br /&gt;
6.      Ilmu Administrasi Perbekalan&lt;br /&gt;
7.      Ilmu Administrasi Perkantoran&lt;br /&gt;
8.      Ilmu Hubungan Masyarakat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.     Perkembangan Administrasi&lt;br /&gt;
Teguhnya kedudukan administrasi Negara dalam kehidupan masyarakat modern tak bias dilepaskan dari faktor kesejarahan apa yang dicapai administrasi sekarang merupakan hasil dari rangkaian perjalan yang panjang administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan kemakmuran dan melayani kepentingan umum.&lt;br /&gt;
Pentingnya administrasi dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan menjadi tak bermakna kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat public seiring perkembangan administrasi dipandang sebagai motor penggerak pembangunan serta bisa membantu memberikan keterampilan dalam bidang prosedur, teknik dan mekanik serta administrasi memberikan bakal ilmiah dalam melakukan evaluasi terhadap segala kegiatan.&lt;br /&gt;
Administrasi sebagai salah satu bagian dari Ilmu pengetahuan yang membahas masalah masalah sosial berada pada sebuah sistem terbuka yang mempelajari proses kerja sama. Sebagai Ilmu Administrasi merupakan sebuah system terbuka yang berkembang melalui tahap tahap yang pada setiap tahapnya mencitakan pengetahuan baru yang berangkat dari permasalahan yang dihadapi.&lt;br /&gt;
Ilmu Administrasi bukan hanya masalah ketatausahaan pada suatu organisasi saja, tetapi juga mencakup pengaturan tatanan kehidupan modern serta mentalitas bangsa. Administrasi mempunyai peranan dalam pengembangan dan perumusan kebijakan organisasi dengan mengedepankan objektifitas, moral bangsa, sebagai satu satunya jalan untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi manusia.&lt;br /&gt;
Tata usaha sudah dilaksanakan pada sama kuno sewaktu orang yang bisa nulis huruf sampai dewasa ini. Tata usaha yang sering disebut juga pekerjaan tulis pekerjaan kantor, atau pekerjaan kertas telah berkembang sangat luas dalam beberapa puluh tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;
Tata usaha yang demikian meluas itu sebabkan oleh berbagai faktor dalam dunia modern ini seperti misalnya pertambahan penduduk . Perluasan pendidikan kemajuan teknologi. Perkembangan badan-badan usaha yang bercorak ketata usahaan (umpamanya perusahaan bank, iklan dan penerbitan), dan karena ketentuan ketentuan dari pemerintah yang masyarakat bukti-bukti tertulis umpamanya  surat keterangan, kartu penduduk, dan salinan macam-macam dokumen. Maupun karena meluasnya pelaksanaan aktivitas-aktivitas administrasi lainnya seperti misalnya dalam hal pembuatan bagan organisasi, penyusunan rencana, penyampaian instruksi, pengangkatan pegawai, pertanggung jawaban keuangan, penginventarisan barang perbekalan dan penyebaran sirkuler perkenalan.&lt;br /&gt;
Pengajaran perkantoran di Amerika Serikat perkembangan ilmu administrasi perkontaran memperoleh kelanjutannya dalam dunia pendidikan dan pengajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F.     Peranan Administrasi&lt;br /&gt;
Administrasi amat erat hubungan dengan kegiatan-kegiatan pemberian jasa dan barang yang bersifat publik dalam hal pelaksanaan dan pemberian pelaksanaan kepada umum sedapat mungkin kedua fungsi dasar ini dilaksanakan oleh administrasi Negara secara efektif, efesien dan selaras sesuai dengan keinginan serta kebutuhan rakyat.&lt;br /&gt;
Peranan Administrasi diantaranya :&lt;br /&gt;
1.      Untuk mengembangkan lingkungan yang mampu mendorong munculnya insiatik perseorangan dan berlakunya control sosial dan kontruktif.&lt;br /&gt;
2.       Meningkatkan kemampuan dalam membuat deferminasi kebijakan public yang lebih berdaya guna agar kegiatan pemerintahan dapat diselenggarakan produktif, praktis serta selalu memperimbangkan ukuran ekonomis. &lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poerwanto. 2006. New Business Administration. Pustaka Pelajar Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mufiz, ali. 2009. 2004. Pengantar Ilmu Administrasi Negara Edisi I. Universitas Terbuka. Jakarta&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-4285965481510320991?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/4285965481510320991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/ilmu-administrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4285965481510320991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4285965481510320991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/ilmu-administrasi.html' title='ILMU ADMINISTRASI'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3053370267531299699</id><published>2011-03-06T08:40:00.001-08:00</published><updated>2011-03-06T08:40:55.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>PENGARUH EKONOMI TERHADAP KELANJUTAN PENDIDIKAN ANAK DI SEKOLAH DASAR</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.    Latar Belakang&lt;br /&gt;
Secara umum pendidikan merupakan salah satu dari berbagai investasi manusia yang sangat memberi andil dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan pendidikan maka seorang individu akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga menjadi manusia yang memiliki sumber daya yang berkualitas sesuai harapan. Dengan kualitas sumber daya manusia yang baik diharapkan manusia dapat membuka cakrawala berpikir, memperluas wawasan serta menguasai pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang nantinya dapat memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;
Dalam mengoptimalkan pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi maka faktor ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan dalam kelanjutan pendidikan anak. Harus diakui bahwa banyak anak yang mengalami putus sekolah karena disebabkan oleg faktor ekonomi keluarga yang tidak mencukupi.&lt;br /&gt;
Di tengah krisis ekonomi yang seperti sekarang ini, beban orangtua menjadi sangat besar sehingga kebtuhan keluarga terkadang sulit terpenuhi. Di samping itu, beban yang banyak dirasakan oleh setiap orangtua adalah tingginya biaya pendidikan. Setiap tahun biaya pendidikan semakin meningkat, sehingga orangtua terutama orangtua yang berpenghasilan rendah/merasa terbebani. Kondisi seperti ini akan berpengaruh bagi kelangsungan masa depan anak, sementara di sisi lain, anak dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan.&lt;br /&gt;
Sementara itu, hal yang sangat memberatkan pada orangtua yang berpenghasilan rendah adalah tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua dalam hal ini merupakan kendala yang sangat besar. Oleh karena itu, kendala ekonomi keluarga ini akan menjadi pusat perhatian yang cukup serius baik oleh orangtua sendiri terutama oleh pemerintah yang selama ini telah menghapuskan sumbangan biaya pendidikan (SPP), namun pada sisi lain para murid yang kurang mampu biaya pendidikan sama dengan orangtua yang ekonominya cukup memadai. Biaya pendidikan yang dimaksudkan dikelolah oleh Komite Sekolah yang juga merupakan wakil dari orangtua, namun sesungguhnya tidak mencerminkan sebagai wakil orangtua terutama dirasakan oleh yang orangtuanya berpenghasilan rendah. Untuk memecahkan persoalan ini penulis akan membahas lebih dalam tentang ekonomi keluarga ini berpengaruh terhadap kelanjutan pendidikan anak di sekolah dasar, sementara pendidikan merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap keluarga untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.     Dampak yang Ditimbulkan oleh Rendahnya Ekonomi Keluarga.&lt;br /&gt;
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga akan berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat. Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila negara yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Pendidikan sebagai hak asasi individu anak bangsa telah diakui dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 10 yang menyebutkan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Sedangkan ayat (3) menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam Undang-undang. Oleh sebab itu, seluruh komponen bangsa baik orangtua, masyarakat, maupun pemerintah bertanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan (UU RI No. 2 tahun 2003:37).&lt;br /&gt;
Jika anak hidup dalam keluarga miskin, kebutuhan pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya kesehatan anak terganggu sehingga belajar anak juga terganggu. Dampak lain yang dibutuhkan oleh rendahnya ekonomi keluarga adalah anak selalu dirundung kesedihan sehingga anak merasa minder dengan teman lain, hal ini akan ikut mengganggu aktivitas belajar anak (Slameto, 1991:66).&lt;br /&gt;
Kemapangan ekonomi ini sangat membantu siswa untuk melengkapi sarana dan prasarana belajarnya sehingga proses belajarnya dapat berjalan secara efektif dan efisien. Di samping itu, persoalan ekonomi juga dapat membantu sekolah untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar di sekolah melalui BP-3 maupun SPP siswa.&lt;br /&gt;
Persoalan ekonomi merupakan salah satu persoalan sangat penting dalam proses pendidikan formal. Oleh karena itu, bilamana ekonomi seseorang mengalami kesuraman niscaya proses pendidikannya akan terhambat. Bahkan mungkin terjadi proses pendidikannya akan terhenti disebabkan ketidakmampuan ekonomi keluarga membiayai pendidikannya. Sementara biaya pendidikan dewasa ini, kian hari kian meningkat seiring dengan semakin meningkatnya berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, ditambah semakin meningkatnya biaya kebtuhan pokok sehari-hari. Di sisi lain, daya beli masyarakat menjadi tidak terjangkau atau semakin menurun.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu tidak diragukan bahwa betatapun sulitnya perekonomian, masalah pendidikan bagi anak tetap mendapatkan perhatian dari masing-masing orangtua. Karena mayoritas orangtua murid termasuk orang-orang yang tahu dan mengerti tentang pendidikan, terutama pendidikan terhadap anak. Oleh karena itu mereka di samping bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, juga dituntut menyediakan biaya terhadap pendidikan anak-anaknya. Walaupun diantara mereka terdapat keluarga yang berekonomi pas-pasan (rendah). Dukungan orangtua terhadap anaknya untuk melanjutkan pendidikan seperti yang tampak pada sekolah dasar Perumnas Antang. Di sekolah dasar Perumnas Antang ternyata muridnya ada yang memiliki latar belakang keluarga yang berekonomi lemah, seperti orangtuanya bekerja buruh bangunan dan tukang becak. Pekerjaan tersebut tidak berarti tidak memperoleh penghasilan, namun hasil yang diperoleh tidak memenuhi keperluan hidup rumah tangga mereka, akibatnya pendidikan anak-anak mereka terbengkalai dan bahkan ada yang berhenti. Hal ini terjadi disebabkan oleh semakin tingginya biaya pendidikan dewasa ini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pada Peguruan Tinggi.&lt;br /&gt;
Pendapatan orangtua mereka memang tidak sama perkapitanya, akan tetapi rata-rata penghasilan orangtua mereka minimum Rp. 300.000,-/bulan, bahkan ada yang lebih rendah. Dengan demikian, rata-rata penghasilan orangtua mereka dalam setiap bulannya dapat dikatakan sebagai penghasilan yang sangat sederhana namun ada pula penghasilan orang tua yang sangat rendah sehingga mereka tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rendahnya ekonomi keluarga berdampak pada pemenuhan perelngkapan belajar siswa, misalnya pembelian buku paket, dan kelengkapan lainnya baik di sekolah maupu di lingkungan keluarga siswa. Di samping itu, rendahnya ekonomi keluarga dapat pula berdampak pada kelanjutan pendidikan anak bahkan ada yang sampai putus sekolah dan menjadi anak jalanan. Dedi Supriadi (2004:13) mengemukakan bahwa biaya pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;
Data lapangan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat putus sekolah dan tinggal kelas di tingkat sekolah dasar cukup tinggi terutama di sekolah dasar perumnas Antang yang pada umumnya berasal dari keluarga yang berpendapatan perkapitanya rendah. Di mana orang tuanya sebagai pekerja buruh harian, tukang becak dan sebaginya, yang berpenghasilan sangat rendah akhirnya kewalahan dalam pendanaan pendidikan anak-anak mereka. Pada tahun 2003 menunjukkan bahwa terdapat 5 % anak sekolah dasar di perumnas Antang yang putus sekolah disebabkan oleh rendahnya tingkat perekonomian orang tuanya. Hal ini dapat dilihat pada buku sejarah perkembangan sekolah dasar di Sulawesi Selatan (Diknas Kota Makassar, 2003/2004:22).&lt;br /&gt;
B.    Peranan Ekonomi Kelaurga dalam Relevansinya dengan Pendidikan&lt;br /&gt;
Upaya perluasan dan persebaran kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan dasar menempati prioritas tertinggi dalam perkembangan pendidikan nasional. Hal ini sangat beralasan sebab Undang-Undang Dasar 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara telah mengamanatkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pengajaran, pemerintah berupaya untuk memperluas kesempatan pendidikan, baik pendidikan dasar, kejuruan, profesional, melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah (Nanang Fattah, 2002:89).&lt;br /&gt;
Dipandang dari segi ekonomi dan sosial, maka sistem pendidikan suatu negara adalah alat yang penting untuk melestarikan norma dan meningkatkan keterampilan masyarakat secara berkelanjutan dan mepersiapkan masyarakat tadi bagi kebutuhan pembagunan yang sedang berlangsung (Jusuf Enoch, 1991:167).&lt;br /&gt;
Dalam setiap langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif biaya pendidikan memiliki peranan yang sangat menentukan. Hampir tidak ada suatu upaya pendidikan yang dapat mengabaikan peranan biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya, proses pendidikan di sekolah tidak akan berjalan.&lt;br /&gt;
Dalam upaya mengatasi problem ekonomi, orang harus melakukan pendekatan yang realistis terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini. Benar bahwa seseorang mempunyai berbagai kebutuhan ekonomi selama masa hidupnya. Maka tidak perlu membesar-besarkan bahwa hal itu sebagai problem besar dalam kehidupan. Seseorang tidak harus hidup senang sendirian. Oleh karena itu merupakan kesalahan besar baginya dan tidak sesuai kehidupan kita, nilai etik dan moral kita, kebudayaan dan masyarakat, serta landasan ekonomi kita. Namun problema kehidupan yang sulit untuk disembunyikan adalah pendanaan pendidikan. Kebutuhan hidup berupa barang-barang elektronik mungkin saja tertahan untuk dihadirkan di dalam rumah tangga, tetapi biaya pendidikan bagi anak merupakan problema yang sulit disembunyikan.&lt;br /&gt;
Lanjut tidaknya sang anak dalam menempuh pendidikan baik di sekolah dasar maupun pada jenjang tingkat yang lebih tinggi ditentukan oleh kemampuan ekonomi orangtua. Karena itu, dapat dipastikan bahwa kondisi ekonomi keluarga sangat terkait dan bahkan tidak terpisahkan bagi proses pendidikan anak. Slameto (1991:65) menuturkan bahwa “Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak”.&lt;br /&gt;
Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, misalnya makan, pakaian, perlindungan kesehatan, dan lain-lain juga membutuhkan fasilitas belajar berupa ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis-menulis, buku-buku dan lain-lain, fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai ekonomi yang cukup, tetapi jika keadaan ekonomi keluarga memperihatinkan maka anak akan merasa tersisihkan atau terisolasi oleh teman-temamnya yang berekonomi cukup atau kaya, sehingga belajar anak akan terganggu. Bahkan mungkin karena kondisi ekonomi orangtuanya berada di bawah standar rata-rata, maka anakpun tidak akan memperhatikan kondisi belajarnya sebab ia akan ikut bekerja dan mencari nafkah sebagai pembantu orangtuanya walaupun sebenarnya anak belum saatnya untuk bekerja hal ini akan juga menggangu belajar anak.&lt;br /&gt;
Namun tidak dapat disangkal pula bahwa kemungkinan adanya anak yang serba kekurangan dan selalu menderita akibat ekonomi keluarga yang lemah, tetapi justru keadaan yang begitu mereka menjadikannya cambuk untuk belajar lebih giat dan akhirnya sukses besar. Sebaliknya, terkadang pula keluarga yang kaya raya orangtua mempunyai kecenderungan untuk memanjakan anak. Anak hanya bersenang-senang dan berfoyah-foyah akibatnya anak kurang dapat memusatkan perhatiannya kepada belajar. Hal tersebut dapat pula menggangu belajar anak bahkan dapat pula menyebabkan anak gagal dalam pendidikan disebabkan kurang perhatiannya orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, relevansi antara pendidikan dan ekonomi keluarga sangat erat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Cita-cita masa depan seseorang tidak akan tercapai tanpa pendidikan, sedangkan pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dana, sedang dana sangat sulit tercapai tanpa pendidikan. Dengan demikian, antara pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga merupaka suatu lingkaran yang tak berujung serta tak terpisahkan dan saling berkait satu sama lain.&lt;br /&gt;
C.     Pengaruh Faktor Ekonomi Keluarga Terhadap Pendidikan Anak Sekolah Dasar&lt;br /&gt;
Dalam rangka mencapai prestasi belajar anak khususnya di sekolah dasr sudah barang tentu harus ditunjang oleh berbagai sarana dan media belajar terutama dalam rumah tangga. Namun demikian, pemenuhan kebutuhan belajar anak harus ditunjang oleh kecukupan dan kemantapan ekonomi keluarga. Ekonomi keluarga sangat termasuk salah satu faktor keberhasilan dan kegagalan pendidikan bagi anak.&lt;br /&gt;
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1991:83) bahwa “Faktor biaya merupakan faktor faktor yang sangat penting karena belajar dan kelangsungannya sangat memerlukan biaya”. Misalnya untuk membeli alat-alat, uang sekolah dan biaya lainnya. Maka keluarga yang miskin akan merasa berat untuk mengeluarkan biaya yang bermacam-macam itu, karena keuangan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan anak sehari-hari. Lebih-lebih keluarga untuk dengan banyak anak, maka hal ini akan merasa lebih sulit lagi.&lt;br /&gt;
Keluarga yang miskin juga tidak dapat menyediakan tempat untuk belajar yang memadai, di mana tempat belajar itu merupakan salah satu sarana terlaksananya belajar secara efisien dan efektif. &lt;br /&gt;
Pembentukan pribadi dan sebagainya. Upaya apapun yang dilakukan oleh para pengelola sekolah dalam rangka menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien jika tidak ditunjang oleh ekonomi keluarga pihak siswa (orangtua siswa), niscaya upaya itu akan sia-sia. Misalnya, lengkapnya media belajar dan sarana mengajar yang dimiliki oleh sebuah sekolah, akan tetapi sarana belajar siswa di rumah kurang memadai, maka mungkin hanya proses mengajar saja yang efektif dan efisien, tetapi proses belajar terutama belajar mandiri di rumah tidak seperti apa yang diharapkan. Paradigma ini menunjukkan bahwa masalah ekonomi dapat mempengaruhi proses belajar mengajar siswa baik di sekolah maupun di rumah.&lt;br /&gt;
D.    Upaya yang Dilakukan untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga.&lt;br /&gt;
Masalah ekonomi merupakan suatu persoalan yang sangat kompleks dan senantiasa menjadi perbincangan di setiap kalangan masyarakat maupun pemerintah. Di satu pihak, ia merupakan suatu upaya yang berhasrat untuk secara langsung meningtkatkan kemakmuran ekonomi rakyat, tapi di pihak lain ia juga memiliki tanggungjawab untuk membangun sistem perekonomian sebagai bagian integral dan upaya peningkatan kemakmuran ekonomi rakyat tersebut. Ekonomi keluarga merupakan salah satu faktor penentu berhasil tidaknya studi seseorang anak, karena persediaan sarana dan prasarana belajar dapat terpenuhi apabila tingkat perekonomian keluarga cukup memadai. Semakin tinggi taraf ekonomi keluarga seorang anak akan semakin mudah baginya melengkapi segala kebutuhan belajarnya baik di rumah maupun di sekolah, terutama biaya pendidikan karena semakin tinggi pendidikan semakin yang ditempuh seseorang akan semain tinggi pula biaya yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;
Berbagai cara yang ditempuh dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga. Antara lain adalah berusaha atau bekerja baik pekerjaannya itu dengan cara berniaga, pegawai swasta ataupun pegawai negeri. Namun yang terpenting adalah usaha yang dilakukan oleh setiap keluarga adalah penghasilan yang mereka peroleh dalam memenuhi kebutuhan pokok dan keperluan pembiayaan pendidikan anak mereka adalah penghasilan yang halal.&lt;br /&gt;
Pendanaan pendidikan, walaupun mendapat bantuan dari pemerintah tetapi hal itu jauh dari yang cukup sehingga untuk menjadikan anak sebagai manusia yang berkualitas maka pendidikannya harus dijamin dan didanai. Dalam setiap upaya pencapaian tujuan pendidikan baik tujuann yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, baik secara kolektif maupun individual biaya pendidikan memiliki peranan yang sangat menentukan. Oleh karena itu, pembiayaan pendidikan ini di samping sebagian merupakan tanggungjawab negara, juga menjadi tanggugjawab pihak keluarga. Jadi, peningkatan taraf ekonomi keluarga dengan sendirinya harus diupayakan atau ditingkatkan sehingga keluarga mampu membiayai pendidikan anak (Anwar. M.I., 1991:24).&lt;br /&gt;
Usaha-usaha yang dilakukan dalam kerangka meningkatkan taraf perekonomian keluarga antara lain bekerja mencari nafkah, baik pekerjaan itu sebagai pekerja swasta ataupun negeri, berniaga dan sebagainya yang penting pekerjaan atau usaha yang dilakukan adalah halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.I. Anwar. 1991. Biaya Pendidikan dan Metode Penetapan Biaya Pendidikan. Mimbar Pendidikan, No. 1 Tahun X, 1991. 28-33.&lt;br /&gt;
Abu Ahmad, Widodo Supriyono. 1991. Psikologi Pendidikan.&lt;br /&gt;
Enoch, Jusuf. 1992. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan. Edisi I, Cet. I. Bumi Aksara: Jakarta.&lt;br /&gt;
Fattah. Nanang. 2002. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Rosdakarya: Jakarta.&lt;br /&gt;
Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-2004. Sinar Grafika: Jakarta.&lt;br /&gt;
Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta: Jakarta.&lt;br /&gt;
Supriadi. Dedi. 2004. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. Rosdakarya: Bandung.&lt;br /&gt;
UU. RI. No. Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) Sinar Grafika: Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-3053370267531299699?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/3053370267531299699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengaruh-ekonomi-terhadap-kelanjutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3053370267531299699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3053370267531299699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengaruh-ekonomi-terhadap-kelanjutan.html' title='PENGARUH EKONOMI TERHADAP KELANJUTAN PENDIDIKAN ANAK DI SEKOLAH DASAR'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-4399368582791095682</id><published>2011-03-06T08:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:34:24.583-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>PENGANTAR BISNIS</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.  Latar Belakang&lt;br /&gt;
Saluran distribusi menggambarkan jalur barang dari produsen sampai ke pelanggan. Saluran tersebut biasanya melibatkan juga perantara pemasaran, atau perusahaan yang ikut serta dalam proses pemindahan barang sampai ke tangan konsumen. Keputusan perusahaan yang berkaitan dengan distribusi dapat berpengaruh terhadap kinerjanya karena mempengaruhi cakupan produk atas pelanggan. Keputusan distribusi dapat juga mempengaruhi kinerja perusahaan karena mempengaruhi ongkos kirim produk dari asal barang tersebut diproduksi ke tangan pelanggan.&lt;br /&gt;
Pedagang grosir berperan sebagai perantara dengan membeli produk dari produsen dan menjualnya kepada pengecer. Mereka sangat bermanfaat baik untuk produsen maupun untuk pengecer, seperti yang diterangkan dalam teks ini. Cara pedagang grosir melayani pengecer, pedagang grosir menawarkan lima jasa kunci kepada pengecer : Pergudangan, Promosi, Display, Kredit, dan Informasi&lt;br /&gt;
Meskipun sebuah produk telah diproduksi, diberi harga dan didistribusikan dengan tepat, namun masih harus dipromosikan. Umumnya, perusahaan menggunakan promosi sebagai tambahan atas strategi pemasaran yang lain (strategi produk, penentuan harga, dan distribusi), yang diuraikan pada dua  bab sebelumnya. Misalnya strategi sebuah pabrik mobil yang memperbaiki kualitas produk ditambah dengan promosi yang menginformasikan kepada konsumen tentang strateginya. Strategi sebuah perusahaan penerbangan untuk menurunkan harganya biasanya ditambah dengan promosi yang menginformasikan konsumen tentang strategi penentuan harganya. Suatu kualitas produk yang diberi harga pantas tidak akan dapat terjual kecuali jika dipromosikan sehingga konsumen mengetahuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.  Rumusan Masalah Strategi&lt;br /&gt;
Keputusan perusahaan tentang distribusi menentukan bagaimana cara produk yang dibuatnya dapat dijangkau oleh pelanggannya. Perusahaan harus mengembangkan strategi untuk memastikan bahwa produk yang didistribusikan kepada para pelanggan berada pada tempat yang tepat. Black and Decker mendistribusikan peralatan listriknya pada berbagai macam took pengecer di mana pelanggan pergi untuk membeli peralatan listrik.&lt;br /&gt;
Saluran langsung, ketika produsen melakukan transaksi langsung dengan pelanggan, perantara pemasaran diikutsertakan, situasi ini disebut sebagai seluran langsung. Sebagai contoh dari saluran langsung adalah perusahaan seperti Land’s End yang memproduksi pakaian dan menjualnya langsung kepada pelanggan. Perusahaan juga mempunyai situs yang memberikan fasilitas kepada konsumen untuk memesan secara online.&lt;br /&gt;
Keuntungan saluran langsung adalah perbedan yang jelas antara biaya produksi dan harga yang dibayar oleh pelanggan kepada produsen. Perusahaan juga mempunyai kontrol penuh atas harga yang dikenakan kepada konsumen. Sebaliknya ketika mereka menjual produknya pada perantara pemasaran, mereka tidak dapat mengontrol harga yang dikenakan pada konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Tujuan Strategi&lt;br /&gt;
Saluran Dua Tingkat, beberapa produk melewati distribusi saluran dua tingkat di mana dua perantara pemasaran berada di antara produsen dan konsumen. Anheuser-Busch biasanya menggunakan saluran dua tingkat untuk mendistribusikan Budweiser dan merek bir lainnya. Mereka bergantung pada sembilan ratus pedagan grosir untuk mendistribusikan mereka ke toko pengecer seperti toko bahan makanan dan toko konsumen.&lt;br /&gt;
Keuntungan bagi produsen kecil. Bisnis kecil yang memproduksi satu atau beberapa produk yang biasanya menggunakan distribusi saluran dua tingkat. Karena binis seperti ini tidak terkenal, mereka mungkin tidak menerima pesanan dari toko pengecer. Oleh karena itu, mereka bergantung pada agen untuk menjual produksinya ke toko pengecer.&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.   Memilih Tingkatan Cakupan  &lt;br /&gt;
Setiap perusahaan yang menggunakan perantara pemasaran harus menentukan rencana atas cakupan pasar, atau tingkatan atas distribusi produk di antara toko pengecer. Perusahaan memcoba memilih tingkat cakupan pasar kemudian mereka dapat melayani pelanggan dengan kemudahan akses pada produk mereka, tetapi mereka masih perlu memastikan bahwa toko pengecer mereka sanggup menjual produk mereka, tetapi mereka masih perlu memastikan bahwa toko pengecer mereka sanggup menjual produk mereka. Cakupan pasar dapat diklasifikasikan sebagai distribusi intensif, distribusi selektif, atau distribusi eksklusif.&lt;br /&gt;
Distribusi intensif, untuk mencapai tingkatan cakupan pasar untuk semua tipe konsumen, distribusi intensif digunakan untuk mendistribusikan produk ke hampir semua toko yang mungkin. Perusahaan yang menggunakan distribusikan intensif dipergunakan untuk produk-produk seperti permen karet dan rokok dimana tidak memakan banyak tempat pada tempat penjualan dan tidak memerlukan keahlian pegawai toko untuk menjualnya.&lt;br /&gt;
Distribusi selektif dipergunakan untuk mendistribusikan produk melalui toko yang dipilih. Beberapa toko dengan sengaja menghindarinya. Sebagai contoh, beberapa peralatan computer yang khusus hanya menjual pada toko yang menjual komputer, yang memerlukan beberapa keahlian.&lt;br /&gt;
Dengan distribusikan eksklusif hanya satu atau beberapa toko yang dipergunakan. Ditribusikan ini sangat berbeda distribusikan selektif. Sebagai contoh, beberapa barang mewah didistribusikan secara khusus pada beberapa toko yang melayani konsumen kelas atas. Dengan membatasi distribusi, perusahaan dapat membuat atau memelihara prestise produk tersebut. Seperti merek Nike dijual secara eksklusif pada toko pengecer Foot Locker. Beberapa produk yang mempunyai distribusi eksklusif memerlukan pelayanan yang khusus. Perusahaan yang membuat perhiasan mewah mungkin lebih memilih mendistribusikannya secara eksklusif toko perhiasan tertentu pada daerah tertentu di mana pegawai toko tersebut menerima pelatihan yang khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Memilih Alat Transportasi Yang Digunakan Untuk Mendistribusikan Produk&lt;br /&gt;
Setiap distribusi produk dari produsen ke pedagang grosir atau dari pedagang grosir ke pengecer memerlukan transportasi. Biaya transportasi beberapa produk dapat melebihi biaya produksinya. Bentuk transportasi yang tidak efisien dapat menghasilkan biaya yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih rendah bagi perusahaan. Untuk setiap bentuk transportasi, perusahaan harus memperkirakan waktu biaya dan kemampuannya.&lt;br /&gt;
Keputusan tambahan transportasi, pemilihan bentuk transportasi yang baik hanya langkah awal dalam pengembangan sistem transportasi produk yang pantas pada kenyataannya, tidak ada formula yang ada menentukan system distribusi yang ideal. Kebanyakan perusahaan mencoba untuk memperkirakan seluruh biaya yang berkaitan dengan setiap kemungkinan dari pengiriman produk yang dipesan. Perusahaan membandingkan jumlah biaya yang diperkirakan untuk setiap metode dan memilih satu yang paling efisien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.  Cara Mempercepat Proses Distribusi&lt;br /&gt;
Struktur dan system distribusi perusahaan mempengaruhi kinerjanya. Proses yang paling mempunyai dampak yang merugikan. Pertama, produk akan lebih lama sampai ke tangan pelanggan, di mana dapat menyebabkan pesaing menyediakan produk ke pasar lebih cepat. Keadaan ini dapat mengakibatkan toko pengecer atau pelanggan memesa produk dari perusahaan lainnya. Mempersingkat saluran distribusi, menata ulang proses ditribusi biasanya membawa hasil pengurangan dari gudang. Untuk produk yang ringan (seperti microhip) dan dapat dengan mudah untuk dikirim.&lt;br /&gt;
D.  Saluran Integrasi Vertikal&lt;br /&gt;
Beberapa peusahaan menggunakann saluran integrasi vertical, di mana sebuah perusahaan mengelola dua tingkatan distribusi atau lebih. Strategi ini dapat digunakan oleh produsen atau pengecer, seperti yang diterangkan pada teks selanjutnya. Saluran integrasi vertical oleh produsen, cara produsen untuk mengintegrasikan operasional mereka secara vertical dengan mendirikan toko-toko pengecer.&lt;br /&gt;
Bauran promosi adalah kombinasi metode promosi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan penerimaan produk-produknya. Empat metode promosi adalah :&lt;br /&gt;
-         Periklanan&lt;br /&gt;
-         Penjualan personal&lt;br /&gt;
-         Promosi penjualan&lt;br /&gt;
-         Hubungan masyarakat&lt;br /&gt;
Beberapa perusahaan menggunakan satu dari metode-metode promosi ini untuk mempromosikan produk-produk mereka, sementara perusahaan-perusahaan lain menggunakan dua metode atau lebih. Bauran promosi yang optimal untuk mempromosikan suatu produk, tergantung pada karakteristik dari target pasar. Masing-masing dari keempat metode ini akan dibaha dengan rinci kemudian. Perikalan adalah penyajian penjualan non personal yang ddikomunikasikan melalui bentuk media atau umum untuk mempengaruhi sejumlah bersa konsumen.&lt;br /&gt;
Alasan-alasan periklanan, perikalanan umumnya dimaksudkan untuk menumbuhkan kesan (image) dari merek institusi, atau industri tertentu. Alasan yang paling umum adalah untuk meningkatkan image dari produk tertentu. Periklanan merek adalah penyajian penjualan non personal tentang produk tertentu. Berapa merek diiklankan untuk menginformasikan kepada konsumen tentang perubahan produk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E.  Menentukan Bauran Promosi Yang Optimal&lt;br /&gt;
Target pasar disebuah perusahaan dibentuk oleh berbagai variasi konsumen diseluruh wilayah tertentu, yang mungkin menggunakan iklan untuk mempromosikan produknya. Jika perusahaan memproduksi peralatan pembedahan untuk sebuah target pasar dokter bedah di rumah sakit, maka perusahaan itu harus mempertimbangkan beberapa iklan unutk memperkenalkan peralatan tersebut, bersamaan dengan penjualan personal unruk menjelaskan bagaimana peralatan tersebut digunakan. Jika target pasar dibentuk oleh konsumen dengan anggaran terbatas (seperti para pensiunan), perusahaan dapat menggunakan metode promosi penjualan seperti atau rabat.&lt;br /&gt;
Anggaran promosi adalah sejumlah dana yang telah disisihkan untuk membayar semua metode promosi dalam periode tertentu. Perusahaan juga dapat menciptakan anggaran promosi untuk setiap produk yang dibuatnya. Anggarannya akan besar jika perusahaan yakin bahwa promosi akan memberikan dampak yang besar pada penjualan atau bila perlu untuk mencegah penurunan yang besar dalam penjualan. Jika anggaran promosi untuk produk tertentu kecil, maka iklan di televisi atau di majalah yang distribusinya luas tidak akan mungkin dilakukan. Perusahaan harus mengandalkan iklan yang tidak mahal (seperti surat kabar local) dan metode promosi penjualan yang tidak mahal (seperti display). Mungkin tidak satu pun jenis promosi akan menjadi efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.     Kesimpulan&lt;br /&gt;
Jika sasaran strategi promosi tidak dicapai, perusahaan boleh merevisi strateginya. Kadang rencana pemasaran gagal karena sasaran terlalu optimistic. Pada situasi ini, perusahaan harus merevisi sasarannya daripada stretginya. Perusahaan juga harus menyadari perubahan pada kondisi lain dapat mempengaruhi pendapatan. Misalnya kondisi perekonomian yang buruk akan menyebabkan pendapatan perusahaan tidak akan mencapai sasaran meskipun strategi promosi telah dilakukan dengan efektif.&lt;br /&gt;
Meskipun biaya yang dijaukan untuk promosi diperkirakan dengan sangat tepat namun manfaat promosi sangat tidak pasti. Setelah perusahaan mempromosikan produknya, mereka dapat menentukan apakah strategi promosi yang dilakukan dapat berhasil. Jika pada saat promosi mereka mengembangkan sasaran yang dapat diukur, maka mereka dapat menilai apakah tujuannya dapat dicapai. Misalnya, berkenaan dengan rencana pemasaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan 10 persen pada tahun mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.    Saran&lt;br /&gt;
Memilih tipe optimal dari cakupan pasar, penelitian pasar dapat menentukan tipe optimal atas cakupan dengan mengidentifikasikan di mana pelanggan berbelanja produk atau jasa. Sebagai contoh, penelitian pasar dapat menentukan apakah perusahaan harus mendistribusikan melalui toko bahan makanan. Penelitian pasar menunjukkan bahwa toko pengecer Foot Locker menarik perhatian remaja yang sanggup membelanjakan $80 atau lebih untuk sepatu olahraga. Nike mendistribusikan sepatunya kepada Foot Locker karena target pasarnya adalah remaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.mapquest&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.walmart.com/estore/pages/pg_g1.jsp&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://autions.amazon.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://auctons.amazon.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-4399368582791095682?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/4399368582791095682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengantar-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4399368582791095682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4399368582791095682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengantar-bisnis.html' title='PENGANTAR BISNIS'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8696143221366172368</id><published>2011-03-06T08:20:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:20:12.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>BANK</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;BAB I &lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.1.    Latar Belakang&lt;br /&gt;
Bank  adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998  tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak&lt;br /&gt;
Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.&lt;br /&gt;
1.2.    Tujuan&lt;br /&gt;
A.    Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ekonomi.&lt;br /&gt;
B.    Untuk mengetahui tentang seluk beluk bank khususnya bank di Indonesia&lt;br /&gt;
1.3.    Permasalahan&lt;br /&gt;
A.    Membahas tentang pengertian bank&lt;br /&gt;
B.    Membahas tentang sejarah bank&lt;br /&gt;
C.    Membahas tentang fungsi bank&lt;br /&gt;
D.    Membahas tentang jenis-jenis bank&lt;br /&gt;
E.    Membahas tentang contoh-contoh bank di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1.    Pengertian Bank&lt;br /&gt;
Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung&lt;br /&gt;
Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, S&lt;br /&gt;
Bank  adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang&lt;br /&gt;
2.2.    Sejarah Bank&lt;br /&gt;
Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis akan tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. &lt;br /&gt;
Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan di masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer).&lt;br /&gt;
Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan.Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting. Bank-bank yang ada itu antara lain :&lt;br /&gt;
•    De Javasce NV.&lt;br /&gt;
•    De Post Poar Bank.&lt;br /&gt;
•    Hulp en Spaar Bank.&lt;br /&gt;
•    De Algemenevolks Crediet Bank.&lt;br /&gt;
•    Nederland Handles Maatscappi (NHM).&lt;br /&gt;
•    Nationale Handles Bank (NHB).&lt;br /&gt;
•    De Escompto Bank NV.&lt;br /&gt;
•    Nederlansche Indische Handelsbank&lt;br /&gt;
•    NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank&lt;br /&gt;
•    Bank Nasional indonesia.&lt;br /&gt;
•    NV Bank Boemi.&lt;br /&gt;
•    Batavia Bank.&lt;br /&gt;
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain :&lt;br /&gt;
•    NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP), didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung&lt;br /&gt;
•    Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI '46.&lt;br /&gt;
•    Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.&lt;br /&gt;
•    Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.&lt;br /&gt;
•    Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.&lt;br /&gt;
•    Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.&lt;br /&gt;
•    Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.&lt;br /&gt;
•    NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.&lt;br /&gt;
•    Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.&lt;br /&gt;
•    Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.&lt;br /&gt;
Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari'ah, dan juga BPR Syari'ah (BPRS).Masing-masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya.&lt;br /&gt;
2.3.    Fungsi Bank&lt;br /&gt;
Bank sebagai lembaga perantara keuangan memberikan jasa - jasa keuangan baik kepada pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memiliki dana bank - bank melakukan beberapa fungsi dasar sementara tetap menjalankan kegiatan rutinnya di bidang keuangan. Fungsi dasar dan bank dapat dilihat dan keterangan berikut. Bank memiliki fungsi pokok sebagai berikut ( Dahlan Siamat 2001 : 88)&lt;br /&gt;
a.    Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi. &lt;br /&gt;
b.    Menciptakan uang &lt;br /&gt;
c.    Menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;
d.    Menawarkan jasa - jasa keuangan lain.&lt;br /&gt;
e.    Menyediakan fasilitas untuk perdagangan intemasional.&lt;br /&gt;
2.4.    Jenis-jenis Bank&lt;br /&gt;
Berdasarkan pasal 5 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, terdapat dua jenis bank berdasarkan undang-undang, yaitu : &lt;br /&gt;
a.    Bank umum adalah : Bank yang dalam pengumpulan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dalam usahanya terutama dalam memberikan kredit jangka pendek. &lt;br /&gt;
b.    Bank Perkreditan Rakya adalah : Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. &lt;br /&gt;
2.5.    Contoh-contoh Bank di Indonesia&lt;br /&gt;
A.    Bank Pemerintah&lt;br /&gt;
Melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/M/61 tanggal 6 Januari 1961 yang melarang pengumuman dan penerbitan angka-angka statistik moneter/perbankan, maka antara tahun 1960-1965, Bank Indonesia tidak menerbitkan laporan tahunan, termasuk data statistik mengenai kliring dan perhitungan sentral.&lt;br /&gt;
Pada 5 Juli 1964, atas dasar pertimbangan politik untuk mempermudah komando di bidang perbankan untuk menunjang Pembangunan Semesta Berencana , selanjutnya pada tahun 1965 pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengintegrasikan seluruh bank-bank pemerintah ke dalam satu bank dengan nama Bank Negara Indonesia, prakarsa pengintegrasian bank pemerintah ini berasal dari ide Jusuf Muda Dalam, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Bank Sentral/Gubernur Bank Indonesia - yang baru diangkat dari jabatan semula Presiden Direktur BNI - dan disetujui oleh Presiden Soekarno. Ide dasarnya adalah menjadikan perbankan sebagai alat revolusi dengan motto Bank Berdjoang di bawah pimpinan Pemimpin Besar Revolusi. Nama Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank tunggal, diusulkan oleh Jusuf Muda Dalam sendiri. Hasilnya adalah lahirnya struktur baru Bank Berdjoang ini menjadikan :&lt;br /&gt;
a.    Bank Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit I.&lt;br /&gt;
b.    Bank Koperasi Tani dan Nelayan serta Bank Eksim Indonesia menjadi.&lt;br /&gt;
c.    Bank Negara Indonesia Unit II.&lt;br /&gt;
d.    Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit III.&lt;br /&gt;
e.    Bank Umum Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV.&lt;br /&gt;
f.    Bank Tabungan Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit V &lt;br /&gt;
Akan tetapi tidak semua bank pemerintah berhasil diintegrasikan ke dalam Bank Berdjoang yakni Bank Dagang Negara (BDN) dan Bapindo. Luputnya BDN dari proses pengintegrasian ini terutama karena Presiden Direktur BDN J.D. Massie saat itu menjabat sebagai Menteri Penertiban Bank-bank Swasta Nasional yang tentu mempunyai cukup punya pengaruh untuk berkeberatan atas penyatuan BDN dengan bank-bank lainnya. Massie beralasan bahwa kebijakan ini akan membingungkan koresponden bank di luar negeri untuk penyelesaian L/C ekspor maupun impor karena nama bank yang sama. Sementara, Bapindo tidak terintegrasi ke dalam Bank Berjuang karena bank ini dibawah Dewan Pembangunan yang diketuai Menteri Pertama Urusan Pembangunan dengan anggota-anggota Menteri Keuangan, yang juga Ketua Dewan Pengawas Bapindo, dan Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota. Dengan demikian, melalui kedudukannya itu, pengaruh Bapindo cukup kuat untuk menghalangi terintegrasi ke dalam BNI. &lt;br /&gt;
B.    Bank Swasta&lt;br /&gt;
Pada tahun 1965 pemerintah hendak mengabungkan seluruh bank swasta atau bank asing dalam Bank Pembangunan Swasta sebagai satu-satunya bank penghimpun dan penyalur dari semua dana-dana progresif di sektor swasta dan alat-alat yang dapat dipergunakan Pembangunan Semesta Berencana  dan rencana-rencana lain yang ditentukan oleh Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
2.6.    Tujuan Jasa Bank&lt;br /&gt;
Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara.Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabahUntuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.&lt;br /&gt;
Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.1.    Kesimpulan&lt;br /&gt;
Bank  adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998  tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank sebagai lembaga perantara keuangan memberikan jasa - jasa keuangan baik kepada pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memiliki dana bank - bank melakukan beberapa fungsi dasar sementara tetap menjalankan kegiatan rutinnya di bidang keuangan. Fungsi dasar dan bank dapat dilihat dan keterangan berikut. Bank memiliki fungsi pokok sebagai berikut ( Dahlan Siamat 2001 : 88) Berdasarkan pasal 5 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, terdapat dua jenis bank berdasarkan undang-undang, yaitu : &lt;br /&gt;
a.    Bank umum. &lt;br /&gt;
b.    Bank Perkreditan Rakya &lt;br /&gt;
3.2.    Saran&lt;br /&gt;
Karena negara Indonesia sedang dalam proses berkembang maka peran serta Bank sangat dibutuhkan dalam proses mengentaskan program mengurangi kemiskinan yaitu dengan memberikan pinjaman modal usaha dengan bunga yang rendah dan tanpa jaminan yang membuat masyarakat awam tidak mempersulit dalam mengajukan proses pinjaman.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8696143221366172368?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8696143221366172368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/bank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8696143221366172368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8696143221366172368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/bank.html' title='BANK'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-324466669794554907</id><published>2011-03-06T08:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:09:42.078-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Makalah dan Artikel: Makalah Pendidikan Agama Islam (Dakwah Nabi)</title><content type='html'>&lt;a href="http://kumpulan-makalah-artikel.blogspot.com/2010/01/makalah-pendidikan-agama-islam-dakwah.html"&gt;Kumpulan Makalah dan Artikel: Makalah Pendidikan Agama Islam (Dakwah Nabi)&lt;/a&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;


&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-324466669794554907?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kumpulan-makalah-artikel.blogspot.com/2010/01/makalah-pendidikan-agama-islam-dakwah.html' title='Kumpulan Makalah dan Artikel: Makalah Pendidikan Agama Islam (Dakwah Nabi)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/324466669794554907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/kumpulan-makalah-dan-artikel-makalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/324466669794554907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/324466669794554907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/kumpulan-makalah-dan-artikel-makalah.html' title='Kumpulan Makalah dan Artikel: Makalah Pendidikan Agama Islam (Dakwah Nabi)'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-8699136053129538068</id><published>2011-03-06T07:52:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T08:06:17.338-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH AL-ISLAM'/><title type='text'>HUBUNGAN AGAMA DENGAN MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;  A. Latar Belakang&lt;br /&gt;
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).&lt;br /&gt;
Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama), maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa, yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self contor) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah “Hubungan Manusia Dengan Agama”.&lt;br /&gt;
Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada :&lt;br /&gt;
1. Pengertian Agama&lt;br /&gt;
2. Konsepsi Agama&lt;br /&gt;
3. Hubungan Agama Dan Manusia&lt;br /&gt;
4. Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;
Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama.&lt;br /&gt;
Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah :&lt;br /&gt;
1. Untuk mengetahui pengertian agama&lt;br /&gt;
2. Untuk mengetahui Konsepsi agama&lt;br /&gt;
3. Untuk mengetahui Hubungan agama dengan manusia&lt;br /&gt;
4. Untuk mengetahui bahwa agama adalah pedoman tata sosial manusia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Metode Penulisan&lt;br /&gt;
Dalam proses penyusunan makalah ini menggunakan motede heuristic. Metode yaitu proses pencarian dan pengumpulan sumber-sumber dalam melakukan kegiatan penelitian. Metode ini dipilih karena pada hakekatnya sesuai dengan kegiatan penyusunan dan penulisan yang hendak dilakukan. Selain itu, penyusunan juga menggunakan studi literatur sebagai teknik pendekatan dalam proses penyusunannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Sestimatika Penulisan&lt;br /&gt;
Sistematika penyusunan makalah ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yang selanjutnya dijabarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
Bagaian kesatu adalah pendahuluan. Dalam bagian ini penyusun memeparkan beberapa Pokok permasalahan awal yang berhubungan erat dengan permasalah utama. Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang masalah batasan, dan rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, metode penulisan dan sistematika penulisan makalah.&lt;br /&gt;
Bagian Kedua yaitu pembahasan. Pada bagian ini merupakan bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah. Penyususn berusaha untuk mendeskripsikan berbagai temuan yang berhasil ditemukan dari hasil pencarian sumber/bahan.&lt;br /&gt;
Bagian ketiga yaitu Kesimpulan. Pada Kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan terhadap semua permasalahan-permasalahan yang dikemukakan oleh penyusun dalam perumusan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
HUBUNGAN MANUSIA DAN AGAMA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pengertian Agama&lt;br /&gt;
Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965).&lt;br /&gt;
Dari sudut sosiologi, Emile Durkheim (Ali Syari’ati, 1985 : 81) mengartikan agama sebagai suatu kumpulan keayakinan warisan nenek moyang dan perasaan-perasaan pribadi, suatu peniruan terhadap modus-modus, ritual-ritual, aturan-aturan, konvensi-konvensi dan praktek-praktek secara sosial telah mantap selama genarasi demi generasi.&lt;br /&gt;
Sedangkan menurut M. Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain :&lt;br /&gt;
a. Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup.&lt;br /&gt;
b. Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya.&lt;br /&gt;
c. Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia.&lt;br /&gt;
d. Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari.&lt;br /&gt;
e. Percaya bahwa dengan matinya seseorang, hidup rohnya tidak berakhir.&lt;br /&gt;
f. Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan.&lt;br /&gt;
g. Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;
Sementara agama islam dapat diartikan sebagai wahyu Allah yang diturunkan melalui para Rosul-Nya sebagai pedoman hidup manusia di dunia yang berisi Peraturan perintah dan larangan agar manusia memperoleh kebahagaian di dunia ini dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Konsepsi Agama&lt;br /&gt;
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Bakoroh 208, Allah berfirman :&lt;br /&gt;
يايها الدين امنواادخلوا فى السلم كافة ولاتتبعوا خطوت الشيطن انه لكم عد ومبين&lt;br /&gt;
Artinya : Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara utuh, keseluruhan (jangan sebagian-sebagaian) dan jangan kamu mengikuti langkah setan, sesunggungnya setan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;
Kekaffahan beragama itu telah di contohkan oleh Rosulullah sebagai uswah hasanah bagi umat islam dalam berbagai aktifitas kehidupannya, dari mulai masalah-masalah sederhana (seperti adab masuk WC) samapi kepada masalah-masalah komplek (mengurus Negara). Beliu telah menampilkan wujud islam itu dalam sikap dan prilakunya dimanapun dan kapanpun beliu adalah orang yang paling utama dan sempurna dalam mengamalkan ibadah mahdlah (habluminallah) dan ghair mahdlah (hablumminanas).&lt;br /&gt;
Meskipun beliau sudah mendapat jaminan maghfiroh (ampunan dari dosa-dosa) dan masuk surga, tetapi justru beliau semakin meningkatkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah seperti shalat tahajud, zdikir, dan beristigfar. Begitupun dalam berinteraksi sosial dengan sesama manusia beliu menampilkan sosok pribadi yang sangat agung dan mulia.&lt;br /&gt;
Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh, karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai, pendapat, atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;
Diantara umat islam masih banyak yang menampilkan sikap dan prilakunya yang tidak selaras, sesuai dengan nila-nilai islam sebagai agama yang dianutnya. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan kejadian atau peristiwa baik yang kita lihat sendiri atau melalui media masa mengenai contoh-contoh ketidak konsistenan (tidak istikomah) orang islam dalam mempedomani islam sebagai agamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Hubungan Agama Dan Manusia&lt;br /&gt;
Kondisi umat islam dewasa ini semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuhkembangkan sikap dan prilaku yang a moral atau degradasi nilai-nilai keimanannya.&lt;br /&gt;
Fenomena yang cukup berpengaruh itu adalah :&lt;br /&gt;
1. Tayangan media televisi tentang cerita yang bersifat tahayul atau kemusrikan, dan film-film yang berbau porno.&lt;br /&gt;
2. Majalah atau tabloid yang covernya menampilkan para model yang mengubar aurat.&lt;br /&gt;
3. Krisis ketauladanan dari para pemimpin, karena tidak sedikit dari mereka itu justru berprilaku yang menyimpang dari nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;
4. Krisis silaturahmi antara umat islam, mereka masih cenderung mengedepankan kepentingan kelompoknya (partai atau organisasi) masing-masing.&lt;br /&gt;
Sosok pribadi orang islam seperti di atas sudah barang tentu tidak menguntungkan bagi umat itu sendiri, terutama bagi kemulaian agama islam sebagai agama yang mulia dan tidak ada yang lebih mulia di atasnya. Kondisi umat islam seperti inilah yang akan menghambat kenajuan umat islam dan bahkan dapat memporakporandakan ikatan ukuwah umat islam itu sendiri.&lt;br /&gt;
Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi). Mereka diharapkan mampu mengintegrasikan antara pengamalan ibadah ritual dengan makna esensial ibadah itu sendiri yang dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti : pengendalian diri, sabar, amanah, jujur, sikap altruis, sikap toleran dan saling menghormatai tidak suka menyakiti atau menghujat orang lain. Dapat juga dikatakan bahwa umat islam harus mampu menyatu padukan antara mila-nilai ibadah mahdlah (hablumminalaah) dengan ibadag ghair mahdlah (hamlumminanas) dalam rangka membangun “Baldatun thaibatun warabun ghafur” Negara yang subur makmur dan penuh pengampunan Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Agama Sebagai Petunjuk Tata Sosial&lt;br /&gt;
Rosulullah SAW bersabda : “Innamaa bu’itstu liutammima akhlaaq” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan akhlak adalah orang tua, guru, ustad, kiai, dan para pemimpin masyarakat.&lt;br /&gt;
Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga, sekolah, kantor, dan masyarakat yang lebih luas). Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut.&lt;br /&gt;
Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu adanya kerja sama yang sinerji dari berbagai pihak dalam menumbuhkembangkan akhlak mulya dan menghancur leburkan faktor-faktor penyebab maraknya akhlak yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama menurut bahasa sangsakerta, agama berarti tidak kacau (a = tidak gama = kacau) dengan kata lain, agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan.&lt;br /&gt;
Kita sebagai umat islam belum semuanya beruswah kepada Rasulullah secara sungguh-sungguh, karena mungkin kekurang pahaman kita akan nilai-nilai islam atau karena sudah terkontaminasi oleh nilai, pendapat, atau idiologi lain yang bersebrangan dengan nilai-nilai islam itu sendiri yang di contohkan oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;
Agar umat islam bisa bangkit menjadi umat yang mampu menwujudkan misi “Rahmatan lil’alamin” maka seyogyanya mereka memiliki pemahaman secara utuh (Khafah) tentang islam itu sendiri umat islam tidak hanya memiliki kekuatan dalam bidang imtaq (iman dan takwa) tetapi juga dalam bidang iptek (ilmu dan teknologi).&lt;br /&gt;
Pendidikan akhlak ini sangat penting karena menyangkut sikap dan prilaku yang musti di tampilkan oleh seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik personal maupun sosial (keluarga, sekolah, kantor, dan masyarakat yang lebih luas). Akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki oleh setiap muslim (masyarakat sebab maju mumdurnya suatu bangsa atau Negara amat tergantung kepada akhlak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amin, Ahmad,. Ilmu Akhlak, Bulan Bintang, Jakarta. 1968.&lt;br /&gt;
Bakar Atjeh, Abu. Mutiara Akhlak 1, Bulan Bintang, Jakarta.1968.&lt;br /&gt;
Hasan, Ali H.M. Agama Islam. Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelambagaan Agama Islam. 1994/1995.&lt;br /&gt;
Dr. H. Syamsu Yusuf LN, M.Pd.. Psikologi Belajar Agama. Pustaka Bani Qurais. Bandung. 2003.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-8699136053129538068?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/8699136053129538068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/hubungan-agama-dengan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8699136053129538068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/8699136053129538068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/hubungan-agama-dengan-manusia.html' title='HUBUNGAN AGAMA DENGAN MANUSIA'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-462240202054923812</id><published>2011-03-06T07:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T07:42:46.164-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah ekonomi'/><title type='text'>STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   I. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi.&lt;br /&gt;
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.&lt;br /&gt;
Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoJeh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:&lt;br /&gt;
1. Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.&lt;br /&gt;
2. Memberitahukan kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara penggunaanya.&lt;br /&gt;
3. Memperkenalkan barang atau jasa baru.&lt;br /&gt;
Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan. Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh kegiatan promosi yang dijalankan perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
II. PERMASALAHAN&lt;br /&gt;
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.&lt;br /&gt;
Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini. &lt;br /&gt;
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis berusaha untuk memudahkan pembahasan agar lebih terarah, maka penulis membatasi kepada masalah pemasaran, dalam hal ini hanya masalah strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk maupun jasa dalam suatu perusahaan. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dengan lebih pasti strategi pemasaran yang paling sesuai dengan keadaan perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam persaingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III. PEMBAHASAN &lt;br /&gt;
ASPEK PENTING DALAM PEMASARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pengertian Pemasaran&lt;br /&gt;
Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan. American Marketing Association 1960, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.&lt;br /&gt;
Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pasar Sasaran&lt;br /&gt;
Selama ini terlihat gejala semakin banyak perusahaan memilih pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenakan mereka menyadari bahwa pada dasarnya mereka tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya. Jadi arti dari pasar sasaran adalah: Sebuah pasar terdiri dari pelanggan potensial dengan kebutuhan alau keinginan tertentu yang mungkin maupun mampu untuk ambil bagian dalam jual beli, guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut.&lt;br /&gt;
Karena konsumen yang terlalu heterogen itulah maka perusahaan perlu mengkelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran. Dengan adanya hal ini, maka perusahaan terbantu untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik, dengan demikian perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat, dapat menentuan saluran distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien serta mampu menyesuaikan harga bagi barang atau jasa yang ditawarkan bagi setiap target pasar.&lt;br /&gt;
Pasar sasaran (Target Market) adalah sekelompok konsumen atau pelanggan yang secara khusus menjadi sasaran usaha pemasaran bagi sebuah perusahaan. Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, sebagai berikut.&lt;br /&gt;
1. Segmentasi Pasar&lt;br /&gt;
Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.&lt;br /&gt;
Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:&lt;br /&gt;
a. Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.&lt;br /&gt;
b. Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara efektif.&lt;br /&gt;
c. Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.&lt;br /&gt;
d. Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.&lt;br /&gt;
Kebijakan segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan kriteria tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:&lt;br /&gt;
a. Segmentasi atas dasar geografis, segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, desa, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada di masing-masing daerah.&lt;br /&gt;
b. Segmentasi atas dasar demografis, segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
c. Segmentasi atas dasar psychografis, segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penetapan Pasar Sasaran (Target Market)&lt;br /&gt;
Target market adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaitu:&lt;br /&gt;
a. Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan ini.&lt;br /&gt;
b. Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.&lt;br /&gt;
c. Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.&lt;br /&gt;
d. Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.&lt;br /&gt;
e. Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.&lt;br /&gt;
3. Penempatan Produk (Product Positioning)&lt;br /&gt;
Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya penempatan produk adalah tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Bauran Pemasaran&lt;br /&gt;
Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif.&lt;br /&gt;
Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix secara umum adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. &lt;br /&gt;
Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix dapat dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut.&lt;br /&gt;
1. Produk (Jasa)&lt;br /&gt;
Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting. sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi "kebutuhan dan keinginan" dari konsumen. Namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat erat hubungannya dengan target market yang dipilih. Sedangkan sifat dari produk/jasa tersebut sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Tidak Berwujud&lt;br /&gt;
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud, karena tidak bisa dilihat, dirasa, diraba, didengar atau dicium, sebelum ada transaksi pembelian.&lt;br /&gt;
b. Tidak Dapat Dipisahkan&lt;br /&gt;
Suatu produk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang atau benda. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel tidak akan bisa terlepas dari bangunan hotel tersebut.&lt;br /&gt;
c. Berubah-ubah&lt;br /&gt;
Bidang jasa sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah, sebab jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan disajikan dan dimana disajikan. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel berbintang satu akan berbeda dengan jasa yang diberiakan oleh hotel berbintang tiga.&lt;br /&gt;
d.Daya tahan&lt;br /&gt;
Jasa tidak dapat disimpan. Seorang pelanggan yang telah memesan sebuah kamar hotel akan dikenakan biaya sewa, walaupun pelanggan tersebut tidak menempati kamar yang ia sewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Harga (Price)&lt;br /&gt;
Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan guna kesinambungan produksi. Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penetuan harga produk dari suatu perusahaan merupakan masalah yang cukup penting, karena dapat mempengaruhi hidup matinya serta laba dari perusahaan.&lt;br /&gt;
Kebijaksanaan harga erat kaitannya dengan keputusan tentang jasa yang dipasarkan. Hal ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu produk atau jasa. Dalam penetapan harga, biasanya didasarkan pada suatu kombinasi barang/jasa ditambah dengan beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan. Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan mengambil keputusan apakah dia membeli barang tersebut atau tidak. Juga konsumen menetapkan berapa jumlah barang/jasa yang harus dibeli berdasarkan harga tersebut. Tentunya keputusan dari konsumen ini tidak hanya berdasarkan pada harga semata, tetapi banyak juga faktor lain yang menjadi pertimbangan, misalnya kualitas dari barang atau jasa, kepercayaan terhadap perusahaan dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang paling tepat, dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Saluran Distribusi (Place)&lt;br /&gt;
Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.&lt;br /&gt;
Yang tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution). Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.&lt;br /&gt;
Distributor-distributor (penyalur) bekerja aktif untuk mengusahakan perpindahan bukan hanya secara fisik tapi dalam arti agar jasa-jasa tersebut dapat diterima oleh konsumen. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, sebagai berikut.&lt;br /&gt;
a. Sifat pasar dan lokasi pembeli.&lt;br /&gt;
b. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang perantara.&lt;br /&gt;
c. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang ekonomis.&lt;br /&gt;
d. Jaringan pengangkutan.&lt;br /&gt;
Saluran distribusi jasa biasanya menggunakan agen travel untuk menyalurkan jasanya kepada konsumen. Jadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kebijaksanaan saluran distribusi itu sendiri dengan memperhitungkan adanya perubahan pada masyarakat serta pola distribusi perlu mengikuti dinamika para konsumen tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Promosi (Promotion)&lt;br /&gt;
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion), dan Publisitas (Publicity).&lt;br /&gt;
a. Periklanan (advertising), merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.&lt;br /&gt;
b. Penjualan pribadi (personal selling), merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.&lt;br /&gt;
c. Promosi penjualan (sales promotion), merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.&lt;br /&gt;
d. Publsitas (pubilicity), merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ".&lt;br /&gt;
Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah tercapainya keseimbangan yang efektif, dengan mengkombinasikan komponen-komponen tersebut kedalam suatu strategi promosi yang terpadu untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan para pembuat keputusan pembelian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IV. PENUTUP (KESIMPULAN)&lt;br /&gt;
Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyalah perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.&lt;br /&gt;
Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.&lt;br /&gt;
Perusahaan yang berjaya, mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.&lt;br /&gt;
Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.&lt;br /&gt;
Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingan&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-462240202054923812?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/462240202054923812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/462240202054923812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/462240202054923812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/i.html' title='STRATEGI PEMASARAN DALAM PERSAINGAN BISNIS'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-1640799192557428192</id><published>2011-03-04T05:56:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T05:56:24.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>cara mensetting HP untuk akses internet</title><content type='html'>Telkomsel (simapati, As, dan Halo)    &lt;br /&gt;
untuk Simpati dan As kirim SMS dengan ketik GPRS 16 no belakang kerja, kemudian kirim ke 6616&lt;br /&gt;
Seting otomatis            &lt;br /&gt;
untuk simpati dan As ketik S Merk HP type HP kemudian kirim ke 5432&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; jika hanphone tidak mendukung untuk setting otomatis (OTA) bisa dilakukan setting menual sebagai berikut&lt;br /&gt;
-    Acounting Name    :    Telkomsel    &lt;br /&gt;
-    Acount Type    :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    Telkomsel    &lt;br /&gt;
-    Username    :    WAP    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    WAP123    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.0.89.130    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    9201    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.telkomsel.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Indosat            &lt;br /&gt;
Mentari            &lt;br /&gt;
Kirim SMS dengan ketik ACT GPRS, Kemudian kirim ke nomer 888&lt;br /&gt;
Setting Otomatis (OTA)            &lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Kirim SMS dengan ketik GPRS merk HP Type HP Contoh GPRS NOKIA 7610, kemudian kirim ke nomor 3000&lt;br /&gt;
Setting Manual            &lt;br /&gt;
-    Acount Name    :    indosatgprs    &lt;br /&gt;
-    Account Type     :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    indosatgprs    &lt;br /&gt;
-    Username    :    indosat    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    indosat    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.19.19.19    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8080    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.klub.mentari.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Untuk layanan timebased (durasi)maka buatlah setting barudengan APN = indosatgprs, username dan password = indosat@durasi, sedangkan lainya sama&lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 222 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
IM3            &lt;br /&gt;
Untuk Kartu IM3, GPRS langsung aktif pada saat melakukan registrasi Nomor, sehingga hanya melakukan setting GPRS pada HandPhone&lt;br /&gt;
Setting GPRS pada HandPhone    &lt;br /&gt;
Setting Otomatis (OTA) :            &lt;br /&gt;
Kirim SMS dengan ketik GPRS Merk HP Type HP Contoh GPRS SE K800, kemudian kirim ke 3939&lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Acount Name    :    indosatgprs    &lt;br /&gt;
-    Account Type     :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    indosatgprs    &lt;br /&gt;
-    Username    :    kosongkan    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    kosongkan    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    010.019.019.019    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8080    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.indosat.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
XL (jempol, Bebas dan Xplor)    &lt;br /&gt;
GPRS pada XL langsung aktif pada saat melakukan registrasi Nomor, sehingga hanya melakukan setting GPRS pada HandPhone&lt;br /&gt;
Setting GPRS pada HandPhone    &lt;br /&gt;
Setting Otomatis (OTA) :            &lt;br /&gt;
Kirim SMS dengan ketik GPRS Merk HP Type HP Contoh GPRS NOKIA N70, kemudian kirim ke 9667&lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Acount Name    :    XL-GPRS    &lt;br /&gt;
-    Account Type     :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    www.xlgprs.net&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-    Username    :    xlgprs    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    proxl    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    202.152.240.50    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8080    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.xl.co.id/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 818 atau 817 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Three (3)            &lt;br /&gt;
GPRS akan aktif pada saat registrasi dan akan terkirim setting sesuai dengan HandPhone anda&lt;br /&gt;
-    Acount Name    :    3-GPRS    &lt;br /&gt;
-    Account Type     :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    3gprs    &lt;br /&gt;
-    Username    :    3gprs    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    3gprs    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.4.0.10    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    3128    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.three.co.id/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 123 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Axis            &lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Acount Name    :    AXIS    &lt;br /&gt;
-    Account Type     :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    APN    :    AXIS    &lt;br /&gt;
-    Username    :    AXIS    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    123456    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.8.3.8    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8080    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.axisworld.co.id&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 838 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
HP CDMA            &lt;br /&gt;
Flexy (Telkomsel)            &lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Data Bearer    :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    Username    :    wap    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    wap    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.177.7.7    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8080    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.telkomflexy.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 147 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Star One (Indosat)            &lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Data Bearer    :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    Username    :    starone    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    indosat    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    192.168.50.60    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    9401    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.mystarone.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Jika anda mengalami kesulitan bisa menghubungi Customer Service di Nomor 111 dari handphone Anda untuk menanyakan cara seting GPRS&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Freen            &lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Data Bearer    :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    Username    :    m8    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    m8    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.021.005.201    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8088    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.mobile-8.net&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
                &lt;br /&gt;
Esia                &lt;br /&gt;
Setting Manual :            &lt;br /&gt;
-    Data Bearer    :    GPRS    &lt;br /&gt;
-    Username    :    wap    &lt;br /&gt;
-    Pasword    :    wap    &lt;br /&gt;
-    IP Address    :    10.177.7.7    &lt;br /&gt;
-    Port Number    :    8088    &lt;br /&gt;
-    Home Page    :    http://wap.myesia.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-1640799192557428192?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/1640799192557428192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/cara-mensetting-hp-untuk-akses-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1640799192557428192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1640799192557428192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/cara-mensetting-hp-untuk-akses-internet.html' title='cara mensetting HP untuk akses internet'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-1080166516475107568</id><published>2011-03-04T05:20:00.001-08:00</published><updated>2011-03-04T05:20:58.474-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Di negara-negara yang sudah maju, human relations (hubungan manusiawi) dan public relations (hubungan masyarakat) banyak dipraktekkan untuk memperkembangkan organisasi kekaryaan (work organization) dan meningkatkan daya karya para karyawannya. Tidak mengherankan, apabila banyak buku diterbikan mengenai kedua pengetahuan tersebut yang merupakan pembahasan dan hasil penelitian para ahli di bidang itu.&lt;br /&gt;
Di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, kedua pengetahuan tersebut termasuk kurikulum berbagai perguruan tinggi, dan merupakan mata kuliah tersendiri. Akan tetapi materi ini sangat diperlukan juga untuk pemimpin organisai dan kelompok kekaryaan di masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;Pengertian human relations&lt;br /&gt;
Tidak mudah untuk mencari sebuah perkataan dalam bahasa Indonesia yang benar-benar tepat sebagai terjemahan dari istilah human relations. Ada yang mengartikannya menjadi “hubungan manusia” atau “hubungan antar manusia”&lt;br /&gt;
Secara harafiah terjemahan tersebut mungkin tidak salah. Tetapi, tidak kedua-duanya mengandung makna yang sebenarnya dari human relations. Karena pada kedua terjemahan tersebut tidak terkandung makna yang hakiki dari human relations, yaitu “human” yang bermakna proses kerohanian yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain dari aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Karena itu, terjemahan yang paling mendekati makna danmaksud human relations adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan Human relations&lt;br /&gt;
Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan perntingnya dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang menyangkut faktor manusia dalam manajemen.&lt;br /&gt;
Benturan-benturan psikologis dan konflik-konflik antara kepentingan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan tetapi juga antara karyawan dengan karyawan, yang benar-benar menganggu jalannya roda organisasi dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;
Human relations juga dirasakan pentingnya oleh para manajer untuk menghilangkan “luka-luka” akibat salah komunikasi (mis-communication) dan salah interppretasi (mis-interpretation) yang terjadi antara manajer beserta karyawannya dengan publik di luar organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang Lingkup Human relations&lt;br /&gt;
Telah disinggung di atas bahwa masalah human relations adalah masalah rohaniah, yaitu proses rohaniah yang menyangkut watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kebahagiaan atau kepuasan hati. Proses rohaniah dengan perasaan bahagia ini berlangsung pada dua atau tiga orang yang terlibat dalam hubungan komunikatif, yakni komunikasi antar persona yang karena sifatnya dialogis, maka masing-masing tahu, sadar dan merasakan efeknya. Jika kesemuanya merasa bahagia, maka orang yang melakukan kegiatan human relations itu berhasil. Apabila tidak menimbulkan rasa puas, human relations itu gagal.&lt;br /&gt;
Bahwa human relations sebagai aktivitas itu tidak mudah dilaksanakan, adalah benar. Karena itu senantiasa menjadi bahan studi. Kesukaran utama dalam kegiatan human relations itu dikarenakan pelik dan rumitnya rohani manusia. Karena, demikian banyaknya manusia di bumi tetapi tidak ada dua pun yang sama dan serupa dalam segala hal, bahkan di antara yang kembar pun.&lt;br /&gt;
Berdasarkan paparan di atas, maka jika seseorang ingin sukses dalam kehidupannya, human relations adalah salah satu cara untuk dapat dipergunakan. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin dalam bidang apapun. Dalam hubungan ini ia seyogyanya memahami ilmu komunikasi dan ilmu jiwa, meskipun hanya pengetahuan mendasar. Akan lebih baik lagi apabila ia mempelajarinya secara mendalam. Dengan demikian, ia akan disenangi, disegani, dan dihormati, baik oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasinya atau bidangnya, maupun yang di luar lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunci Aktivitas Human relations&lt;br /&gt;
Kunci aktivitas human relations adalah motivasi, memotivasikan para karyawan untuk bekerja giat berdasarkan kebutuhuan mereka secara memuaskan, yakni kebutuhan akan upah yang cukup bagi keperluan hidup keluarganya sehari-hari, kebahagiaan keluarganya, kemajuan dirinya sendiri, danlain sebagainya.&lt;br /&gt;
Seseorang memasuki suatu organisasi, karena ia berpikir organisasi akan dapat membantu dia mencapai tujuannya. Demikian pula para karyawan. Mereka mempunyai organisasi. Mereka anggota organisasi kekaryaan di mana mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;
Pemimpin organisasi tersebut dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas para karyawan dan mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk bekerja bersama-sama. Ini semua tertuju kepada sasaran yang direncanakan. Dan di sini komunikasi memegang peranan penting. Human relations seperti ditegaskan di muka adalah komunikasi persuasif.&lt;br /&gt;
Dengan melaksanakan human relations itu pemimpin organisasi atau pemimpin kelompok melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggitakan mereka bekerja bersama-sama, seghingga hasilnya memuasakan di samping mereka bekerja dengan hati puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor Manusia dalam Human relations&lt;br /&gt;
Titik sentral human relations adalah manusia. Dan titik sentral human relations dalam organisasi kekaryaan adalah karyawan. Manusia karyawan ini harus ditinjau dari segi manusiawinya. Untuk mempraktekan human relations, seorang pemimpin perlu sedikit banyak mempelajari sifat tabiat manusia karyawan tadi. Juga tingkah laku mereka dalam hidup berkelompok dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;
Bahwa manusia berbeda dengan makhluk-makhluk lain bahkan memiliki kelebihan dari makhluk lain, sudah diakui sejak dahulu kala. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan vegetatif (makan dan berkembang biak, bukan hanya memiliki kemampuan sensitif (bergerak, mengamat-amati, bernafsu dan berperasaan) tetapi juga berkemampuan ntelektif (berkemauan dan berkecerdasan).&lt;br /&gt;
Kemudian yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain adalah sifat-sifat rohaniahnya. Dalam pertumbuhannya, manusia bukan saja mengalami perkembangan dalam segi jasmaniahnya, tetapi juga rohaniahnya. Dan perkembangan ini membentuk jiwanya, sifat tabiat dan tingkahnya.&lt;br /&gt;
Extravert, Intravert dan Ambivert&lt;br /&gt;
Berdasarkan funsi phisis di atas, ahli jiwa Jung membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya. Jika perhatiannya terutama ditujukan ke luar, yakni ke sekelilingnya, ini dinamakan type extraverse. Dan orangnya disebut extravert. Seorang extravert lebih mementingkan lingkungannya daripada dirinya sendiri, lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Orang semacam ini umumnya berhati terbuka, gembira, ramah-tamah, lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap hangat, sehingga cepat mendapat banyak kawan.&lt;br /&gt;
Golongan yang kedua ialah orang yang perhatiannya terutama diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Ini disebut type intraverse. Dan orangnya dinamakan intravert. Orang yang bertipe ini lebih memntingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum. Dirinya sendiri menjadi primer, lingkungannya sekunder. Seorang intravert biasanya pendiam, egoistis, suka merenung, senang mengasingkan diri, tidak bisa bergaul.&lt;br /&gt;
Yang penting ialah jika seorang extravert hidup bersama seorang intravert, maka antara kedua orang tersebut akan terjadi ketegangan psikologis.&lt;br /&gt;
Akan tetapi kenyataannya perbedaan yang eksrim itu hanya terdapat pada sebagian kecil manusia saja, sebab antara kedua golongan itu ada segolongan yang menjadi perantara, yakni type ambiverse. Dan ternyata, bahwa orang-orang ambivert jauh lebih banyak daripada orang-orang extravert dan intravert.&lt;br /&gt;
Sebagai manusia karyawan juga terdiri dari orang-orang extravert, ambivert dan intravert dengan kebiasaan-kebiasaan berpikir dan berperasaan yang berbeda. Ini semua perlu diketahui oleh para manajer atau pemimpin eksekutif. Dengan demikian para pemimpin kelompok kekaryaan akan dapat memahami, mengapa seorang karyawan mempunyai sifat tabiat tertentu. Dan ini akan memudahkan memecahkan masalah yang dihadapi para karyawan. Maslah-masalah yang dihadapi para karyawan, baik di rumahnya maupun di tempat pekerjaannya, akan berpengaruh besar kepada pelaksanaan tujuan organisasi. Dengan berhasilnya memecahkan masalah para karyawan, berarti seorang manajer telah sukses melaksanakan human relatuios. Dan ini besar artinya bagi manajemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motif dan Motivasi&lt;br /&gt;
Prestasi kerja seorang karyawan kadang-kadang tidak sama dengan kecakapan yang dimilikinya. Memang faktor penyebabnya tidak sama antara karyawan yang satu dengan yang lainnya, Faktor penyebab ini tergantung dari orangnya sendiri atau lingkungan kerjanya. Tidak sesuainya prestasi kerja dengan kecakapannya itu bagi seseorang karyawan mungkin karena tidak mempunyai kemauan bisa juga karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga disebabkan oleh kurangnya energi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
Dalam psikologi keadaan seperti itu dikatakan sebagai berikut; bukan kecakapan (ability) yang kurang, melainkan motivasi yang kurang atau bahkan tidak ada. Motif yang tidak kuat, sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan kecakapannya.&lt;br /&gt;
Motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai tujuan. Dapat juga dikatakan bahwa motif adalah daya gerak yang mendorong sesorang untuk berbuar sesuatu.&lt;br /&gt;
Sedang motivasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi motivasi berarti membangkitkan motif, daya gerak, atau menggerakkan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam rangka mencapai suatu kepuasaan atau suatu tujuan.&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-1080166516475107568?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/1080166516475107568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/di-negara-negara-yang-sudah-maju-human.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1080166516475107568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1080166516475107568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/di-negara-negara-yang-sudah-maju-human.html' title=''/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-930026807509676646</id><published>2011-03-04T04:56:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T04:56:08.006-08:00</updated><title type='text'>Human Relation</title><content type='html'>Di negara-negara yang sudah maju, human relations (hubungan manusiawi) dan public relations (hubungan masyarakat) banyak dipraktekkan untuk memperkembangkan organisasi kekaryaan (work organization) dan meningkatkan daya karya para karyawannya. Tidak mengherankan, apabila banyak buku diterbikan mengenai kedua pengetahuan tersebut yang merupakan pembahasan dan hasil penelitian para ahli di bidang itu.&lt;br /&gt;
&lt;div class="fullpost"&gt;Di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, kedua pengetahuan tersebut termasuk kurikulum berbagai perguruan tinggi, dan merupakan mata kuliah tersendiri. Akan tetapi materi ini sangat diperlukan juga untuk pemimpin organisai dan kelompok kekaryaan di masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengertian human relations&lt;br /&gt;
Tidak mudah untuk mencari sebuah perkataan dalam bahasa Indonesia yang benar-benar tepat sebagai terjemahan dari istilah human relations. Ada yang mengartikannya menjadi “hubungan manusia” atau “hubungan antar manusia”&lt;br /&gt;
Secara harafiah terjemahan tersebut mungkin tidak salah. Tetapi, tidak kedua-duanya mengandung makna yang sebenarnya dari human relations. Karena pada kedua terjemahan tersebut tidak terkandung makna yang hakiki dari human relations, yaitu “human” yang bermakna proses kerohanian yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain dari aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Karena itu, terjemahan yang paling mendekati makna danmaksud human relations adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan Human relations&lt;br /&gt;
Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan perntingnya dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang menyangkut faktor manusia dalam manajemen.&lt;br /&gt;
Benturan-benturan psikologis dan konflik-konflik antara kepentingan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan tetapi juga antara karyawan dengan karyawan, yang benar-benar menganggu jalannya roda organisasi dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;
Human relations juga dirasakan pentingnya oleh para manajer untuk menghilangkan “luka-luka” akibat salah komunikasi (mis-communication) dan salah interppretasi (mis-interpretation) yang terjadi antara manajer beserta karyawannya dengan publik di luar organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang Lingkup Human relations&lt;br /&gt;
Telah disinggung di atas bahwa masalah human relations adalah masalah rohaniah, yaitu proses rohaniah yang menyangkut watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kebahagiaan atau kepuasan hati. Proses rohaniah dengan perasaan bahagia ini berlangsung pada dua atau tiga orang yang terlibat dalam hubungan komunikatif, yakni komunikasi antar persona yang karena sifatnya dialogis, maka masing-masing tahu, sadar dan merasakan efeknya. Jika kesemuanya merasa bahagia, maka orang yang melakukan kegiatan human relations itu berhasil. Apabila tidak menimbulkan rasa puas, human relations itu gagal.&lt;br /&gt;
Bahwa human relations sebagai aktivitas itu tidak mudah dilaksanakan, adalah benar. Karena itu senantiasa menjadi bahan studi. Kesukaran utama dalam kegiatan human relations itu dikarenakan pelik dan rumitnya rohani manusia. Karena, demikian banyaknya manusia di bumi tetapi tidak ada dua pun yang sama dan serupa dalam segala hal, bahkan di antara yang kembar pun.&lt;br /&gt;
Berdasarkan paparan di atas, maka jika seseorang ingin sukses dalam kehidupannya, human relations adalah salah satu cara untuk dapat dipergunakan. Terlebih lagi bagi seorang pemimpin dalam bidang apapun. Dalam hubungan ini ia seyogyanya memahami ilmu komunikasi dan ilmu jiwa, meskipun hanya pengetahuan mendasar. Akan lebih baik lagi apabila ia mempelajarinya secara mendalam. Dengan demikian, ia akan disenangi, disegani, dan dihormati, baik oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasinya atau bidangnya, maupun yang di luar lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunci Aktivitas Human relations&lt;br /&gt;
Kunci aktivitas human relations adalah motivasi, memotivasikan para karyawan untuk bekerja giat berdasarkan kebutuhuan mereka secara memuaskan, yakni kebutuhan akan upah yang cukup bagi keperluan hidup keluarganya sehari-hari, kebahagiaan keluarganya, kemajuan dirinya sendiri, danlain sebagainya.&lt;br /&gt;
Seseorang memasuki suatu organisasi, karena ia berpikir organisasi akan dapat membantu dia mencapai tujuannya. Demikian pula para karyawan. Mereka mempunyai organisasi. Mereka anggota organisasi kekaryaan di mana mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;
Pemimpin organisasi tersebut dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas para karyawan dan mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk bekerja bersama-sama. Ini semua tertuju kepada sasaran yang direncanakan. Dan di sini komunikasi memegang peranan penting. Human relations seperti ditegaskan di muka adalah komunikasi persuasif.&lt;br /&gt;
Dengan melaksanakan human relations itu pemimpin organisasi atau pemimpin kelompok melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggitakan mereka bekerja bersama-sama, seghingga hasilnya memuasakan di samping mereka bekerja dengan hati puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor Manusia dalam Human relations&lt;br /&gt;
Titik sentral human relations adalah manusia. Dan titik sentral human relations dalam organisasi kekaryaan adalah karyawan. Manusia karyawan ini harus ditinjau dari segi manusiawinya. Untuk mempraktekan human relations, seorang pemimpin perlu sedikit banyak mempelajari sifat tabiat manusia karyawan tadi. Juga tingkah laku mereka dalam hidup berkelompok dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;
Bahwa manusia berbeda dengan makhluk-makhluk lain bahkan memiliki kelebihan dari makhluk lain, sudah diakui sejak dahulu kala. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan vegetatif (makan dan berkembang biak, bukan hanya memiliki kemampuan sensitif (bergerak, mengamat-amati, bernafsu dan berperasaan) tetapi juga berkemampuan ntelektif (berkemauan dan berkecerdasan).&lt;br /&gt;
Kemudian yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain adalah sifat-sifat rohaniahnya. Dalam pertumbuhannya, manusia bukan saja mengalami perkembangan dalam segi jasmaniahnya, tetapi juga rohaniahnya. Dan perkembangan ini membentuk jiwanya, sifat tabiat dan tingkahnya.&lt;br /&gt;
Extravert, Intravert dan Ambivert&lt;br /&gt;
Berdasarkan funsi phisis di atas, ahli jiwa Jung membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya. Jika perhatiannya terutama ditujukan ke luar, yakni ke sekelilingnya, ini dinamakan type extraverse. Dan orangnya disebut extravert. Seorang extravert lebih mementingkan lingkungannya daripada dirinya sendiri, lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Orang semacam ini umumnya berhati terbuka, gembira, ramah-tamah, lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap hangat, sehingga cepat mendapat banyak kawan.&lt;br /&gt;
Golongan yang kedua ialah orang yang perhatiannya terutama diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Ini disebut type intraverse. Dan orangnya dinamakan intravert. Orang yang bertipe ini lebih memntingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum. Dirinya sendiri menjadi primer, lingkungannya sekunder. Seorang intravert biasanya pendiam, egoistis, suka merenung, senang mengasingkan diri, tidak bisa bergaul.&lt;br /&gt;
Yang penting ialah jika seorang extravert hidup bersama seorang intravert, maka antara kedua orang tersebut akan terjadi ketegangan psikologis.&lt;br /&gt;
Akan tetapi kenyataannya perbedaan yang eksrim itu hanya terdapat pada sebagian kecil manusia saja, sebab antara kedua golongan itu ada segolongan yang menjadi perantara, yakni type ambiverse. Dan ternyata, bahwa orang-orang ambivert jauh lebih banyak daripada orang-orang extravert dan intravert.&lt;br /&gt;
Sebagai manusia karyawan juga terdiri dari orang-orang extravert, ambivert dan intravert dengan kebiasaan-kebiasaan berpikir dan berperasaan yang berbeda. Ini semua perlu diketahui oleh para manajer atau pemimpin eksekutif. Dengan demikian para pemimpin kelompok kekaryaan akan dapat memahami, mengapa seorang karyawan mempunyai sifat tabiat tertentu. Dan ini akan memudahkan memecahkan masalah yang dihadapi para karyawan. Maslah-masalah yang dihadapi para karyawan, baik di rumahnya maupun di tempat pekerjaannya, akan berpengaruh besar kepada pelaksanaan tujuan organisasi. Dengan berhasilnya memecahkan masalah para karyawan, berarti seorang manajer telah sukses melaksanakan human relatuios. Dan ini besar artinya bagi manajemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motif dan Motivasi&lt;br /&gt;
Prestasi kerja seorang karyawan kadang-kadang tidak sama dengan kecakapan yang dimilikinya. Memang faktor penyebabnya tidak sama antara karyawan yang satu dengan yang lainnya, Faktor penyebab ini tergantung dari orangnya sendiri atau lingkungan kerjanya. Tidak sesuainya prestasi kerja dengan kecakapannya itu bagi seseorang karyawan mungkin karena tidak mempunyai kemauan bisa juga karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga disebabkan oleh kurangnya energi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
Dalam psikologi keadaan seperti itu dikatakan sebagai berikut; bukan kecakapan (ability) yang kurang, melainkan motivasi yang kurang atau bahkan tidak ada. Motif yang tidak kuat, sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan kecakapannya.&lt;br /&gt;
Motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai tujuan. Dapat juga dikatakan bahwa motif adalah daya gerak yang mendorong sesorang untuk berbuar sesuatu.&lt;br /&gt;
Sedang motivasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi motivasi berarti membangkitkan motif, daya gerak, atau menggerakkan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam rangka mencapai suatu kepuasaan atau suatu tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-930026807509676646?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/930026807509676646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/human-relation.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/930026807509676646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/930026807509676646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/human-relation.html' title='Human Relation'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-2812394371852078202</id><published>2011-03-02T21:03:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T21:03:24.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.   Apa Model Pembelajaran Langsung itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model pembelajaran adalah model pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep dan/atau perubahan perilaku dengan mengutamakan pendekatan deduktif, dengan ciri-ciri sebagai berikut: (1) transformasi dan ketrampilan secara langsung; (2) pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu; (3) materi pembelajaran yang telah terstuktur; (4) lingkungan belajar yang telah terstruktur; dan (5) distruktur oleh guru. Guru berperan sebagai penyampai informasi, dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya film, tape recorder,  gambar,  peragaan, dan sebaganya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif, (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi). Kritik terhadap penggunaan model ini antara lain bahwa model ini tidak dapat digunakan setiap waktu dan tidak untuk semua tujuan pembelajaran dan semua siswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model Pembelajaran Langsung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Bagaimana Tahapan Model Pembelajaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahapan atau sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil (1996), sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Orientasi. Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa: (1) kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (2) mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran; (3) memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan; (4) menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran; dan(5) menginformasikan kerangka pelajaran.&lt;br /&gt;
* Presentasi. Pada fase ini guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: (1) penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek;(2) pemberian contoh-contoh konsep; (3) pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas; dan (4) menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.&lt;br /&gt;
* Latihan terstruktur. Pada fase ini guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.&lt;br /&gt;
* Latihan terbimbing. Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.&lt;br /&gt;
* Latihan mandiri. Pada fase ini siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Slavin (2003) mengemukakan tujuh langkah dalam sintaks pembelajaran langsung, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan.&lt;br /&gt;
* Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa.&lt;br /&gt;
* Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya.&lt;br /&gt;
* Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.&lt;br /&gt;
* Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok.&lt;br /&gt;
* Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan reviu terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.&lt;br /&gt;
* Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Pada situasi apa Pembelajaran Langsung dapat digunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa situasi yang memungkinkan model pembelajaran langsung cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin mengenalkan suatu bidang pembelajaran yang baru dan memberikan garis besar pelajaran dengan mendefinisikan konsep-konsep kunci dan menunjukkan keterkaitan di antara konsep-konsep tersebut.&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin mengajari siswa suatu keterampilan atau prosedur yang memiliki struktur yang jelas dan pasti.&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin memastikan bahwa siswa telah menguasai keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam kegiatan-kegiatan yang berpusat pada siswa, misalnya penyelesaian masalah (problem solving).&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin menunjukkan sikap dan pendekatan-pedekatan intelektual (misalnya menunjukkan bahwa suatu argumen harus didukung oleh bukti-bukti, atau bahwa suatu penjelajahan ide tidak selalu berujung pada jawaban yang logis)&lt;br /&gt;
* Ketika subjek pembelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan dengan pola penjelasan, pemodelan, pertanyaan, dan penerapan.&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin menumbuhkan ketertarikan siswa akan suatu topik.&lt;br /&gt;
* Ketika guru harus menunjukkan teknik atau prosedur-prosedur tertentu sebelum siswa melakukan suatu kegiatan praktik.&lt;br /&gt;
* Ketika guru ingin menyampaikan kerangka parameter-parameter untuk memandu siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran kelompok atau independen.&lt;br /&gt;
* Ketika para siswa menghadapi kesulitan yang sama yang dapat diatasi dengan penjelasan yang sangat terstruktur.&lt;br /&gt;
* Ketika lingkungan mengajar tidak sesuai dengan strategi yang berpusat pada siswa atau ketika guru tidak memiliki waktu untuk melakukan pendekatan yang berpusat pada siswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.  Kelebihan  dan Keterbatasan Model Pembelajaran Langsung&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan model pembelajaran langsung:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Dengan model pembelajaran langsung, guru mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh siswa sehingga dapat mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa.&lt;br /&gt;
* Dapat diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil.&lt;br /&gt;
* Dapat digunakan untuk menekankan poin-poin penting atau kesulitan-kesulitan yang mungkin dihadapi siswa sehingga hal-hal tersebut dapat diungkapkan.&lt;br /&gt;
* Dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan informasi dan pengetahuan faktual yang sangat terstruktur.&lt;br /&gt;
* Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi rendah.&lt;br /&gt;
* Dapat menjadi cara untuk menyampaikan informasi yang banyak dalam waktu yang relatif singkat yang dapat diakses secara setara oleh seluruh siswa.&lt;br /&gt;
* Memungkinkan guru untuk menyampaikan ketertarikan pribadi mengenai mata pelajaran (melalui presentasi yang antusias) yang dapat merangsang ketertarikan dan dan antusiasme siswa.&lt;br /&gt;
* Ceramah merupakan cara yang bermanfaat untuk menyampaikan informasi kepada siswa yang tidak suka membaca atau yang tidak memiliki keterampilan dalam menyusun dan menafsirkan informasi.&lt;br /&gt;
* Secara umum, ceramah adalah cara yang paling memungkinkan untuk menciptakan lingkungan yang tidak mengancam dan bebas stres bagi siswa. Para siswa yang pemalu, tidak percaya diri, dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tidak merasa dipaksa dan berpartisipasi dan dipermalukan.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung dapat digunakan untuk membangun model pembelajaran dalam bidang studi tertentu. Guru dapat menunjukkan bagaimana suatu permasalahan dapat didekati, bagaimana informasi dianalisis, dan bagaimana suatu pengetahuan dihasilkan.&lt;br /&gt;
* Pengajaran yang eksplisit membekali siswa dengan ”cara-cara disipliner dalam memandang dunia (dan) dengan menggunakan perspektif-perspektif alternatif” yang menyadarkan siswa akan keterbatasan perspektif yang inheren dalam pemikiran sehari-hari.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung yang menekankan kegiatan mendengar (misalnya ceramah) dan mengamati (misalnya demonstrasi) dapat membantu siswa yang cocok belajar dengan cara-cara ini.&lt;br /&gt;
* Ceramah dapat bermanfaat untuk menyampaikan pengetahuan yang tidak tersedia secara langsung bagi siswa, termasuk contoh-contoh yang relevan dan hasil-hasil penelitian terkini.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung (terutama demonstrasi) dapat memberi siswa tantangan untuk mempertimbangkan kesenjangan yang terdapat di antara teori (yang seharusnya terjadi) dan observasi (kenyataan yang mereka lihat).&lt;br /&gt;
* Demonstrasi memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi pada hasil-hasil dari suatu tugas dan bukan teknik-teknik dalam menghasilkannya. Hal ini penting terutama jika siswa tidak memiliki kepercayaan diri atau keterampilan dalam melakukan tugas tersebut.&lt;br /&gt;
* Siswa yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri dapat tetap berprestasi apabila model pembelajaran langsung digunakan secara efektif.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung bergantung pada kemampuan refleksi guru sehingga guru dapat terus menerus mengevaluasi dan memperbaikinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterbatasan Model Pembelajaran Langsung:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung bersandar pada kemampuan siswa untuk mengasimilasikan informasi melalui kegiatan mendengarkan, mengamati, dan mencatat. Karena tidak semua siswa memiliki keterampilan dalam hal-hal tersebut, guru masih harus mengajarkannya kepada siswa.&lt;br /&gt;
* Dalam model pembelajaran langsung, sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan siswa.&lt;br /&gt;
* Karena siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.&lt;br /&gt;
* Karena guru memainkan peran pusat dalam model ini, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada image guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias, dan terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran mereka akan terhambat.&lt;br /&gt;
* Terdapat beberapa bukti penelitian bahwa tingkat struktur dan kendali guru yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran, yang menjadi karakteristik model pembelajaran langsung, dapat berdampak negatif terhadap kemampuan penyelesaian masalah, kemandirian, dan keingintahuan siswa.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung menghasilkan pembelajaran yang buruk pula dan model pembelajaran langsung membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku komunikasi positif.&lt;br /&gt;
* Jika materi yang disampaikan bersifat kompleks, rinci, atau abstrak, model pembelajaran langsung mungkin tidak dapat memberi siswa kesempatan yang cukup untuk memproses dan memahami informasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
* Model pembelajaran langsung memberi siswa cara pandang guru mengenai bagaimana materi disusun dan disintesis, yang tidak selalu dapat dipahami atau dikuasai oleh siswa. Siswa memiliki sedikit kesempatan untuk mendebat cara pandang ini.&lt;br /&gt;
* Jika model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15 menit dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
* Jika terlalu sering digunakan, model pembelajaran langsung akan membuat siswa percaya bahwa guru akan memberitahu mereka semua yang perlu mereka ketahui. Hal ini akan menghilangkan rasa tanggung jawab mengenai pembelajaran mereka sendiri.&lt;br /&gt;
* Karena model pembelajaran langsung melibatkan banyak komunikasi satu arah, guru sulit untuk mendapatkan umpan balik mengenai pemahaman siswa. Hal ini dapat membuat siswa tidak paham atau salah paham.&lt;br /&gt;
* Demonstrasi sangat bergantung pada keterampilan pengamatan siswa. Sayangnya, banyak siswa bukanlah pengamat yang baik sehingga dapat melewatkan hal-hal yang dimaksudkan oleh guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==========&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Disarikan dari Depdiknas. 2009. Modul KKG/MGMP&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-2812394371852078202?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/2812394371852078202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/model-pembelajaran-langsung-direct.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2812394371852078202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2812394371852078202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/model-pembelajaran-langsung-direct.html' title='Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-943643922506486187</id><published>2011-03-02T20:37:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T20:37:57.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>Tugas–Tugas Perkembangan Individu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Tugas–Tugas Perkembangan Individu&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu prinsip perkembangan bahwa setiap individu akan mengalami fase perkembangan tertentu, yang merentang sepanjang hidupnya. Pada setiap fase perkembangan ditandai dengan adanya sejumlah tugas-tugas perkembangan tertentu yang seyogyanya dapat dituntaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas–Tugas Perkembangan Individu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas–tugas perkembangan ini berkenaan dengan sikap, perilaku dan keterampilan yang seyogyanya dikuasai sesuai dengan usia atau fase perkembangannya. Havighurst (Abin Syamsuddin Makmun, 2009) memberikan pengertian tugas-tugas perkembangan bahwa: “A developmental task is a task which arises at or about a certain period in the life of the individual, succesful achievement of which leads to his happiness and to success with later task, while failure leads to unhappiness in the individual, disaproval by society, difficulty with later task”..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas perkembangan individu bersumber pada faktor–faktor:  (1) kematangan fisik;  (2) tuntutan masyarakat secara kultural; (3) tuntutan dan dorongan dan cita-cita individu itu sendiri; dan  (4) norma-norma agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dikemukakan rincian tugas perkembangan dari setiap fase menurut  Havighurst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-Kanak Awal (0,0–6.0)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Belajar berjalan pada usia 9.0 – 15.0 bulan.&lt;br /&gt;
* Belajar memakan makan padat.&lt;br /&gt;
* Belajar berbicara.&lt;br /&gt;
* Belajar buang air kecil dan buang air besar.&lt;br /&gt;
* Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.&lt;br /&gt;
* Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis.&lt;br /&gt;
* Membentuk konsep-konsep sederhana kenyataan sosial dan alam.&lt;br /&gt;
* Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua, saudara, dan orang lain.&lt;br /&gt;
* Belajar mengadakan hubungan baik dan buruk dan pengembangan kata hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir dan Anak Sekolah (6,0-12.0)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan.&lt;br /&gt;
* Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis.&lt;br /&gt;
* Belajar bergaul dengan teman sebaya.&lt;br /&gt;
* Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya.&lt;br /&gt;
* Belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.&lt;br /&gt;
* Belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari.&lt;br /&gt;
* Mengembangkan kata hati.&lt;br /&gt;
* Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi.&lt;br /&gt;
* Mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tugas Perkembangan Masa Remaja (12.0-21.0)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.&lt;br /&gt;
* Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita.&lt;br /&gt;
* Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.&lt;br /&gt;
* Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.&lt;br /&gt;
* Mencapai jaminan kemandirian ekonomi.&lt;br /&gt;
* Memilih dan mempersiapkan karier.&lt;br /&gt;
* Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.&lt;br /&gt;
* Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.&lt;br /&gt;
* Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.&lt;br /&gt;
* Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk/pembimbing dalam berperilaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Tugas Perkembangan Masa Dewasa Awal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Memilih pasangan.&lt;br /&gt;
* Belajar hidup dengan pasangan.&lt;br /&gt;
* Memulai hidup dengan pasangan.&lt;br /&gt;
* Memelihara anak.&lt;br /&gt;
* Mengelola rumah tangga.&lt;br /&gt;
* Memulai bekerja.&lt;br /&gt;
* Mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.&lt;br /&gt;
* Menemukan suatu kelompok yang serasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Depdiknas (2003) memberikan rincian tentang tugas perkembangan masa remaja untuk usia tingkat SLTP dan SMTA, yang dijadikan sebagai rujukan Standar Kompetensi Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah,  yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tugas Perkembangan Tingkat SLTP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
* Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis  terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.&lt;br /&gt;
* Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya  dalam peranannya sebagai pria atau wanita.&lt;br /&gt;
* Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas.&lt;br /&gt;
* Mengenal kemampuan bakat, dan minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi seni.&lt;br /&gt;
* Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau  mempersiapkan karier serta berperan dalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
* Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi.&lt;br /&gt;
* Mengenal sistem etika dan nilai-nilai sebagai pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan minat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tugas Perkembangan Peserta didik SLTA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa  kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya    sebagai pria dan wanita.&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat&lt;br /&gt;
* Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan program kurikulum, persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas.&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan dalam pilihan karir&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi.&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang berkehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;
* Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni.&lt;br /&gt;
* Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-943643922506486187?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/943643922506486187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tugastugas-perkembangan-individu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/943643922506486187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/943643922506486187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tugastugas-perkembangan-individu.html' title='Tugas–Tugas Perkembangan Individu'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-5368823515621495125</id><published>2011-03-02T20:25:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T20:25:18.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH POLITIK'/><title type='text'>Apa Politik Hukum Itu…???</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
Apa Politik Hukum Itu…???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POLITIK HUKUM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah ini ada beberapa definisi yang akan disampaikan oleh beberapa ahli :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Satjipto Rahardjo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum adalah aktivitas untuk menentukan suatu pilihan mengenai tujuan dan cara – cara yang hendak dipakai untuk mencapai tujuan hukum dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Padmo Wahjono disetir oleh Kotam Y. Stefanus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum adalah kebijaksanaan penyelenggara Negara tentang apa yang dijadikan criteria untuk menghukumkan sesuatu ( menjadikan sesuatu sebagai Hukum ). Kebijaksanaan tersebut dapat berkaitan dengan pembentukan hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan penerapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. L. J. Van Apeldorn&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik hukum sebagai politik perundang – undangan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum berarti menetapkan tujuan dan  isi peraturan perundang – undangan . ( pengertian politik hukum terbatas hanya pada hukum tertulis saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum sebagai kegiatan – kegiatan memilih nilai- nilai dan menerapkan nilai – nilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Moh. Mahfud MD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum ( dikaitkan di Indonesia ) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)      Bahwa definisi atau pengertian hukum juga bervariasi namun dengan meyakini adanya persamaan substansif antara berbagai pengertian yang ada atau tidak sesuai dengan kebutuhan penciptaan hukum yang diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)      Pelaksanaan ketentuan hukum yang telah ada , termasuk penegasan Bellefroid dalam bukunya Inleinding Tot de Fechts Weten Schap in Nederland&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengutarakan posisi politik hukum dalam pohon ilmu hukum sebagai ilmu. Politik hukum merupakan salah satu  cabang atau bagian dari ilmu hukum, menurutnya ilmu hukum terbagi atas :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dogmatika Hukum&lt;br /&gt;
2. Sejarah Hukum&lt;br /&gt;
3. Perbandingan Hukum&lt;br /&gt;
4. Politik Hukum&lt;br /&gt;
5. IlmU Hukum Umum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan keseluruhan hal diatas diterjemahkan oleh Soeharjo sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Dogmatika Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan penjelasan mengenai isi  ( in houd ) hukum , makna ketentuan – ketentuan hukum , dan menyusunnya sesuai dengan asas – asas dalam suatu sistem hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sejarah Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempelajari susunan hukum yang lama yang mempunyai pengaruh dan peranan terhadap pembentukan hukum sekarang. Sejarah Hukum mempunyai arti penting apabila kita ingin memperoleh pemahaman yang baik tentang hukum yang berlaku sekarang .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ilmu Perbandingan Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengadkan perbandingan hukum yang berlaku diberbagai negara , meneliti kesamaan, dan perbedaanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Politik Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum bertugas untuk meneliti perubahan – perubahan mana yang perlu diadakan terhadap hukum yang ada agar memenuhi kebutuhan – kebutuhan baru didalam kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ilmu Hukum Umum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mempelajari suatu tertib hukum tertentu , tetapi melihat hukum itu sebagai suatu hal sendiri, lepas dari kekhususan yang berkaitan dengan waktu dan tempat. Ilmu Hukum umum berusaha untuk menentukan dasar- dasar pengertian  perihal hukum , kewajiban hukum , person atau orang yang mampu bertindak dalam hukum, objek hukum dan hubungan hukum. Tanpa pengertian dasar ini tidak mungkin ada hukum dan ilmu hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan atas posisi ilmu politik hukum dalam dunia ilmu pengetahuan seperti yang telah diuraikan , maka objek ilmu politik hukum adalah “ HUKUM “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum yang berlaku sekarang , yang berlaku diwaktu yang lalu, maupun yang seharusnya berlaku diwaktu yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dipakai untuk mendekati / mempelajari objek politik hukum adalah praktis ilmiah bukan teoritis ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
)Penggolongan lap Hukum yang klasik/tradisional dianut dalam tata hukum di Eropa dan tata hukum Hindia Belanda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Tata Negara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hukum Tata usaha&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hukum Perdata&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Hukum Dagang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Hukum Pidana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Hukum Acara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v     Lapangan Hukum Baru :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Perburuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hukum Agraria&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hukum  Ekonoimi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Hukum Fiskal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembagian Hukum secara tradisional antara lain : Hukum Nasional terbagi mejadi 6 bagian diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Tata Negara&lt;br /&gt;
2. Hukum adminitrasi Negara&lt;br /&gt;
3. Hukum Perdata&lt;br /&gt;
4. Hukum Pidana&lt;br /&gt;
5. Hukum Acara Perdata&lt;br /&gt;
6. Hukum Acara Pidana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Nasional tradisional Mengandung  “ Ide ”, “ asas ”, “ nilai “, sumber hukum ketika semua itu dijadikan satu maka disebut kegiatan POLITIK HUKUM NASIONAL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I. RUANG GERAK POLITIK HUKUM SUATU NEGARA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adanya Politik Hukum menunjukkan eksistensi hukum negara tertentu , bergitu pula sebaliknya, eksistensi hukum menunjukkan eksistensi Politik Hukum dari negara tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
II. POLTIK HUKUM  KEKUASAAN DAN WARGA MASYARAKAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum mengejawantahkan dalam nuansa kehidupan bersama para warga masyarakat . Di lain pihak Politik Hukum juga erat bahkan hampir menyatu dengan penggunaan kekuasaaan didalam kenyataan. Untuk mengatur negara , bangsa  dan rakyat. Politik Hukum terwujud dalm seluruh jenis peraturan perundang – undangan negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
III. LEMBAGA – LEMBAGA YANG BERWENANG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Montesquieu mengutarakan TRIAS POLITICA tentang kkuasaan negara yang terdiri atas 3  ( tiga ) pusat kekuasaan dalam lembaga negara, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)      Eksekutif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b)      Legislatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c)      Yudikatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berfungsi sebagai centra – centra kekuasaaan negara yang masing – masing harus dipisahkan. Dalam kaitanya dengan Poliik Hukum yang tidak lain tidak bukan adalah penyusunan tertib hukum negara . Maka ketiga lembaga tersebut yang berwenang melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
REGIONALISME&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berasal dari kata “ Region” yang berarti “ daerah bagian dari suatu wilayah tertentu “. Dewasa ini regionalisme diartikan bagian dari dunia , yang meliputi beberapa negara yang berdekatan letaknya , yang mempunyai kepentingan bersama. Dengan kata lain Regionalisme adalah Suatu kerjasama secara kontinue antara negara – negara di dunia. Pada dasarnya Regionalisme sudah ada sejak dahulu kala seperti Regionalisme antara negara – negara SKANDINAVIA yang terdiri dari Swedia, Norwegia , dan Denmark. Begitu pula dengan BENELUX yang terdiri dari Belgia , Nederland dan Luxsemburg.  Mereka bekerjasam dalam satu ikatan , namun perlu diketahui bahwa contoh – contoh diatas kurang mempunyai pengaruh terhadap Politik Hukum dunia. Keduanya tidak dianggap terlalu penting , lain halnya dengan NATO yang terdiri dari batasan negara Eropa Barat masih ditambah lagi dengan Turki dan Canada. Mereka punya pengaruh besar  terhadap Politik Hukum negara – negara didunia dibandingkan dengan BENELUX.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TATA TERTIB DUNIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pemahaman yang baru mengenai ruang gerak bahwa Politik Hukum itu sendiri itu dinamis. Bersama dengan laju perkembangan jaman , maka ruang gerak Politik Hukum tidak hanya sebatas negara sendiri saja melainkan meluas sampai keluar batas negara hingga ke tingkat Internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menrut pendapatnya Sunaryati Hartono , Politik Hukum tidak terlepas dari realita sosial dan tradisional yang terdapat di negara kita dan di lain pihk. Sebagai salah satu anggota masyarakat dunia ,maka Politik Hukum Indonesia tidak terlepas pula dari Realita dan politik Hukum Internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita kaji antara POLITIK HUKUM dan ASAS-ASAS HUKUM maka akan terlihat konsep sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Politik Hukum di negara manapun juga termasuk di Indonesia tidak bisa lepas dari asas Hukum.&lt;br /&gt;
* diantara asas”itu terhadap asas yang dijadikan sumber tertib hukum bagi suatu negara.&lt;br /&gt;
* Asas hukum yang dijadikan sumber tertib Huykum/dasar Negara di sebut : GRUND NORM&lt;br /&gt;
* Di Indonesia yang dijadikan dasar negara adalah PANCASILA&lt;br /&gt;
* Asas hukum yang dijadikan dasar negara ini merupakan hasil proses pemikiran yang digali dari pengalaman Bangsa Indonesia sendiri; bukan diambil dari hasil  perenungan belaka; bukan hal yang sekonyongkonyong masuk kedalam pemikiran masyarakat Indonesia tetapi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. ada yang bersifat Nasional&lt;br /&gt;
1. ada yang lebih khusus lagi seperti : kehidupan agama,suku,profesi, dll.&lt;br /&gt;
2. ada yang merupakan hasil pengaruh dari sejarah dan lingkungan masyarakat dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. KERANGKA LANDASAN POLITIK HUKUM DI INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara RI lahir dan berdiri tanggal 17 Agustus 1945,proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Ir. Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 tersebut merupakan detik penjebolan tertib hukum kolonial dan sekaligus detik pembangunan tertib hukum nasional ( Tatanan Hukum Nasional ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. MUNCULNYA POLITIK HUKUM DI INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncul pada tanggal 17 Agustus 1945 ,yaitu saat dikumandangkannya Proklamasi, bukan tanggal 18 Agustus 1945 saat mulai berlakunya konstitusi / hukum dasar negara RI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. SIFAT POLITIK HUKUM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Bagi Manan , seperti yang dikutip oleh Kotan Y. Stefanus dalam bukunya yang berjudul “ Perkembangan Kekuasaan Pemerintahan Negara ” bahwa Politik Hukum terdiri dari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Politik Hukum yang bersifat tetap ( permanen )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan sikap hukum yang akan selalu menjadi dasar kebijaksanaan pembentukan dan penegakkan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi bangsa Indonesia , Politik Hukum tetap antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. i.      Terdapat satu sistem hukum yaitu Sistem Hukum Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 17 Agustus 1945, maka politik hukum yang berlaku adalah politik hukum nasional , artinya telah terjadi unifikasi hukum ( berlakunya satu sistem hukum diseluruh wilayah Indonesia ). Sistem Hukum nasional tersebut terdiri dari:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Islam ( yang dimasukkan adalah asas – asasnya)&lt;br /&gt;
2. Hukum Adat ( yang dimasukkan adalah asas – asasnya )&lt;br /&gt;
3. Hukum Barat (yang dimasukkan adalah sistematikanya)&lt;br /&gt;
4. ii.      Sistem hukum nasional yang dibangun berdasrkan Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. iii.      Tidak ada hukum yang memberi hak istimewa pada warga negara tertentu berdasarkan pada suku , ras , dan agama. Kalaupun ada perbedaan , semata – mata didasarkan pada kepentingan nasional dalam rangka keasatuan dan persatuan bangsa.&lt;br /&gt;
2. iv.      Pembentukan hukum memperhatikan kemajemukan masyarakat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan hukum , sehingga masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pembentukan hukum .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. v.      Hukum adat dan hukum yang tidak tertulis lainnya diakui sebagai subsistem hukum nasional sepanjang nyata-nyata hidup dan dipertahankan dalam pergaulan masyarakat.&lt;br /&gt;
2. vi.      Pembentukan hukum sepenuhnya didasarkan pada partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;
3. vii.      Hukum dibentuk dan ditegakkan demi kesejahteraan umum ( keadilan sosial bagi seluruh rakyat ) terwujudnya masyarakat yang demokratis dan mandiri serta terlaksananya negara berdasarkan hukum dan konstitusi.&lt;br /&gt;
4. Politik Hukum  yang bersifat temporer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimaksudkan sebagai kebijaksanaan  yang ditetapkan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. CARA YANG DIGUNAKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia cara – cara yang digunakan untuk membentuk politik hukumnya tidak sama dengan cara – cara yang digunakan oleh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Negara Kapitalis&lt;br /&gt;
* Negara Komunis&lt;br /&gt;
* Negara yang fanatik religius&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi menghindari perbedaan – perbedaan yang mencolok dan cara – cara yang ekstrim untuk mencapai keadilan dan kemakmuran , menolak cara – cara yang dianggap tepat oleh paham:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Negara Kapitalis&lt;br /&gt;
* Negara Komunis&lt;br /&gt;
* Negara yang fanatik religius&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketga cara ini merupakan cara yang ekstrim:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kapitalis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggap bahwa manusia perorangan yang individualis adalah yanhg paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Komunisme&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggap bahwa masyarakat yang terpenting diatas segalanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Fanatik religius&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merupakan realita bahwa manusia hidup di dunia ini harus bergulat untuk mempertahankan hidupnya ( survive ) , maka Politik Hukum kita pasti tidak akan menggunakan cara – cara kapitalis, komunis, dan fanatik religius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. SISTEM HUKUM NASIONAL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum nasional suatu negara merupakan gambaran dasar mengenai tatanan hukum nasional yang dianggap sesuai dengan kondisi masyarakat yang bersangkutan. Bagi Indonesia , tatanan hukum nasional yang sesuai dengan masyarakat Indonesia adalah yang berdasarkan Pancasila dengan pokok – pokoknya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Sumber dasar Hukum Nasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah kesadaran atau perasaan hukum masyarakat yang menentukan isi suatu kaedah hukum. Dengan demikian sumber dasar tatanan hukum Indonesia adalah perasaan hukum masyarakat Indonesia yang terjelma dalam pandangan hidup Pancasila. Oleh karena itu dalam kerangka sistem hukum Indonesia , Pancasila menjadi sumber hukum ( Tap MPRS No. XX/ MPRS / 1966 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cita – cita hukum nasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penjelasan UUD 1945 , dinyatakan bahwa pembukaan UUD 1945 memuat pokok – pokok pikiran sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)      Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2)      Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3)      Negara yang berkedaulatan rakyat , berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4)      Negara berdasar atas KeTuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Politik Hukum Nasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik hukum yang dilakukan oleh pemerintah berkaitan erat dengan wawasan nasional bidang hukum yakni cara pandang bangsa Indonesia mengenai kebijaksanaan politik yang harus ditempuh dalam rangka pembinaan hukum di Indonesia. Adapun arah kebijaksanaan politik dibidang hukum ditetapkan dalam GBHN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam TAP MPR dibawah ini terdapat politik hukum Indonesia yang menyangkut GBHN, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. TAP MPR No. 66 / MPRS / 1960&lt;br /&gt;
2. TAP MPR No. IV / MPR / 1973&lt;br /&gt;
3. TAP MPR No. IV / MPR / 1978&lt;br /&gt;
4. TAP MPR No. II / MPR / 1983&lt;br /&gt;
5. TAP MPR No. II / MPR / 1988&lt;br /&gt;
6. TAP MPR No. II / MPR / 1993&lt;br /&gt;
7. TAP MPR No. X / MPR / 1998&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang Pokok – pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelamatan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. TAP MPR No. VIII / MPR / 1998&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencabut TAP MPR No. II / MPR/ 1998&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. TAP MPR No. X / MPR / 1998, tentang GBHN&lt;br /&gt;
2. Tap mpr No. IV / MPR / 1999 tentang GBHN 1999 sampai dengan 2004.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POLITIK HUKUM SEBAGAI ILMU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.1. Batasan / Definisi Politik Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya ada banyak definisi yang diberikan oleh para ahli. Pada definisi-definisi yang diberfikan tersebut ternyata ada perbedaann batasan tentangf politik hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum Perundang-undangan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Tertulis adalah Undang-undang yang bersifat Permanen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tidak tertulis adalah Kebijakan Publik (bisa berubah “setiap saat sesuai dengan kebutuhan dan keadaan”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga keadaan dan kebutuhan yang berubah-ubah inilah yang menyebabkan pembicaraan Politik Hukum menjadi sangat kompleks, sebab antara kebutuhan dan keadaan suatu negara dengan negara lain bisa berbeda, waktu lalu bisa berbeda dengan waktu sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.2. Ruang Lingkup Politik Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang Lingkup artinya situasi/tempat/faktor  “lain yang berada di sekitar Politik Hukum yang berlaku sekarang, Hukum yang suidah berlaku dan Hukum yang akan berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.3. Obyek Politik Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obyek yang dipelajari dalam Politik Hukum adalah Hukum-hukum yang bagaimana itu bisa berbeda-beda atau Hukum ini dihubung atau dilawankan dengan Politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.4. Ilmu Bantu Politik Hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud Ilmu bantu disini adalah Ilmu yang dipakai dalam mendekati/mempelajari Politik Hukum baik berupa konsep, “teori” dan penelitian. Sosiologi hukum dan Sejarah Hukum dalam hal ini sangat membantu dalam mempelajari Politik Hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.5. Metode Pendekatan Politik hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode   adalah cara   dalam mempelajari Politik Hukum Empirik adalah kenyataan (secara praktis untuk mendekati Politik Hukum adalah dengan melihat Konstitusi Negara)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POLITIK HUKUM LAMA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik Hukum Lama, di jalankan pada masa pemerintahan Hindia, Belanda, diawali sejak kedatangan atau zaman pemerintahan Hindia Belanda yang menerapkan asas Konkosedansi yaitu: menerapakn hubungan yang berlaku di Belanda berlaku juga di Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Hindia Belanda selain berlaku hukum adat dan Hukum Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak pendudukan penjajahan Belanda sampai dengan Indonesia merdeka tidak ada asvikasi hukum. Kalau menang Belanda berupaya untuk melakukan asifikasi (memberlakukan satu hukum untuk seluruh Rakyat di seluruh wilayah negara) tidak berhasil jug.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asas Konkordansi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu pemberlakuan hukum Belanda disebuah wilayah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unifikasi Hukum adalah berlakunya suatu  hukum di suatu wilayah negara untuk seluruh paalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa hukum Islam masih berlaku ? karena sebagian besar pelakunya adalah beragama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi masuk terdapat orang-orang Indonesia yang tidak bulat “membela pemikiran barat”. A.c. Hamengku Buwono IX yang tetap mempertahankan Budaya Timur dengan menyatakan: jiwa barat  dan timur dapat dilakukan dan bekerja sama secara ekonomomis tanpa harus kehilangan kepadiannya masing-masing. Selama tidak menghambat kemajuan, adat akan tetap menduduki tempat yang utama dalam mator yang kay7a dalam tradisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan politik hukum penjajah Belanda di Hiondia Belanda;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. secara keseluruhan politik hukum Belanda sama isinya dengan politik hwed untuk tanah atau aja hanya di Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
2. panangan politik Hukum Belanda sama dengan politik umum dan politik hukum dari hampir smua orang Eropa dan orang negara baratt trhadap daerah timur yang mereka jajah.&lt;br /&gt;
3. umumnya daerah yang dapat mereka kuasai; Daerah di Afrika dan Asia.&lt;br /&gt;
4. dikatakan oleh mereka, kebudayaan barat, tinggi, baik, mul;ia,sedangkan kebudayaan timur rendah terbelakang, primitif, sangat bergantung pada alam.&lt;br /&gt;
5. orang yang berpegang pada kebudayaan barat maju sedangkan yang berpegang pada timur ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;
6. pendidikan mereka memandang pendidikan asli rendah, pendidikan Islam rendah dapat dilihat pada daerah jajahan Inggris, perancis, Belanda.&lt;br /&gt;
7. Usaha penjajah Belanda memaksakan sistem kebudayaan ke Hindia Belanda berhasil sehingga pemikiran sebagian bangsa Indonesia berpihak pada penjajah Belanda atau Barat.&lt;br /&gt;
8. Jadi terjadi dikotomi timur dan Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
UNIFIKASI JAMAN PENJAJAHAN DI HINDIA BELANDA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat adanya usaha unifikasi melalui tahap tersebut pada masa penjajahan di Hindia Belanda antara lain; dalam bidang hukum dagang dan lalu lintas ekonomi, dengan tujuan utamanya adalah keinginan pemberlakuan hukum Belanda bagi seluruh orang di Hindia Belanda caranya ialah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. memulai memberlakukan peraturan-peraturan yang disusun oleh pemerintah Belanda itu untuk orang Belanda dan Eropa sendiri.&lt;br /&gt;
2. Kemudian memberlakukan Hukum Belanda pada orang yang menunjukkan dii dengan sukarela kepada hukum Belanda.&lt;br /&gt;
3. selanjutnya baru memberlakukan Hukum Belanda untuk orang yang dipersamakan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan orang-orang Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
UNIFIKASI MASA INDONESIA MERDEKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. dizaman Indonesia merdeka maka tahap tertentu seperti diatas tak diperlukan memberlakukan suatu hukum gak tetap untuk yang lain atau menundukkan diri kepada kepada hukum tertentu tidak diperlukan lagi dalam hukum pemerintahan hukum di Indonesia merdeka, teutama dalam tindak hukum lalu lintas ekonomi dan keuangan baik untuk semua bangsa Indonesia sediri apalagi dalam hubungan dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;
2. Khusus untuk sesama bangsa Indonesia terhadap kemungkinan memberlakukan pertahanan hukum bagi   kekhususan orang Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyangkut bidang yang disebut untuk dewa sesuai dengan bidang yang netral, tidak sulit mengunifikasikannya misal; KUHAP, tidak sulit dalam hak ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Perasaan dan pemikiran anggota masyarakat untuk menyatukan peraturan-peraturannya.&lt;br /&gt;
2. sedangkan mengenai isinya tetap menghadapi kesulitan yang tak terhingga, misal bidang perdagangan dalam perdata yang berhubungan dengan perjanjian, bidang ini sudut isinya tetap tidak sangat sulit perasaan anggota masyarakat untuk menyatukannya.&lt;br /&gt;
3. mungkin di mintakan masukan yang diperlukan oleh pihak yang merasa bersangkutan dengan masalahnya, hal yang diangkat tersulit dalam dalam bidang hukum yang berhubungan dengan rasa kepercayaan keagamaan. Misalnya; bidang kekeluargaan, namun untuk bidang ini ini telah di rumus dengan suatu idang hukum yang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KODIFIKASI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut teori ada 2 macam kodifikasi hukum, yaitu ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kodifikasi  terbuka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodifikasi terbuka adalah kodifikasi yang membuka diri terhadap terdapatnya tambahan – tambahan  diluar induk kondifikasi.  Pertama atau semula maksudnya induk permasalahannya sejauh yang dapat dimasukkan ke dalam suatu buku kumpulan peraturan yang sistematis,tetapi diluar kumpulan peraturan itu isinya menyangkut permasalahan di luar kumpulan peraturan itu isinya  menyangkut permasalahan – permasalahan dalam kumpulan peraturan pertama tersebut.  Hal ini dilakukan berdasarkan atas kehendak perkembangan hukum itu sendiri sistem ini mempunyai kebaikan ialah;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Hukum dibiarkan berkembang menurut kebutuhan masyarakat dan hukum tidak lagi disebut sebagai penghambat kemajuan masyarakat hukum disini diartikan sebagai peraturan “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kodifikasi tertutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah semua hal yang menyangkut permasalahannya dimasukan ke dalam kodifikasi atau buku kumpulan peraturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacatan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu kodifikasi tertutup masih bisa dilaksanakan bahkan tentang bidang suatu hukum lengkap dan perkasanya perubahan kehendak masyarakat mengenai suatu bidang hukum agak lambat. Sekarang nyatanya kepeningan hukum mendesak agar dimana-mana yang dilakukan adalah Kodifikasi Terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isinya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Politik hukum lama&lt;br /&gt;
2. Unifikasi di zaman Hindia Belanda (Indonesia) gagal&lt;br /&gt;
3. Penduduk terpecah menjadi;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. penduduk bangsa Eropa&lt;br /&gt;
2. Penduduk bangsa Timur Asing&lt;br /&gt;
3. Pendudk bangsa pribadi (Indonesia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. pemikiran bangsa Indonesia terpecah-pecah pula.&lt;br /&gt;
2. Pendidikan bangsa indonesia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hasil Pendidikan Barat.&lt;br /&gt;
2. Hasil Pendidikan Timur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
POLITIK HUKUM BARU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politik hukum baru di Indonesia muali pada tanggal 17 Agustus 1945 (versi Indonesia). Kemerdekaan Indonesia Belanda adalah; 19 desember 1949 yaitu sewaktu adanya KMB di Denhaag (Belanda).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa syarat untuk membuat atau membentuk Politik Hukum sendiri bagi suatu negara;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Negara tersebut negara Merdeka.&lt;br /&gt;
2. Negara tersebut yang mempunyai Kedaulatan keluar dan kedalam&lt;br /&gt;
* Kedaulatan keluar ; Negara lain mengakui bahwa Negara kita merdeka.&lt;br /&gt;
* Kedaulatan kedalam; Kedaulatan Negara diakui oleh seluruh Warga Negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ada keinginann untuk membuat  hukum yang tujuannya untuk mensejahterakan Masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber-sumber hukum bagi Politik antaralain ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Konstitusi&lt;br /&gt;
2. Kebajiakan (tertulis atau undang-undang)&lt;br /&gt;
3. Kebijakan tidak tertulis atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. UUD 1945 ~ suppel tapi&lt;br /&gt;
2. Perbidang atau perlapangan hukum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-         perdata,pidana, dagang,tata usaha negara, tata negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
@ Persektor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-         ex : di sektor ekonomi, ketenaga kerjaan, Accantung, management, sosial politik, politik bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kebijakan tidak tertulis dengan hukum adatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adat kita menyatu dengan sumber politik Hukum:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh : 1. Hukum perkawinan, UU No. 1 1974 tetapi masih menyelenggarakan pertunangan. 2. Adanya pelarangan menikah antara 2 Agama yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bahan baku dari politik Hukum (Indonesia hukum nasional yang baru)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Islam&lt;br /&gt;
2. hukum Adat&lt;br /&gt;
3. Hukum Barat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. cara rakyat Indonesia sebagian besar beragama Islam.&lt;br /&gt;
2. peraturan di Indonesia mengadopsi Asas “hukum Islam Bukti: UU No. 1. 1974 ~ asas monogami.&lt;br /&gt;
3. karena hukum aslinya rakyat Indonesia adalah Adat Indonesia.&lt;br /&gt;
4. hukum rakyat yang diambil oleh hukum Indonesia adalah sistemnya yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihak ytang tersebut dalam pembentukan Politik Hukum :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Negara ~ pemerintah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parpol ~ partai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Pakar ~ ahli hukum dengan tulisan dan doktren dan pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warga Negara ~ Kesadaran Hukumnya ~ bila warga negara kesadraan hukum tinggi maka politik hukumnya tinggi begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Indonesia politik Hukum dicantumkan dalam :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Konsitusi = garis besar politik Hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. UU = ketentuan Incroteto = ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kebijaksanaan yang lain = pelengkap untuk pemersatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Adat = Berupa Nilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. GBHN = Berupa Program&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Hukum Islam , yang diambil adalah nilainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan dari sisi produk Perundang-undangan. Terjadi perubahan Politik Hukum, yakni: dengan dikeluarkannya beberapa UU yang semula belum ada, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
1. UU No 14 tahun 1970 Tentang  ketentuan kekeuasaan kehakiman.&lt;br /&gt;
2. UU No 5 Tahun 1960 Tentang ketentuan pokok Agraria.&lt;br /&gt;
3. UU lingkungan Hiduop.&lt;br /&gt;
4. UU Perburuhan.&lt;br /&gt;
5. UU Perbankan, Dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Prof. HAZAIRIN berpendapat bahwa :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* diPakainya Hukum Adsat sebagai sumber Hukum Nasional telah disebakan Hukum Adat sudah Eksis dalam budaya dan perasaan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
* Di pakainya Hukum Islam sebagai sumber Hukum Nasional karena mayoritas Penduduk Indonesia beragama Islam ~ Iman.&lt;br /&gt;
* Terhadap Hukum Adat dan Hukum Islam tersebut hanya diambil asas-asasnya saja.&lt;br /&gt;
* Hukum Barat dijadikan sumber Hukum Nasional juga berkaitan dengan urusan-urusan Internasional atau berkaitan dengan Hukum atau perdagangan Internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1979, PURNADI dan SURYONO  SUKAMTO menyatakan : Hukum Negara (Tata Negara) adalah Struktur dan proses perangkaat kaedah-kaedah Hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta bwerbentuk tertulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1986, JOHN BALL menyatakan : Persoalan Hukum di Indonesia adalah persoalan dalam rangka mewujudkan Hukum Nasional di Indonesia, yaitu persoalan yang terutama bertumpu pada realita alam Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1966, UTRECHT membuat buku dengan judul “Pengantar Dalam Hukum Indonesia”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1977, AHMAD SANUSI menyatakan PTHI hendaknya dipahami sebagai penguraian Deskritif-Analistis yang tekanannya lebih dikhususkan bagi Ilmu Hukum Indonesia, menjelaskan sifat-sifat spesifik dari Hukum Indonesia dengan memeberikan contoh-contohnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.Persoalan Hukum di Indonesia dan Negara-negara baru lainnya tidak hanya sekedar penciptaan Hukum baru yang dapat ditujukan pada hubungan Perdata dan Publik dengan karekteristiknya yang telah cukup diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Harus diusahakan pendobrakan cara berpikir Hukum kolonial dan penggantinya dengan cara berpikir yang didorong oleh kebutuhan menumbuhkan Hukum setempat bagi Negara yang telah merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1978 , DANIEL S. LEV menlis aspek Politiknya dengan menyatakan dan kedudukan Hukum di Negara republik indonesia sebaian besar merupakn perjuangan yang hanya dapat dimengerti secara lebih baik dengan memahami Sosial Poltik daripada kultural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Hukum Indonesia harus memberi tempat kepada Rasa Hukum, Pengertian Hukum,Paham Hukum yang khas (Indonesia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Hendaknya ada pelajaran Hukum indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1952, DORMEIER membuka wacana dengan cara :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
1. menulis buku “Pengantar Ilmu Hukum”  (buku PIH karangannya ini adalah buku PIH pertama dalam Bahasa Indonesia).&lt;br /&gt;
2. Menukis bentuk-bentuk khusus Hukum yang berlaku di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1955, LEMAIRE Deskripsi Hukum Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1965, DANIEL S.LEV. menyatakan Transformasi yang sesungguhnya terhadap ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. hukum masa Kolonial, terutama tergantung dari pembentukan Ide-ide baru, yang akan mendorong ke arah bentuk Hukum yang sama sekali berbeda dengan Hukum Kolonial.&lt;br /&gt;
2. Sejak sebelum kemerdekaan                   sesudah kemerdekaan Republik Indonesia sudah banyak usulan agar Negara Republik indonesia memiliki Hukum Politik dsendiri, bukan Politik Hukum yang sama dengan Politik Hukum Belanda. Usulan-usulan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1929, KLEINTJES menulis dalam sebuah buku, yang isinya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. pokok-pokok Hukun Tentang Negara dan Hukum Antar Negara yang berlaku di Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
2. Beberapa aspek pranata Hukum yang dijumpai  di Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1932, VAN VOLLEN HOVEN dalam pidatonya yang brjudul “Romantika Dalam Hukum indonesia” menyatakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hukum Indonesia harusnya menuju “Hukum Yang Mandiri” dan jangan hanya menjadi tambahan saja bagi Hukum Belanda di Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
2. Ideaalnya, sejak Tahun 1945 Indonesia sudah memiliki Politik Hukumnya sendiri yang sesuai dengan situasi dan kondisi Bangsa indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-5368823515621495125?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/5368823515621495125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/apa-politik-hukum-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/5368823515621495125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/5368823515621495125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/apa-politik-hukum-itu.html' title='Apa Politik Hukum Itu…???'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3459315157937502986</id><published>2011-03-02T20:22:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T20:22:36.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh : Akhmad Sudrajat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya Mencegah Kecemasan Siswa di SekolahKecemasan atau anxiety merupakan salah satu bentuk emosi individu yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu, biasanya dengan objek ancaman yang tidak begitu jelas. Kecemasan dengan intensitas yang wajar dapat dianggap memiliki nilai positif sebagai motivasi, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian dan dapat mengganggu terhadap keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah Sigmund Freud, sang pelopor Psikoanalisis yang banyak mengkaji tentang kecemasan ini. Dalam kerangka teorinya, kecemasan dipandang sebagai komponen utama dan memegang peranan penting dalam dinamika kepribadian seorang individu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Freud (Calvin S. Hall, 1993) membagi kecemasan ke dalam tiga tipe:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kecemasan realistik yaitu rasa takut terhadap ancaman atau bahaya-bahaya nyata yang ada di dunia luar atau lingkungannya.&lt;br /&gt;
2. Kecemasan neurotik adalah rasa takut jangan-jangan insting-insting (dorongan Id) akan lepas dari kendali dan menyebabkan dia berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum. Kecemasan neurotik bukanlah ketakutan terhadap insting-insting itu sendiri, melainkan ketakutan terhadap hukuman yang akan menimpanya jika suatu insting dilepaskan. Kecemasan neurotik berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas, jika dia melakukan perbuatan impulsif.&lt;br /&gt;
3. Kecemasan moral yaitu rasa takut terhadap suara hati (super ego). Orang-orang yang memiliki super ego yang baik cenderung merasa bersalah atau malu jika mereka berbuat atau berfikir sesuatu yang bertentangan dengan moral. Sama halnya dengan kecemasan neurotik, kecemasan moral juga berkembang berdasarkan pengalaman yang diperolehnya pada masa kanak-kanak, terkait dengan hukuman dan ancaman dari orang tua maupun orang lain yang mempunyai otoritas jika dia melakukan perbuatan yang melanggar norma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik, yang akan menjadikan seseorang merasa tak berdaya, dan serba kekanak-kanakan. Apabila ego tidak dapat menanggulangi kecemasan dengan cara-cara rasional, maka ia akan kembali pada cara-cara yang tidak realistik yang dikenal istilah mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism), seperti: represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi. Semua bentuk mekanisme pertahanan diri tersebut memiliki ciri-ciri umum yaitu: (1) mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan (2) mereka bekerja atau berbuat secara tak sadar sehingga tidak tahu apa yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecemasan dapat dialami siapapun dan di mana pun, termasuk juga oleh para siswa di sekolah. Kecemasan yang dialami siswa di sekolah bisa berbentuk kecemasan realistik, neurotik atau kecemasan moral. Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah seseorang siwa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama, dengan berusaha mengenali simptom atau gejala-gejalanya, beserta faktor-faktor yang melatarbelangi dan mempengaruhinya. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa gejala-gejala kecemasan yang bisa diamati di permukaan hanyalah sebagian kecil saja dari masalah yang sesungguhnya, ibarat gunung es di lautan, yang apabila diselami lebih dalam mungkin akan ditemukan persoalan-persoalan yang jauh lebih kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah, banyak faktor-faktor pemicu timbulnya kecemasan pada diri siswa. Target kurikulum yang terlalu tinggi, iklim pembelajaran yang tidak kondusif, pemberian tugas yang sangat padat, serta sistem penilaian ketat dan kurang adil dapat menjadi faktor penyebab timbulnya kecemasan yang bersumber dari faktor kurikulum. Begitu juga, sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, galak, judes dan kurang kompeten merupakan sumber penyebab timbulnya kecemasan pada diri siswa yang bersumber dari faktor guru. Penerapan disiplin sekolah yang ketat dan lebih mengedepankan hukuman, iklim sekolah yang kurang nyaman, serta sarana dan pra sarana belajar yang sangat terbatas juga merupakan faktor-faktor pemicu terbentuknya kecemasan pada siswa.yang bersumber dari faktor manajemen sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sieber e.al. (1977) kecemasan dianggap sebagai salah satu faktor penghambat dalam belajar yang dapat mengganggu kinerja fungsi-fungsi kognitif seseorang, seperti dalam berkonsentrasi, mengingat, pembentukan konsep dan pemecahan masalah. Pada tingkat kronis dan akut, gejala kecemasan dapat berbentuk gangguan fisik (somatik), seperti: gangguan pada saluran pencernaan, sering buang air, sakit kepala, gangguan jantung, sesak di dada, gemetaran bahkan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat dampak negatifnya terhadap pencapaian prestasi belajar dan kesehatan fisik atau mental siswa, maka perlu ada upaya-upaya tertentu untuk mencegah dan mengurangi kecemasan siswa di sekolah, diantaranya dapat dilakukan melalui:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran dapat menyenangkan apabila bertolak dari potensi, minat dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang digunakan hendaknya berpusat pada siswa, yang memungkinkan siswa untuk dapat mengkspresikan diri dan dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajarannya.&lt;br /&gt;
2. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung guru seyogyanya dapat mengembangkan “sense of humor” dirinya maupun para siswanya. Kendati demikian, lelucon atau “joke” yang dilontarkan tetap harus berdasar pada etika dan tidak memojokkan siswa.&lt;br /&gt;
3. Melakukan kegiatan selingan melalui berbagai atraksi “game” atau “ice break” tertentu, terutama dilakukan pada saat suasana kelas sedang tidak kondusif.. Dalam hal ini, keterampilan guru dalam mengembangkan dinamika kelompok tampaknya sangat diperlukan.&lt;br /&gt;
4. Sewaktu-waktu ajaklah siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas, sehingga dalam proses pembelajaran tidak selamanya siswa harus terkurung di dalam kelas.&lt;br /&gt;
5. Memberikan materi dan tugas-tugas akademik dengan tingkat kesulitan yang moderat. Dalam arti, tidak terlalu mudah karena akan menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan kurang tertantang, tetapi tidak juga terlalu sulit yang dapat menyebabkan siswa frustrasi.&lt;br /&gt;
6. Menggunakan pendekatan humanistik dalam pengelolaan kelas, dimana siswa dapat mengembangkan pola hubungan yang akrab, ramah, toleran, penuh kecintaan dan penghargaan, baik dengan guru maupun dengan sesama siswa. Sedapat mungkin guru menghindari penggunaan reinforcement negatif (hukuman) jika terjadi tindakan indisipliner pada siswanya.&lt;br /&gt;
7. Mengembangkan sistem penilaian yang menyenangkan, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self assessment) atas tugas dan pekerjaan yang telah dilakukannya. Pada saat berlangsungnya pengujian, ciptakan situasi yang tidak mencekam, namun dengan tetap menjaga ketertiban dan objektivitas. Berikanlah umpan balik yang positif selama dan sesudah melaksanakan suatu asesmen atau pengujian.&lt;br /&gt;
8. Di hadapan siswa, guru akan dipersepsi sebagai sosok pemegang otoritas yang dapat memberikan hukuman. Oleh karena itu, guru seyogyanya berupaya untuk menanamkan kesan positif dalam diri siswa, dengan hadir sebagai sosok yang menyenangkan, ramah, cerdas, penuh empati dan dapat diteladani, bukan menjadi sumber ketakutan.&lt;br /&gt;
9. Pengembangan menajemen sekolah yang memungkinkan tersedianya sarana dan sarana pokok yang dibutuhkan untuk kepentingan pembelajaran siswa, seperti ketersediaan alat tulis, tempat duduk, ruangan kelas dan sebagainya. Di samping itu, ciptakanlah sekolah sebagai lingkungan yang nyaman dan terbebas dari berbagai gangguan, terapkan disiplin sekolah yang manusiawi serta hindari bentuk tindakan kekerasan fisik maupun psikis di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru, teman maupun orang-orang yang berada di luar sekolah.&lt;br /&gt;
10. Mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat dijadikan sebagai kekuatan inti di sekolah guna mencegah dan mengatasi kecemasan siswa Dalam hal ini, ketersediaan konselor profesional di sekolah tampaknya menjadi mutlak adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui upaya – upaya di atas diharapkan para siswa dapat terhindar dari berbagai bentuk kecemasan dan mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik maupun psikis, yang pada gilirannya dapat menunjukkan prestasi belajar yang unggul.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-3459315157937502986?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/3459315157937502986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/mencegah-kecemasan-siswa-di-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3459315157937502986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/3459315157937502986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/mencegah-kecemasan-siswa-di-sekolah.html' title='Mencegah Kecemasan Siswa di Sekolah'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-1103472170704855039</id><published>2011-03-02T20:20:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T20:20:45.532-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>Pengaruh Lingkungan terhadap Individu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pengaruh Lingkungan terhadap Individu&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh Lingkungan terhadap IndividuLingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.&lt;br /&gt;
Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.&lt;br /&gt;
Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.&lt;br /&gt;
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.&lt;br /&gt;
2. Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;
3. Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.&lt;br /&gt;
4. Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-1103472170704855039?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/1103472170704855039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengaruh-lingkungan-terhadap-individu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1103472170704855039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1103472170704855039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/pengaruh-lingkungan-terhadap-individu.html' title='Pengaruh Lingkungan terhadap Individu'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-1637187497417129647</id><published>2011-03-02T19:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T19:34:42.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya</title><content type='html'>20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marc &amp; Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat  kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya  dilihat dari kematangan emosionalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah  suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.&lt;br /&gt;
   2. Memiliki kemampuan mengelola diri  dari perasaan cemburu dan iri hati.&lt;br /&gt;
   3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.&lt;br /&gt;
   4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
   5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.&lt;br /&gt;
   6. Tidak berusaha menganalisis  secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif  tentang keberadaan dirinya.&lt;br /&gt;
   7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).&lt;br /&gt;
   8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya  tindakan persiapan.&lt;br /&gt;
   9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.&lt;br /&gt;
  10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha  membatasi sikap egois.&lt;br /&gt;
  11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).&lt;br /&gt;
  12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).&lt;br /&gt;
  13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;
  14. Berusaha memperoleh kepemilikan  (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.&lt;br /&gt;
  15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)&lt;br /&gt;
  16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu”  diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.&lt;br /&gt;
  17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.&lt;br /&gt;
  18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan  diri dan harga diri.&lt;br /&gt;
  19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi  sesaat.&lt;br /&gt;
  20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber dan terjemahan bebas dari:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.marcandangel.com/2007/08/17/what-is-adulthood-20-defining-characteristics-of-a-true-adult/&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-1637187497417129647?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/1637187497417129647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/20-ciri-kedewasaan-yang-sesungguhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1637187497417129647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/1637187497417129647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/20-ciri-kedewasaan-yang-sesungguhnya.html' title='20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-9219030354465211891</id><published>2011-03-02T19:28:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T19:28:27.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH PENDIDIKAN'/><title type='text'>Membimbing Kesulitan Belajar Siswa</title><content type='html'>Membimbing Kesulitan Belajar Siswa&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Kesulitan Belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesulitan Belajar dan Bimbingan Belajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas, diantaranya : (a) learning disorder; (b) learning disfunction; (c) underachiever; (d) slow learner, dan (e) learning diasbilities. Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   1. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Pada dasarnya, yang mengalami kekacauan belajar, potensi dasarnya tidak dirugikan, akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan, sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate, tinju dan sejenisnya, mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai.&lt;br /&gt;
   2. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik, meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental, gangguan alat dria, atau gangguan psikologis lainnya. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok menjadi atlet bola volley, namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley, maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik.&lt;br /&gt;
   3. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140), namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah.&lt;br /&gt;
   4. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.&lt;br /&gt;
   5. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar, sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siswa yang mengalami kesulitan belajar seperti tergolong dalam pengertian di atas akan tampak dari berbagai gejala yang dimanifestasikan dalam perilakunya, baik aspek psikomotorik, kognitif, konatif maupun afektif . Beberapa perilaku yang merupakan manifestasi gejala kesulitan belajar, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
   1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;
   2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Mungkin ada siswa yang sudah berusaha giat belajar, tapi nilai yang diperolehnya selalu rendah&lt;br /&gt;
   3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya dan selalu tertinggal dari kawan-kawannya dari waktu yang disediakan.&lt;br /&gt;
   4. Menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar, seperti: acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya.&lt;br /&gt;
   5. Menunjukkan perilaku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu di dalam atau pun di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak teratur dalam kegiatan belajar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
   6. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti : pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu. Misalnya dalam menghadapi nilai rendah, tidak menunjukkan perasaan sedih atau menyesal, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
   7. Sementara itu, Burton (Abin Syamsuddin. 2003) mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, yang ditunjukkan oleh adanya kegagalan siswa dalam mencapai tujuan-tujuan belajar. Menurut dia bahwa siswa dikatakan gagal dalam belajar apabila :&lt;br /&gt;
   8. Dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan materi (mastery level) minimal dalam pelajaran tertentu yang telah ditetapkan oleh guru (criterion reference).&lt;br /&gt;
   9. Tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi semestinya, dilihat berdasarkan ukuran tingkat kemampuan, bakat, atau kecerdasan yang dimilikinya. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam under achiever.&lt;br /&gt;
  10. Tidak berhasil tingkat penguasaan materi (mastery level) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan tingkat pelajaran berikutnya. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam slow learner atau belum matang (immature), sehingga harus menjadi pengulang (repeater)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk dapat menetapkan gejala kesulitan belajar dan menandai siswa yang mengalami kesulitan belajar, maka diperlukan kriteria sebagai batas atau patokan, sehingga dengan kriteria ini dapat ditetapkan batas dimana siswa dapat diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Terdapat empat ukuran dapat menentukan kegagalan atau kemajuan belajar siswa: (1) tujuan pendidikan; (2) kedudukan dalam kelompok; (3) tingkat pencapaian hasil belajar dibandinngkan dengan potensi; dan (4) kepribadian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tujuan pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keseluruhan sistem pendidikan, tujuan pendidikan merupakan salah satu komponen pendidikan yang penting, karena akan memberikan arah proses kegiatan pendidikan. Segenap kegiatan pendidikan atau kegiatan pembelajaran diarahkan guna mencapai tujuan pembelajaran. Siswa yang dapat mencapai target tujuan-tujuan tersebut dapat dianggap sebagai siswa yang berhasil. Sedangkan, apabila siswa tidak mampu mencapai tujuan-tujuan tersebut dapat dikatakan mengalami kesulitan belajar. Untuk menandai mereka yang mendapat hambatan pencapaian tujuan pembelajaran, maka sebelum proses belajar dimulai, tujuan harus dirumuskan secara jelas dan operasional. Selanjutnya, hasil belajar yang dicapai dijadikan sebagai tingkat pencapaian tujuan tersebut. Secara statistik, berdasarkan distribusi normal, seseorang dikatakan berhasil jika siswa telah dapat menguasai sekurang-kurangnya 60% dari seluruh tujuan yang harus dicapai. Namun jika menggunakan konsep pembelajaran tuntas (mastery learning) dengan menggunakan penilaian acuan patokan, seseorang dikatakan telah berhasil dalam belajar apabila telah menguasai standar minimal ketuntasan yang telah ditentukan sebelumnya atau sekarang lazim disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebaliknya, jika penguasaan ketuntasan di bawah kriteria minimal maka siswa tersebut dikatakan mengalami kegagalan dalam belajar. Teknik yang dapat digunakan ialah dengan cara menganalisis prestasi belajar dalam bentuk nilai hasil belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kedudukan dalam Kelompok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedudukan seorang siswa dalam kelompoknya akan menjadi ukuran dalam pencapaian hasil belajarnya. Siswa dikatakan mengalami kesulitan belajar, apabila memperoleh prestasi belajar di bawah prestasi rata-rata kelompok secara keseluruhan. Misalnya, rata-rata prestasi belajar kelompok 8, siswa yang mendapat nilai di bawah angka 8, diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Dengan demikian, nilai yang dicapai seorang akan memberikan arti yang lebih jelas setelah dibandingkan dengan prestasi yang lain dalam kelompoknya. Dengan norma ini, guru akan dapat menandai siswa-siswa yang diperkirakan mendapat kesulitan belajar, yaitu siswa yang mendapat prestasi di bawah prestasi kelompok secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara statistik, mereka yang diperkirakan mengalami kesulitan adalah mereka yang menduduki 25 % di bawah urutan kelompok, yang biasa disebut dengan lower group. Dengan teknik ini, kita mengurutkan siswa berdasarkan nilai nilai yang dicapainya. dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah, sehingga siswa mendapat nomor urut prestasi (ranking). Mereka yang menduduki posisi 25 % di bawah diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Teknik lain ialah dengan membandingkan prestasi belajar setiap siswa dengan prestasi rata-rata kelompok. Siswa yang mendapat prestasi di bawah rata – rata kelompok diperkirakan pula mengalami kesulitan belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Perbandingan antara potensi dan prestasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prestasi belajar yang dicapai seorang siswa akan tergantung dari tingkat potensinya, baik yang berupa kecerdasan maupun bakat. Siswa yang berpotensi tinggi cenderung dan seyogyanya dapat memperoleh prestasi belajar yang tinggi pula. Sebaliknya, siswa yang memiliki potensi yang rendah cenderung untuk memperoleh prestasi belajar yang rendah pula. Dengan membandingkan antara potensi dengan prestasi belajar yang dicapainya kita dapat memperkirakan sampai sejauhmana dapat merealisasikan potensi yang dimikinya. Siswa dikatakan mengalami kesulitan belajar, apabila prestasi yang dicapainya tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Misalkan, seorang siswa setelah mengikuti pemeriksaan psikologis diketahui memiliki tingkat kecerdasan (IQ) sebesar 120, termasuk kategori cerdas dalam skala Simon &amp; Binnet. Namun ternyata hasil belajarnya hanya mendapat nilai angka 6, yang seharusnya dengan tingkat kecerdasan yang dimikinya dia paling tidak dia bisa memperoleh angka 8. Contoh di atas menggambarkan adanya gejala kesulitan belajar, yang biasa disebut dengan istilah underachiever.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Kepribadian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil belajar yang dicapai oleh seseorang akan tercerminkan dalam seluruh kepribadiannya. Setiap proses belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam aspek kepribadian. Siswa yang berhasil dalam belajar akan menunjukkan pola-pola kepribadian tertentu, sesuai dengan tujuan yang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Siswa diakatan mengalami kesulitan belajar, apabila menunjukkan pola-pola perilaku atau kepribadian yang menyimpang dari seharusnya, seperti : acuh tak acuh, melalaikan tugas, sering membolos, menentang, isolated, motivasi lemah, emosi yang tidak seimbang dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Bimbingan Belajar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Secara umum, prosedur bimbingan belajar dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Identifikasi kasus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identifikasi kasus merupakan upaya untuk menemukan siswa yang diduga memerlukan layanan bimbingan belajar. Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi siswa yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan belajar, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Call them approach; melakukan wawancara dengan memanggil semua siswa secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan siswa yang benar-benar membutuhkan layanan bimbingan.&lt;br /&gt;
    * Maintain good relationship; menciptakan hubungan yang baik, penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru dengan siswa. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja, misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler, rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya.&lt;br /&gt;
    * Developing a desire for counseling; menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran siswa akan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan siswa yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes, seperti tes inteligensi, tes bakat, dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;
    * Melakukan analisis terhadap hasil belajar siswa, dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi siswa.&lt;br /&gt;
    * Melakukan analisis sosiometris, dengan cara ini dapat ditemukan siswa yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis, karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar, permasalahan siswa dapat berkenaan dengan aspek : (a) substansial – material; (b) struktural – fungsional; (c) behavioral; dan atau (d) personality. Untuk mengidentifikasi masalah siswa, Prayitno dkk. telah mengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah siswa, dengan apa yang disebut Alat Ungkap Masalah (AUM). Instrumen ini sangat membantu untuk mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi siswa, seputar aspek : (a) jasmani dan kesehatan; (b) diri pribadi; (c) hubungan sosial; (d) ekonomi dan keuangan; (e) karier dan pekerjaan; (f) pendidikan dan pelajaran; (g) agama, nilai dan moral; (h) hubungan muda-mudi; (i) keadaan dan hubungan keluarga; dan (j) waktu senggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Diagnosis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatarbelakangi timbulnya masalah siswa. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor yang penyebab kegagalan belajar siswa, bisa dilihat dari segi input, proses, ataupun out put belajarnya. W.H. Burton membagi ke dalam dua bagian faktor – faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar siswa, yaitu : (a) faktor internal; faktor yang besumber dari dalam diri siswa itu sendiri, seperti : kondisi jasmani dan kesehatan, kecerdasan, bakat, kepribadian, emosi, sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya; dan (b) faktor eksternal, seperti : lingkungan rumah, lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Prognosis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah ini untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami siswa masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya, Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus, dengan melibatkan pihak-pihak yang kompeten untuk diminta bekerja sama menangani kasus – kasus yang dihadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Remedial atau referal (Alih Tangan Kasus)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru atau guru pembimbing, pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri. Namun, jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Evaluasi dan Follow Up&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara manapun yang ditempuh, evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya dilakukan evaluasi dan tindak lanjut, untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi siswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkenaan dengan evaluasi bimbingan, Depdiknas telah memberikan kriteria-kriteria keberhasilan layanan bimbingan belajar, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Berkembangnya pemahaman baru yang diperoleh siswa berkaitan dengan masalah yang dibahas;&lt;br /&gt;
    * Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan, dan&lt;br /&gt;
    * Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2003) mengemukakan beberapa kriteria dari keberhasilan dan efektivitas layanan yang telah diberikan, yaitu apabila:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Siswa telah menyadari (to be aware of) atas adanya masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;
    * Siswa telah memahami (self insight) permasalahan yang dihadapi.&lt;br /&gt;
    * Siswa telah mulai menunjukkan kesediaan untuk menerima kenyataan diri dan masalahnya secara obyektif (self acceptance).&lt;br /&gt;
    * Siswa telah menurun ketegangan emosinya (emotion stress release).&lt;br /&gt;
    * Siswa telah menurun penentangan terhadap lingkungannya&lt;br /&gt;
    * Siswa mulai menunjukkan kemampuannya dalam mempertimbangkan, mengadakan pilihan dan mengambil keputusan secara sehat dan rasional.&lt;br /&gt;
    * Siswa telah menunjukkan kemampuan melakukan usaha –usaha perbaikan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya, sesuai dengan dasar pertimbangan dan keputusan yang telah diambilnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber bacaan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abin Syamsuddin, (2003), Psikologi Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosda Karya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prayitno dan Erman Anti, (1995), Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta : P2LPTK Depdikbud&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prayitno (2003), Panduan Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Depdikbud Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah,(1995), Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Umum (SMU) Buku IV, Jakarta : IPBI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Winkel, W.S. (1991), Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: Gramedia&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-9219030354465211891?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/9219030354465211891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/membimbing-kesulitan-belajar-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/9219030354465211891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/9219030354465211891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/membimbing-kesulitan-belajar-siswa.html' title='Membimbing Kesulitan Belajar Siswa'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-6525579073931250360</id><published>2011-03-02T19:27:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T19:27:26.283-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Merawat Kulit yang Gampang Berjerawat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Tips Merawat Kulit yang Gampang Berjerawat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Pada umumnya, orang-orang yang mendapatkan masalah kulit atau jerawat memiliki jenis kulit yang sensitif. Sejumlah mereka yang mengalami jerawat kronis tentu harus mendapatkan perawatan yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ditulis di Readbud, ada tiga jenis tipe kulit yaitu kulit kering, kulit berminyak, dan kulit kombinasi. Jika Anda termasuk mudah terserang jerawat sebaiknya menghindari produk kecantikan yang memiliki pewarna dan parfum karena bahan-bahan itu bisa membuat kulit menjadi memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vitamins seperti A, C, E , dan B-complex, dan mineral seperti zinc bisa memperbaiki kulit. Berikut cara merawat kulit yang rentan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Anda harus membersihkan secara hati-hati kulit yang berjerawat dengan air hangat dan pembersih kulit yang alami. Bersihkan kulit dua kali sehari karena ini akan membersihkan sumbatan pada pori-pori&lt;br /&gt;
*Pilih pembersih kulit bebas minyak. Produk kecantikan konvensional mengandung banyak lemak yang bisa memenuhi pori-pori kulit.&lt;br /&gt;
*Jangan terlalu banyak membersihkan kulit dan menggunakan scrub. Anda tidak bisa menghilang jerawat dengan scrub. Ini malah membuat kulit memerah dan malah membuat jerawat menyebar.&lt;br /&gt;
*Merokok bisa membuat jerawat Anda tambah parah.&lt;br /&gt;
Toner pembersih dianjurkan namun jangan terlalu banyak digunakan. Sayangnya, ini mengandung alkohol dan membuat kulit kering dan bisa merusak kulit.&lt;br /&gt;
*Hindari berada di bawah paparan sinar matahari karena bisa membuat jerawat tambah parah&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-6525579073931250360?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/6525579073931250360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-merawat-kulit-yang-gampang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6525579073931250360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6525579073931250360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-merawat-kulit-yang-gampang.html' title='Tips Merawat Kulit yang Gampang Berjerawat'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-4442850340192172419</id><published>2011-03-02T18:54:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T18:54:11.463-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Melangsingkan Tubuh Ala Jepang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Tips Melangsingkan Tubuh Ala Jepang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita Jepang kebanyakan sangat langsing dan bersiluet seperti jam pasir, alias berbody biola. Tentu saja wanitanya, kalau prianya juga seksi gitu malah menggiriskan. Sebenarnya apa sih rahasia dari tubuh langsing wanita Jepang? Bagaimana memiliki tubuh indah seperti Sora Aoi? Ikuti saja bagaimana pola hidup wanita Jepang, dan terapkan dalam pola hidup Anda sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh indah dan langsing didapat dari pola makan yang sehat dan seimbang. Jika anda ingin mendapatkan tubuh yang langsing, asal anda melakukannya dengan sungguh-sungguh. Ikuti kebiasaan memakan makanan seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kecap&lt;br /&gt;
Masyarakat jepang juga mengkomsumsi kecap dengan jumlah yang banyak. Dari penelitian yang ada bahkan bisa sampai 10 kali dari negara lain yang ada di dunia. Mengapa bisa menjadi cara langsing? karena kecap di masyarakat jepang memiliki kandungan rendah lemak dan kalori. Serta memiliki protein yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ikan&lt;br /&gt;
Wanita jepang itu makan ikan sekitar 69 kg pertahun. Mengganti makanan daging darat dengan ikan selain salah satu cara langsing ternyata juga dapat untuk menurukan resiko penyakit jantung. Ikan favorite mereka adalah salmon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Kedelai&lt;br /&gt;
Cara langsing yang alami adalah memberi makanan dengan bahan dari kedelai. Dan itu sudah menjadi wajib bagi wanita jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Buah dan sayuran segar&lt;br /&gt;
Bagi anda wanita yang sering mencoba berbagai tips langing, pasti sudah tahu bahwa salah satu cara menjad langsing adalah dengan memakan Buah dan sayuran segar. Wanita jepang melakukannya dan saatnya anda juga melakukan supaya jadi langsing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ragam makanan&lt;br /&gt;
Kebanyakan masyarakat jepang memakan banyak ragam makanan. Bahkan untuk wanita jepang yang sudah tua. Mereka bisa memakan makanan yang berbeda 100 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Sarapan Sehat&lt;br /&gt;
Biasanya sarapan itu pasti lebih sedikit daripada makan siang dan makan malam. Namun berbeda dengan masyarakat jepang. Porsi sarapan wanita jepang biasanya lebih banyak daripada makan siang dan malam. Jika sarapan dengan jumlah banyak digunakan untuk kerja sedari pagi sampai sore bahkan hingga malam. Jadi lemak habis untuk dijadikan energi dan bukannya disimpan. Cara lebih ekstrim lagi adalah dengan memakan teh hijau, semangkuk nasi, sup miso dengan tahu, rumput laut nori, dan ditambah dengan sedikit omelet, atau sepotong ikan panggang. Itu adalah makanan klasik masyarakat jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Makan mie&lt;br /&gt;
Wanita jepang konon salah satu tips langsing adalah dengan memakan mie. Contohnya, Soba, Udon, Ramen, dan Somen. Mie disana menggunakan tepung jagung yang lebih sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Makan nasi&lt;br /&gt;
Yang terakhir dari tips langsing, adalah wanita jepang relatif makan nasi sangat sedikit. Mereka hanya makan dua mangkok kecil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-4442850340192172419?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/4442850340192172419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-melangsingkan-tubuh-ala-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4442850340192172419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/4442850340192172419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-melangsingkan-tubuh-ala-jepang.html' title='Tips Melangsingkan Tubuh Ala Jepang'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-2091961189877417374</id><published>2011-03-02T18:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T18:51:10.618-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH POLITIK'/><title type='text'>Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Politik dan Strategi Nasional</title><content type='html'>Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Politik dan Strategi Nasional&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Latar Belakang&lt;br /&gt;
Puncak dari perjuangan bangsa kita adalah saat diproklamasikan kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945. Semangat bangsa Indonesia saat itu tercurah dengan pekik kemerdekaan. Di sana sini terdengar teriakan “MERDEKA”. Bendera merah putih dibentangkan dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika kita lihat kenyataan saat ini, ironis memang. Perjuangan para pahlawan dengan mengorbankan jiwa dan raga disia-siakan begitu saja.(whandi.net) Buktinya, kini kita tidak lagi menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Para pemuda sebagai cikal bakal bangsa ini, sudah tidak lagi bangga dengan bangsanya. Mereka lebih memilih kebudayaan barat yang menurut mereka lebih modern dan lebih baik. Rasa nasionalisme mereka pun sudah sangat berkurang. Selain itu, isu-isu yang setiap hari mengancam kita, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tidak pernah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita mau berpikir sebenarnya mau dikemanakan negeri ini?? Siapa yang akan mengurus negeri ini?? Pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh hati nurani kita masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda. Salah satu contohnya adalah pelaksanaaan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari bersejarah.(whandi.net) Upacara tersebut bukan hanya sebagai upaya untuk mengumpulkan siswa atau mahasiswa tetapi sebenarnya arti dari upacara itu adalah untuk mengingatkan kita akan jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa ini. Selain itu agar kita menyadari betapa berharganya bangsa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa diadakan mata kuliah umum yang wajib untuk diikuti yakni, Pendidikan Kewarganegaraan yang dulunya disebut dengan Pendidikan Kewiraan. Kali ini penulis akan mencoba membahas masalah-masalah yang ada dalam pendidikan Kewarganegaraan yakni Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional. Pembahasan ini akan dikaitkan dengan bidang yang sedang ditekuni oleh penulis sendiri yakni, teknik elektro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Tujuan&lt;br /&gt;
Makalah ini ditujukan selain sebagai tugas akhir mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, tetapi juga agar mahasiswa sebagai kalangan intelektual pada khususnya dan masyarakat pada umumnya mengerti dan paham akan urgensi dari nasionalisme dan ketahanan nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Permasalahan&lt;br /&gt;
Dalam makalah ini penulis akan mencoba memaparkan mengenai masalah yang berhubungan dengan Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional.(whandi.net) Kemudian permasalahan tersebut akan dikaitkan dengan bidang yang saat ini sedang ditekuni oleh penulis yakni, teknik elektro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal yang akan kita jadikan sebagai permasalahan kita yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Apakah Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional itu??&lt;br /&gt;
    * Bagaimanakah hubungan antara Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional dengan bidang teknik elektro??&lt;br /&gt;
    * Bagaimanakah Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional jika dikaitkan dengan bidang yang kita tekuni(teknik elektro)??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pembahasan&lt;br /&gt;
Kali ini penulis akan langsung membahas masalah yang pertama yakni, masalah pengertian dari Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional. Wawasan nusantara diartikan sebagai suatu cara pandang suatu bangsa terhadap diri dan lingkungannya berdasarkan ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan kebudayaan. Wawasan nusantara ini merupakan suatu cara untuk menyatukan bangsa Indonesia. Seperti kita tahu bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai pulau dan terpisah oleh lautan. Oleh karena itu banyak sekali ancaman yang merongrong bangsa ini baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Jadi sudah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk memiliki kesamaan pandangan antara satu wilayah dengan wilayah lain.(whandi.net) Dan hal yang paling penting adalah wawasan nusantara ditujukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Kemudian pengertian dari ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk mengatasi segala macam hambatan dan ancaman baik yang berasal dari dalam maupun dari luar untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa itu sendiri. Ketahanan nasional ini merupakan hasil dari pemahaman bangsa akan wawasan nusantara. Dengan kesamaan pandangan dalam suatu bangsa maka akan tercipta ketahanan nasional yang mantap. Sebelum kita mengetahui pengertian dari politik dan strategi nasional maka kita harus mengetahui pengertian dari politik nasional dan strategi nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Pengertian dari politik nasional yakni asas, haluan usaha serta kebijaksanaan tindakan suatu negara tentang pembinaan, perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian, serta penggunaan potensi nasional untuk mencapai tujuan nasional.&lt;br /&gt;
    * Pengertian dari strategi nasional yakni cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional, yaitu pelaksanaan dari kebijaksanaan nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga didapat pengertian dari politik dan strategi nasional yakni suatu kebijakan dan cara suatu bangsa untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah berikutnya yakni mengenai hubungan antara Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional. Diantara ketiga hal tersebut terdapat suatu keterkaitan antara satu dengan yang lain. Wawasan nusantara yang merupakan suatu kesamaan pandangan suatu bangsa mengenai diri dan lingkungannya ditujukan agar terdapat ketahanan nasional yang kuat pada bangsa tersebut. Kemudian dari ketahanan nasional yang kuat otomatis akan memiliki kekuatan politik yang kuat.(whandi.net) Dengan adanya politik yang kuat maka bangsa tersebut telah memiliki suatu pandangan yang jelas mengenai perencanaan, pengembangan, pemeliharaan serta penggunaan potensi nasional untuk mencapai tujuan nasional. Pandangan ini mempengaruhi terhadap cara atau yang disebut sebagai suatu strategi nasional untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Selain itu bangsa tersebut akan diakui oleh masyarakat internasional sebagai bangsa yang kuat dan kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kita akan membahas mengenai Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional dan Politik dan Strategi Nasional jika dikaitkan dengan teknik elektro. Untuk membahas mengenai hubungan antara ketiga hal tersebut dengan bidang elektro maka penulis akan langsung membahas mengenai implementasi di lapangan. Salah satu konsentrasi di bidang teknik elektro adalah teknik ketenagaan. Peran ketenagaan di Indonesia dipegang oleh PT. PLN Persero serta beberapa perusahaan swasta baik dalam negeri maupun asing(peran swasta hanya dalam bentuk kerjasama). Peran ketenagaan sudah merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi umat manusia. Segala macam barang sudah menggunakan listrik walaupun ada beberapa yang menggunakan sumber energi lain dalam jumlah kecil. Pemenuhan kebutuhan akan tenaga listrik setiap hari dari Sabang sampai Merauke ini merupakan sumber investasi bagi Indonesia. Tetapi perlu diingat bahwa hal ini bisa menjadi boomerang bagi pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kita tahu beberapa waktu yang lalu terjadi pergiliran penggunaan listrik yang menyebabkan beberapa fasilitas umum seperti kereta api tidak bisa beroperasi. Hal ini menimbulkan banyak protes baik dari kalangan industri maupun masyarakat. Pergiliran penggunaan listrik ini dilakukan untuk mengurangi beban listrik yang ditanggung oleh pemerintah. Protes dari masyarakat tersebut adalah karena tidak terdapat kesamaan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat. Di sini wawasan nusantara memegang peranan yang sangat penting. Kesamaan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat akan menimbulkan suatu “kejelasan”. Sehingga pemerintah sebagai pemegang kekuasaan bisa menjalankan programnya dan masyarakat mengerti dan paham akan tujuan dari program pemerintah tersebut.(whandi.net) Selain itu wawasan nusatara disini juga sebagai dasar atau landasan untuk memperkuat ketahanan nasional. Maksudnya jika bangsa tersebut paham dan menjalankan prinsip dari wawasan nusantara maka hasutan-hasutan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tidak akan bisa berhasil di Indonesia, karena masyarakat tahu tujuan dari pemerintah. Jika sudah seperti ini maka mudah bagi pemerintah untuk menjalankan semua programnya karena mendapatkan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini kita bisa melihat hubungan antara wawasan nusantara, ketahanan nasional dan politik dan strategi nasional. Wawasan nusantara sebagai landasan untuk mencapai kesatuan pandangan. Dari kesatuan pandangan akan didapat ketahanan nasional yang kuat. Selain itu dengan adanya kesamaan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat maka dengan mudah pemerintah dapat menentukan politik dan strategi nasional. Akhinya tujuan dari bangsa ini dapat tercapai dengan ketiga hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Kesimpulan&lt;br /&gt;
Dengan melihat dari contoh kasus dan pengertian dari wawasan nusantara, ketahanan nasional dan politik dan strategi nasional maka dapat ditarik kesimpulan, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    * Wawasan nusantara sebagai landasan untuk mencapai kesatuan pandangan.&lt;br /&gt;
    * Dari kesatuan pandangan akan didapat ketahanan nasional yang kuat.&lt;br /&gt;
    * Dengan adanya kesamaan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat maka dengan mudah pemerintah dapat menentukan politik dan strategi nasional.(whandi.net)&lt;br /&gt;
    * Jika wawasan nasional, ketahanan nasional serta politik dan strategi nasional suatu bangsa tercapai maka tujuan nasional bangsa tersebut tidak hanya menjadi cita-cita belaka tetapi dapat terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Saran&lt;br /&gt;
Setelah membaca makalah ini hendaknya pembaca dapat mengetahui dan memahami urgensi dari wawasan nusantara, ketahanan nasional dan politik dan strategi nasional. Serta dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
Zubaidi, H. Achmad, dkk.2002.PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Yogyakarta: Paradigma.&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-2091961189877417374?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/2091961189877417374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-pendidikan-kewarganegaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2091961189877417374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/2091961189877417374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/makalah-pendidikan-kewarganegaraan.html' title='Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Politik dan Strategi Nasional'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-6221082465262022107</id><published>2011-03-02T18:48:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T18:48:15.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Menuju Pribadi yang Sukses</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Tips Menuju Pribadi yang Sukses&lt;br /&gt;
by AKHMAD SUDRAJAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 Kebiasaan Pribadi SuksesDalam bukunya yang berjudul ” 10 Kebiasaan Pribadi Sukses”, Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Qu’ayyid memperkenalkan sejumlah konsep, trik-trik, dan hal-hal yang diperlukan dalam upaya merealisasikan kebahagiaan dan kesuksesan hidup. Buku tersebut ditulis berdasarkan hasil refleksinya selama menjalankan profesinya sebagai konselor. Buku ini hadir untuk mengungkapkan sebuah filsafat yang orisinil, didasarkan pada nilai-nilai Islami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku berjudul “10 Kebiasaan Pribadi Sukses” ini berusaha menjelaskan masalah kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan manusia secara komprehensif, mencakup semua aspek kehidupan manusia baik ketika ia sedang menjalin hubungan dengan sang Khaliq, bekerja atau menekuni profesinya, maupun ketika sedang berinteraksi dengan keluarga dan masyarakatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kata pengantarnya, dikemukakan bahwa  kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah SWT dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar. Inilah prinsip utama yang menjadi landasan bagi isi buku ini secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun esensi dari kesepuluh kebiasaan pribadi sukses ini adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berusaha Mencapai Keunggulan: usaha yang terus-menerus untuk meraih prestasi dalam hidup pada tiga bidang utama: konsisten meningkatkan kualitas iman dan hubungan kepada Allah SWT, konsisten meningkatkan kualitas profesionalisme, spesialisasi, produksi, kapabilats dan efektifitas dalam kerja dan profesi Anda dan konsisten dalam meningkatkan kualitas hubungan-hubungan positif Anda dengan orang lain.&lt;br /&gt;
2. Menentukan Tujuan: menentukan tujuan-tujuan hidup Anda (tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek).&lt;br /&gt;
3. Perencanaan: menetapkan tujuan-tujuan Anda dalam program-program kerja dan jangka waktu tertentu (timing) yang bisa dijalankan.&lt;br /&gt;
4. Menyusun Prioritas: menentukan mana yang harus dilakukan pertama, kedua dan seterusnya, mana yang terpenting kemudian yang penting dari tujuan-tujuan, tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban dalam hidup ini.&lt;br /&gt;
5. Konsentrasi: memberikan perhatian terhadap tugas dan tanggung jawab atau kerja yang ada dihadapan Anda dan langsung mengerjakannya tanpa menunggu-nunggu lagi. Sebagaimana juga memfokuskan perhatian dalam spesialisai, bidang atau keahlian yang Anda yakinin bisa berprestasi dan kreatif dalam bidang tersebut.&lt;br /&gt;
6. Manajemen Waktu: memanfaatkan waktu yang ada dan menggunakannya sebaik-baiknya untuk mengembangkan keahlian-keahlian dan potensi kita agar tercapai tujuan-tujuan penting yang kita cita-citakan.&lt;br /&gt;
7. Berjuang Melawan Diri Sendiri: usaha yang terus-menerus untuk mengalahkan ego, menundukkan nafsu, mengarahkannya dan membiasakannya menghadapi tanggung-jawab dan resiko-resikonya, serta sabar dan teguh dalam prinsip-prinsip, nilai-nilai dan beberapa kewajiban agar tercapai kehidupan mulia yang kita idam-idamkan.&lt;br /&gt;
8. Keahlian Berkomunikasi: kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Bertujuan untuk memberikan pengaruh yang positif dalam hidup mereka dan supaya bisa hidup bersama mereka dalam suasana saling menghargai dan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;
9. Bepikir Positif: melihat dari sisi positif dalam semua hal, manusia dan peristiwa. Juga berpikir dengan cara yang didominasi unsur positif, prasangka baik, optimis dan melupakan sisi-sisi yang jelek.&lt;br /&gt;
10. Seimbang: berpikir dan bertindak dengan cara yang seimbang dalam hidup kita. Jangan sampai satu sisi lebih dominan dari sisi-sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sumber: http://perpuspdf.wordpress.com)&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3517268385725782205-6221082465262022107?l=ayobuatmakalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/feeds/6221082465262022107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-menuju-pribadi-yang-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6221082465262022107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3517268385725782205/posts/default/6221082465262022107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ayobuatmakalah.blogspot.com/2011/03/tips-menuju-pribadi-yang-sukses.html' title='Tips Menuju Pribadi yang Sukses'/><author><name>CV.SYASA PRATAMA GROUP</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-p6uDb5x6G0g/TWZfh5HYmHI/AAAAAAAAABw/MFuBHwxN3dA/s220/ABU%2BZAKIY.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3517268385725782205.post-3961276046031158475</id><published>2011-03-02T18:44:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T18:44:55.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAKALAH POLITIK'/><title type='text'>Filsafat Politik, Politik Harian, dan Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;Filsafat Politik, Politik Harian, dan Demokrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BULAN Februari 2002 bukan bulan yang baik bagi Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair. Usai sidang parlemen, dia menjadi bahan olok-olok para anggota parlemen.Blair menjadi bulan-bulanan karena ketidakmampuannya merumuskan secara singkat dan sederhana filsafat politik yang mendasari politik hariannya. Sandungan tersebut datang dari anggota parlemen asal partainya sendiri-yang kebetulan bekas pengajar filsafat di universitas. Insiden tersebut menyimpan satu pertanyaan. Apakah politik harian membutuhkan inspirasi filsafat politik. Gus Dur pernah menjadi bulan-bulanan saat memberi sedikit abstraksi filosofis-juridis di sidang parlemen. Wacana akademis! Begitu olok-olok sebagian anggota parlemen waktu itu. Dasar berpikir sebagian anggota parlemen waktu itu jelas. Politik harian tidak membutuhkan filsafat politik. Politik harian membutuhkan retorika, bukan logika. Raison d’etre-nya adalah pragmatisme. Politik praktis, begitu orang awam menyebutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah tesis yang mengatakan bahwa politik harian tidak membutuhkan filsafat? Leo Strauss, filsuf politik asal Chicago, tidak sependapat. Dia menyuarakan pentingnya pencerahan filosofis atas politik. Para filsuf harus turun gunung mewejangi para politisi harian. Hanya dengan itu politik harian bisa berbobot. Tidak semata karnaval kebodohan dan kemunafikan yang memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Filsuf ideal Straussian mesti bekerja sebagai bejana pikiran bagi para politisi harian. Membantu merumuskan kebijakan-kebijakan politik berbasiskan argumentasi filosofis yang kuat. Tidak sekadar mengikuti common sense yang dangkal tak berdasar. Singkat cerita, politik harian harus tunduk pada filsafat politik. Namun, tidak semua filsuf sepakat dengan Strauss. Jonathan Wolff, seorang filsuf politik lainnya, menolak keterjalinan antara filsafat politik dan politik harian. Filsafat politik, menurut Wolff, bukanlah "hakim epistemik" bagi kebijakan politik. Ia ini dipaksakan, sebentuk otoritarianisme kognitif menyembul. Dan ini tidak kondusif bagi perkembangan atmosfer demokrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau filsafat politik tidak boleh turun tangan pada persoalan politik harian, lalu apa tugas praksis para filsuf? Apakah mereka cukup berpikir di menara gading, tidak menyentuh kehidupan sehari-hari? Atau mengelus dada saja bila melihat kekacauan berpikir para politisi harian? Sikap-sikap seperti itu juga bukan sesuatu yang positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PARA filsuf politik kontemporer mengambil sikap moderat. Filsafat politik bukan lagi "hakim epistemik" bagi politik harian. Perannya sekarang adalah pengatur lalu lintas yang merumuskan rambu-rambu bagi percaturan politik yang fair.Ini tidak boleh diserahkan pada para politisi harian. Karena begitu diserahkan, rambu-rambu yang dibuat semata-mata melayani kepentingan the ruling party or parties. Inilah yang mendasari protes partai-partai gurem terhadap aturan main pemilu yang disusun parlemen sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demokrasi tidak bisa berjalan tanpa fairness dalam proses-proses politik. Tak adanya pembatasan dan pengawasan terhadap dana kampanye membuat partai-partai miskin jadi lemah posisinya dalam merebut hati publik. Hanya partai-partai kaya mampu membiayai reklame-reklame prime time di stasiun-stasiun TV raksasa. Kesempatan menjadi tidak setara untuk menjual dagangan politik antarpartai. Demokrasi memberikan keleluasaan bagi berbagai ideologi untuk hidup dan berkembang. Pada masyarakat tertutup-otoritarian, hanya satu ideologi yang berhak hidup; yang lain harus tunduk dan turut. Hal seperti itu tidak berlaku pada masyarakat terbuka-demokratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam masyarakat terbuka menuntut kosongnya percaturan politik dari apa yang disebut Rawls "kebenaran metafisik". Sebentuk kebenaran yang mengabsolutisir dirinya dan menutup pintu komunikasi dan toleransi. Perdebatan ideologis yang paling tajam, menurut Rawls, adalah soal keadilan. Karena itu, filsafat politik Rawls mencoba merumuskan satu prosedur yang fair guna menentukan prinsip keadilan yang bisa diterima semua pihak. Prinsip keadilan yang bisa diterima baik oleh sayap kiri, kiri-tengah, maupun kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pluralisme bentuk kebenaran dalam masyarakat terbuka-demokratis juga menggelitik filsuf politik lainnya bernama Habermas. Filsuf politik ini memformulasikan apa yang disebutnya sebagai etika diskursus. Etika diskursus adalah prosedur yang fair bagi pertarungan epistemik-etik berbagai bentuk kebenaran demi mencapai konsensus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Rawls, Habermas juga berbicara dalam bingkai demokrasi. Bingkai yang tidak boleh dimuati satu pun kebenaran absolut. Konkretnya begini. Satu kebijakan publik, misalnya, tak hanya diambil berdasarkan satu dasar ideologis. Namun, harus berdasarkan konsensus pihak-pihak ideologis yang berkepentingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengurangan subsidi BBM sangat brilian dari sudut pandang ideologi neo-liberalisme. Efisiensi ekonomi menuntut absennya campur tangan kekuasaan. Namun, ada prioritas nilai yang harus dipertimbangkan; misalnya, apakah efisiensi mesti mengorbankan kualitas hidup sebagian besar masyarakat; haruskah kalkulasi ekonomi meminggirkan hak sosial-ekonomi warga negara; atau benarkah ada dampak langsung efisiensi perusahaan pada turunnya angka pengangguran. Pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya kurang diperhatikan para pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyata sekali terlihat bagaimana kebijakan pengurangan subsidi BBM sangat mono-dimensional. Pihak-pihak yang berkepentingan tidak pernah dilibatkan. Atau, kalau dilibatkan, hanya satu pihak dan itu pun belum tentu representatif. Ini artinya ada sesuatu yang unfair dalam percaturan politik di republik ini. Dengan kata lain, filsafat politik masih dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SELAIN merumuskan prosedur yang fair, filsafat politik juga berjasa memberi perspektif baru atas kenyataan politik. Filsafat politik Foucault, misalnya, memberi kita perspektif baru tentang kekuasaan yang berbeda dengan teoretisasi filosofis sebelumnya. Foucault menggugat teoretisasi klasik yang memandang kekuasaan sebagai hasil dari kontrak sosial dari individu-individu yang berkumpul dan berkonsensus. Kekuasaan yang selalu disangkut-pautkan dengan negara sebagai makro-politik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, ia memandang bahwa kekuasaan dalam realitas jauh dari bentukan individu, tetapi malah membentuk individu. Menjadikan individu sebagai tubuh-tubuh politik yang senantiasa melakukan swa-pengawasan atas dirinya. Kekuasaan macam ini memanifestasikan dirinya bukan hanya dalam negara, tetapi juga menyelusup masuk dalam jejaring mikro-mikro politik, mulai dari keluarga sampai penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah epistemologi baru (bahasanya Herry Priyono) dalam mempersoalkan kodrat kekuasaan. Kalau kekuasaan tidak lagi bersemayam di negara, maka target kontrol demokratis harus berubah. Lembaga ekonomi, spiritual, sains, sampai pedagogi. Semuanya itu adalah lembaga politis par excellence. Dan semua bentuk lembaga yang mengepung individu secara politis, m
